Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Sejumlah wilayah di Kota Sukabumi, Jawa Barat, kembali dilanda bencana pada Kamis (4/12) petang. Hujan dengan intensitas tinggi memicu berbagai peristiwa seperti banjir limpasan, tanah longsor, hingga pohon tumbang di sejumlah titik.
Berdasarkan data yang diinventarisasi BPBD Kota Sukabumi, curah hujan tinggi menyebabkan dampak bencana yang tersebar di banyak lokasi. Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Joseph Sabarudin, menjelaskan bahwa bencana hidrometeorologi telah terjadi dua hari berturut-turut, Rabu (3/12) dan Kamis (4/12).
“Hasil pendataan dan laporan lapangan, pada Kamis (4/12) bencana terjadi di 20 titik,” ujar Joseph.
Dari total tersebut, 15 titik mengalami banjir limpasan. Sementara itu, satu titik mengalami tanah longsor, dua titik pohon tumbang, satu titik trotoar ambles, dan satu titik saluran irigasi jebol.
“Bencana antara lain terjadi di Kecamatan Warudoyong, Citamiang, Lembursitu, Baros, dan Cibeureum,” jelasnya.
Petugas BPBD masih melakukan penanganan di sejumlah lokasi terdampak. Dari hasil asesmen, banjir limpasan umumnya disebabkan saluran drainase yang tersumbat sampah sehingga tidak dapat menampung debit air saat hujan deras.
“Ketika debit air tinggi, saluran air tidak berfungsi sebagaimana mestinya karena tersumbat sampah,” pungkas Joseph. (H-1)
Kerusakan TPT menjadi atensi. Sebab, posisinya cukup krusial terhadap kelancaran pasokan air ke lahan pertanian.
BERBAGAI langkah antisipatif dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi menghadapi ancaman potensi kekeringan dampak kemarau.
KERUGIAN materiel akibat bencana di Kota Sukabumi, Jawa Barat, mencapai sekitar Rp5 miliar. Berbagai bencana terjadi kurun tiga bulan atau selama periode Januari-Maret tahun ini.
Melalui program Bestari, tiga pemuda asal Kota Sukabumi resmi bekerja di Kuwait sebagai service crew. Simak dukungan penuh Wali Kota Ayep Zaki.
Perkembangan investasi perlu dibarengi juga dengan menjaga lahan sawah produktif.
Kepala Puskesmas Lembursitu, Eri Kurniawati, mengatakan sejauh ini di wilayahnya belum ditemukan kasus positif campak. Namun, pihaknya telah mengirimkan tiga sampe diduga campak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved