Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBAKARAN hutan dan lahan atau karhutla mulai mengintai di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Di Kecamatan Cireunghas, dilaporkan terjadi kebakaran hutan di lahan sekitar 2.000 meter persegi.
Berdasarkan informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, kebakaran hutan dan lahan terjadi di Kampung Lio Desa/Kecamatan Cireunghas pada Rabu (18/3) sekitar pukul 11.00 WIB. Diduga, kebakaran dipicu tingginya suhu udara sehingga memicu percikan api di semak-semak.
Manager Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menuturkan penyebab pasti kebakaran belum bisa dipastikan. Namun, ada kemungkinan dipicu tingginya suhu udara yang mencapai di atas 30 derajat celcius.
"Pada Rabu cuaca memang sangat panas. Kondisi ini yang kami duga jadi penyebabnya," kata Daeng, Kamis (19/3).
Lokasi kebakaran hutan dan lahan berada di sekitar ruas jalan Lio Tegalpanjang. Daeng menyebut, kobaran api bisa dicegah lebih awal sehingga tak meluas.
"Warga setempat berinisiatif memadamkan api dengan alat seadanya. Alhamdulillah, kebakaran tak meluas. Tapi ada lahan yang terbakar sekitar 2 ribu meter persegi," ungkapnya.
Tidak ada korban jiwa maupun luka pada kejadian tersebut. BPBD mengimbau masyarakat waspada dengan kondisi cuaca saat ini yang diprediksi bakal segera memasuki kemarau.
"Saat ini tengah terjadi masa transisi perubahan cuaca dari musim hujan ke kemarau. Panasnya luar biasa ekstrem. Tetap waspada dengan kondisi cuaca sekarang," ujar Daeng.
Di lokasi berbeda, BPBD menerima laporan kebakaran permukiman di Kampung Selabintana Kulon RT 03/02 Desa Sudajayagirang Kecamatan/Kabupaten Sukabumi, Kamis (19/3) dinihari sekitar pukul 03.10 WIB. Akibat kejadian itu, sedikitnya enam rumah warga setempat hangus dilalap kobaran api.
"Pemicu kebakaran diduga akibat korsleting listrik dari bagian dapur salah satu rumah," kata Daeng.
Api kemudian dengan cepat merembet ke bangunan rumah warga lain karena posisinya berdempetan. Upaya pemadaman dilakukan personel pemadam kebakaran yang mengerahkan delapan unit armada dibantu dari Kota Sukabumi.
"Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 05.00 WIB," tuturnya.
Tidak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut. Namun satu orang warga dilaporkan mengalami luka ringan.
Kini, sebanyak 22 jiwa penghuni keenam rumah itu diungsikan sementara ke rumah ketua RT setempat. Sementara nilai kerugian materiil ditaksir mencapai Rp300 juta. (H-4)
Musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dari biasanya, membentang dari April hingga Oktober.
Kebakaran hutan di Jepang, tepatnya di Otsuchi, Prefektur Iwate, menghanguskan 1.373 hektare lahan. 3.000 warga dievakuasi dan personel militer dikerahkan.
Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) mendorong penguatan langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul adanya potensi fenomena El Nino pada pertengahan tahun 2026.
BMKG mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Riau untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebelum puncak musim kemarau tiba.
Fenomena El Nino membuat musim kemarau 2026 datang lebih awal, lebih panjang, dan lebih kering.
Sinergi antara dunia usaha dan perguruan tinggi dinilai kian penting dalam menjawab tantangan pengelolaan hutan berkelanjutan di Indonesia.
Gempa magnitudo 4,0 mengguncang Kabupaten Tasikmalaya dini hari, Selasa (28/4). BMKG memastikan gempa tak berpotensi tsunami, getaran dirasakan di sejumlah wilayah.
Perindo menempatkan Jawa Barat sebagai prioritas utama dalam konsolidasi menuju Pemilu 2029.
Kebijakan transisi energi di Indonesia selama ini banyak dirancang di level nasional, mulai dari penetapan target bauran energi, skema pensiun dini PLTU, hingga negosiasi pendanaan.
Berdasarkan hasil analisis model cuaca global hingga lokal dan data observasi, BMKG menyimpulkan potensi hujan lebat dan angin kencang dapat terjadi dalam durasi singkat
BMKG keluarkan peringatan dini angin kencang di Jawa Barat dan hujan lebat di 11 wilayah Indonesia untuk 21 April 2026. Cek prakiraan cuaca lengkapnya.
Dinamika atmosfer saat ini dipengaruhi oleh pembentukan sirkulasi siklonik di wilayah barat dan timur Nusantara, yang memicu pertumbuhan awan hujan signifikan di berbagai wilayah Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved