Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 1.136 personel yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Bencana Aceh telah menyelesaikan misi kemanusiaan selama satu bulan penuh di wilayah Aceh Tamiang dan sekitarnya. Satgas yang terdiri atas 861 praja IPDN dan 273 ASN Kemendagri ini fokus pada pemulihan sistem birokrasi dan pelayanan publik pascabencana banjir bandang.
Selama masa penugasan, Satgas berhasil memfungsikan kembali 38 gedung di Komplek Kantor Pemerintahan Aceh Tamiang.
Fasilitas tersebut mencakup 32 kantor dinas, 3 sekolah, dan 3 gedung serbaguna.
Selain pembersihan bangunan, personel juga melakukan normalisasi pada 42 hektare lahan terdampak agar dapat digunakan kembali oleh masyarakat.
Mendagri Tito Karnavian, yang memimpin langsung upacara penutupan misi ini di Aceh, menegaskan bahwa kehadiran praja IPDN bertujuan untuk merevitalisasi jantung pelayanan publik.
“Penugasan ini bukan hanya misi kemanusiaan semata, tapi juga bentuk nyata dari pelatihan kepemimpinan yang merupakan bagian dari kurikulum IPDN. Mereka berhadapan langsung dengan masalah yang riil di lapangan,” ujar Tito.
Lebih lanjut, Mendagri menjelaskan bahwa pulihnya sistem pemerintahan adalah indikator utama kebangkitan suatu daerah.
Fokus utama pembersihan kantor dinas dilakukan untuk membangkitkan kembali semangat aparatur sipil negara (ASN) setempat dalam melayani masyarakat.
“Kita fokus pada kantor sekaligus membangkitkan semangat rekan-rekan ASN untuk bekerja kembali, karena pemerintahan yang pulih akan menguatkan koordinasi, pengambilan keputusan dan pelayanan publik yang nantinya akan juga membantu memulihkan ekonomi,” tuturnya.
Senada dengan hal tersebut, Rektor IPDN, Dr. Halilul Khairi, M.Si., mengungkapkan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya berupa tenaga, tetapi juga dukungan sarana kerja.
Kemendagri menyerahkan 52 unit laptop, 52 modem internet, 52 printer, serta 2.535 stel pakaian PDH khaki untuk pegawai Pemkab.
Di sisi administratif, para praja dan ASN memberikan pendampingan teknis terkait percepatan penetapan APBD, pengelolaan barang milik daerah, hingga administrasi perkantoran. Tidak hanya urusan birokrasi, aspek psikologis warga juga menjadi perhatian.
“Selain bersih-bersih, praja juga mengajak bermain dan membacakan cerita kepada anak-anak serta membangun komunikasi yang tenang dan menyenangkan bersama warga di sana,” kata Halilul.
Hal ini dilakukan sebagai upaya trauma healing untuk memulihkan mental anak-anak korban bencana.
Meskipun misi gelombang pertama telah berakhir, komitmen Kemendagri berlanjut pada gelombang kedua.
Sebanyak 779 personel dijadwalkan bertugas mulai 6 Februari hingga 6 Maret 2026, yang akan disebar ke 12 kecamatan dan 216 gampong di Aceh Tamiang untuk memulihkan fasilitas umum.
Sementara itu, bagi praja putri yang tidak diberangkatkan ke Aceh, tetap melaksanakan Praktik Lapangan II dan III di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada masing-masing kampus sebagai bagian dari kurikulum pendidikan mereka. (Z-1)
Kepala Pos Komando Wilayah Aceh Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Safrizal ZA, meninjau langsung hunian sementara.
Pemerintah menepis narasi yang berkembang di media sosial yang menyebut pemerintah menyerah dalam menangani lumpur pascabanjir Aceh.
Satuan Tugas Percepatan Pemulihan Pascabencana (PRR) melaporkan progres pembersihan lumpur pascabanjir di Aceh telah mencapai 92% hingga awal April 2026.
Banjir bandang kembali melanda Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Senin (6/4).
Lokasi lahan masjid yang sebelumnya luas berkisar 2 hektare, habis tergerus arus deras saat banjir Aceh.
Sekretaris BNPP RI, Komjen Pol. Makhruzi Rahman melakukan peninjauan ke wilayah terdampak banjir bandang di Kampung Landuh, Kabupaten Aceh Tamiang
Dirjen Bina Pemdes Kemendagri mempercepat penegasan batas desa melalui program Integrated Land Administration and Spatial Planning (ILASPP).
Ia menilai Kemendagri sebagai lembaga pembina pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan Pemda setempat yang memiliki perlintasan sebidang.
Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Ditjen Bina Adwil), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), terus memperkuat peran Satuan Perlindungan Masyarakat.
ANGGOTA Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ali Ahmad mengkritik wacana pengenaan denda bagi warga yang KTP elektronik atau e-KTP hilang.
Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Agus Fatoni, menegaskan bahwa seluruh kebutuhan belanja pegawai, termasuk untuk PPPK, telah dialokasikan dengan memadai.
Ia mengharapkan para kepala daerah dari mulai gubernur hingga kepala desa dan kelurahan segera membentuk desa siaga TB.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved