Terindikasi Suspek Campak, Puskesmas di Kota Sukabumi Kirimkan 5 Sampel

Benny Bastiandy
15/4/2026 17:54
Terindikasi Suspek Campak, Puskesmas di Kota Sukabumi Kirimkan 5 Sampel
Berbagai elemen di Kecamatan Lembursitu Kota Sukabumi mengikuti kegiatan mini lokakarya membahas upaya pencegahan penyebaran campak(MI/BENNY BASTIANDY)

PUSKESMAS Lembursitu di Kota Sukabumi, Jawa Barat, mengirimkan tiga sampel terduga campak. Sampai saat ini, sampelnya masih dalam pemeriksaan di Laboratorium Kesehatan Daerah Jawa Barat.

Kepala Puskesmas Lembursitu, Eri Kurniawati, mengatakan sejauh ini di wilayahnya belum ditemukan kasus positif campak. Namun, pihaknya telah mengirimkan tiga sampe diduga campak.

"Sampai saat ini belum ada temuan kasus positif. Yang kami kirimkan tiga sampel itu baru suspek campak. Masih dalam pemeriksaan di laboratorium. Belum ada hasilnya," katanya, Rabu (15/4).

Dia menegaskan, belum adanya temuan kasus positif campak bukan berarti pihak puskesmas berleha-leha. Berbagai upaya antisipasi terus dilakukan.

"Kami akan menuntaskan cakupan imunisasi bagi balita. Kami punya program Penari atau Sepekan Mengejar Imunisasi. Ini untuk mengejar ketertinggalan cakupan imunisasi bagi balita," tuturnya.

Kondisi serupa juga terjadi di lingkup Puskesmas Cikundul. Di wilayah itu terdapat dua kasus terduga suspek.

"Gejala klinisnya sudah mengarah," kata Kepala Puskesmas Cikundul, Siska Permatasari.

Dia mengaku sudah mengambil sejumlah langkah yang diperlukan sebagai tindak lanjut suspek campak. Tim kesehatan puskesmas sudah mengunjungi rumah terduga.

"Sudah mulai dilakukan intervensi. Kami sudah mendata kontak eratnya," pungkasnya.

Camat Lembursitu, Yudi Sutriana, menekankan pentingnya peran semua elemen masyarakat dan lintas instansi menjaga kesehatan lingkungan. Tujuannya untuk mencegah penyebaran penyakit campak, khususnya di wilayah kerja Kecamatan Lembursitu.

"Semua pihak harus bisa menjalin koordinasi lebih baik agar upaya pencegahan bisa berjalan efektif," pungkasnya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner