Kerugian akibat Bencana sepanjang 2026 di Kota Sukabumi Capai Rp5 Miliar

Benny Bastiandy
26/4/2026 15:35
Kerugian akibat Bencana sepanjang 2026 di Kota Sukabumi Capai Rp5 Miliar
Pendataan Korban Terdampak Bencana di Kota Sukabumi.(Dok. MI)

KERUGIAN materiel akibat bencana alam sepanjang 2026 di Kota Sukabumi, Jawa Barat, mencapai sekitar Rp5 miliar. Berbagai bencana terjadi kurun tiga bulan atau selama periode Januari-Maret tahun ini.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Sukabumi, Suhendar, menyebutkan pada triwulan I terjadi 118 kali bencana yang mayoritas dipicu curah hujan tinggi. Bencana pada periode tersebut didominasi cuaca ekstrem.

"Hasil rekapitulasi yang tercatat, kurun Januari sampai Maret, dari 118 kali bencana, 99 kali di antaranya kejadian cuaca ekstrem. Sisanya, kebakaran permukiman 10 kali, tanah longsor enam kali, dan gempa bumi tiga kali. Nilai kerugian yang ditimbulkan ditaksir mencapai Rp5 miliar dengan luas area terdampak 3,382 hektare," kata Suhendar, Minggu (26/4). 

Taksiran nilai kerugian satu di antaranya dihitung berdasarkan kerusakan bangunan. Bencana di Kota Sukabumi menimbulkan dampak kerusakan sebanyak 101 bangunan rumah. 

Rinciannya, 15 bangunan rumah rusak berat, 20 bangunan rusak sedang, dan 66 bangunan rusak ringan. Nilai kerugian paling besar berasal dari kebakaran permukiman. "Nilai kerugian akibat kebakaran mencapai Rp2,3 miliar lebih," terang dia.

Suhendar menyebutkan, paling banyak kejadian bencana pada Maret yang tercatat 46 kali. Kemudian pada Januari sebanyak 44 kejadian dan pada Februari sebanyak 28 kejadian. 

Berbagai bencana terjadi menyebar di tujuh wilayah kecamatan. Di Kecamatan Baros tercatat 24 kejadian, di Kecamatan Gunungpuyuh terjadi 18 kejadian, di Kecamatan Warudoyong 18 kejadian, di Kecamatan Lembursitu 16 kejadian, di Kecamatan Cikole 16 kejadian, di Kecamatan Citamiang 14 kejadian, dan di Kecamatan Cibeureum 12 kejadian. 

BPBD mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Sebab, sampai saat ini masih terjadi potensi hujan lebat.

"Untuk antisipasi, kami di BPBD terus melakukan kegiatan mitigasi dengan cara menyasar titik-titik rawan bencana. Kemudian melakukan penanganan untuk mencegah potensi dampak bencana. Bagi masyarakat, kami selalu mengimbau agar menjaga kebersihan lingkungan," pungkasnya. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner