Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah menetapkan 3 daerah yakni Cilacap, Klaten, dan Pati Kejadian Luar Biasa atau KLB campak. Sedangkan 2 daerah lainnya Brebes dan Kudus berstatus Suspek Campak.
Kasus penyakit campak mulai merebak di sejumlah daerah di Jawa Tengah diantaranya Kabupaten Pati dan Kudus. Hal itu terjadi karena imunisasi belum merata masyarakat dan banyak kegiatan seperti posyandu yang terhenti saat pandemi covid-19.
Di Kabupaten Pati ditemukan 5-6 kasus campak di Kecamatan Tambakromo dan Sukolilo. Sedangkan di Kabupaten Kudus ada 113 suspek dan 12 kasus positif campak pada anak-anak usia 0-9 bulan.
"Mulai merebak sejak awal Maret dan kini kita masih lakukan pendataan," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pati Salis Diah Rahmawati, Senin (30/3).
Sub Koordinator Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Aniq Fuad mengatakan ratusan pasien kasus campak telah ditangani sejumlah rumah sakit daerah.
"Kita telah lakukan pemeriksaan laboratorium, tercatat sebanyak 464 sampel telah dikirim untuk pengujian dan dari 60 sampel yang sudah diperiksa, 31 dinyatakan positif dengan tingkat positivity rate sekitar 6,68 persen," ujar Aniq Fuad.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan KLB campak terjadi karena adanya kantong-kantong di masyarakat yang tidak tersentuh imunisasi. Ia mengatakan daya tular campak yang sangat tinggi. Oleh karena itu, pemda melakukan pencegahan dengan mengejar imunisasi campak.
“Ini menjadi momentum untuk mengejar ketertinggalan, maka penguatan imunisasi menjadi kunci, tidak hanya untuk campak tetapi juga penyakit menular lainnya seperti TBC,” ujar Taj Yasin usai menerima Kunjungan Kerja Komisi IX DPR di Semarang, Senin (30/3). (H-4)
DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon menetapkan empat kecamatan berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) campak.
Pada tahap pertama imunisasi tersebut mencakup 404 orang dan tahap kedua mencakup 599 orang.
Peningkatan kasus suspek campak di Indonesia pada awal 2026 menjadi pengingat bahwa penyakit ini masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.
Kekebalan kelompok (herd immunity) di DIY terbilang tinggi karena vaksinasi MR dosis pertama di DIY mencapai 98 persen dan dosis kedua sekitar 96 persen.
Dinas Kesehatan Aceh menyatakan kekhawatiran mendalam atas fenomena "zero dose" atau anak yang sama sekali belum tersentuh vaksinasi ini.
Dinas Kesehatan, Puskesmas tengah menggelar imunisasi campak atau Outbreak Response Immunization (ORI) dan sekarang baru mencapai 39.189 anak atau 40,31 persen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved