Tekan Pengangguran, Pemkot Sukabumi Kirim Tiga Pemuda Bekerja ke Kuwait

Media Indonesia
24/4/2026 10:50
Tekan Pengangguran, Pemkot Sukabumi Kirim Tiga Pemuda Bekerja ke Kuwait
(Dokpri)

PEMERINTAH Kota Sukabumi terus menunjukkan komitmen nyata dalam menekan angka pengangguran melalui program strategis pengiriman tenaga kerja ke luar negeri. Terbaru, melalui program Be Stars International (Bestari), tiga anak muda asal Kota Sukabumi resmi diberangkatkan untuk bekerja di Kuwait.

Ketiga pemuda tersebut adalah Ramdika Mulharom, Muhammad Faiz Ilyas Iskandar, dan Muhammad Yusuf. Keberhasilan ini menyusul kesuksesan pengiriman sebelumnya, yaitu Rizki Perdana dan Muhammad Reza lebih dulu berkiprah sebagai barista profesional di Arab Saudi.

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menyatakan rasa syukur dan harunya setelah menerima konfirmasi langsung melalui video pendek dari ketiga pemuda tersebut yang telah tiba dengan selamat di negara tujuan.

"Alhamdulillah, senang dan terharu rasanya mendapatkan kabar dari tiga anak muda asal Kota Sukabumi yang enerjik dan penuh semangat menggapai cita-cita sudah sampai di Kuwait," ungkap Ayep Zaki dalam keterangannya, Kamis (23/4/2026).

Visi Global dan Dukungan Perbankan

Ayep Zaki menekankan bahwa pengiriman ini merupakan gelombang kedua dari visi besar pemerintah daerah untuk memberikan ruang bagi generasi muda berkiprah di kancah global. Saat ini, puluhan anak muda lain tengah mengantre untuk diberangkatkan ke berbagai negara, termasuk Jepang.

Ketiga pemuda tersebut akan mengemban tugas sebagai service crew di Restoran Naef Chicken, Kuwait, dengan masa kontrak kerja selama tiga tahun. Keberangkatan mereka didukung penuh oleh skema pembiayaan yang meringankan beban pekerja migran Indonesia.

Dukungan Finansial: Keberangkatan ini didukung penuh oleh BJB Kota Sukabumi melalui dana talang KUR pekerja migran yang mencakup seluruh biaya pelatihan hingga penempatan.

Persiapan Matang sebelum Penempatan

Sebelum menginjakkan kaki di Kuwait, para peserta menjalani pelatihan intensif selama satu bulan. Asep Sugiharto Kurnia dari Dwi Tunggal Jaya Abadi menjelaskan bahwa pembekalan tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga adaptasi budaya.

"Selain bahasa Inggris, pekerja migran diajarkan pengenalan budaya, hukum negara tujuan, pengenalan tempat kerja, menu makanan, serta pemahaman mengenai hak dan kewajiban pekerja," jelas Asep.

Program Bestari merupakan hasil kolaborasi harmonis antara Pemerintah Kota Sukabumi, Disnaker, pihak perbankan, dan perusahaan penempatan. Langkah ini diharapkan menjadi solusi berkelanjutan dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas bagi warga Kota Sukabumi di pasar internasional. (RO/I-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya