Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
CUACA ekstrem berpotensi mengguyur daerah di 10 daerah di Pantura Jawa Tengah Sabtu (13/9) hingga Minggu (14/9) dini hari, diminta warga mewaspadai bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin puting beliung.
Pemantauan Media Indonesia Sabtu (13/9) malam hujan ringan-sedang masih mengguyur sejumlah daerah di Jawa Tengah, meskipun belum ada laporan terjadi bencana namun diminta warga untuk mewaspadai bencana hidrometeorologi karena cuaca ekstrem kembali berpotensi di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah.
Kesiagaan bencana juga mulai dipersiapkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Tengah, karena kondisi cuaca tidak dapat diprediksikan dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) TLtekah mengeluarkan peringatan kondisi cuaca dengan intensitas tinggi di sejumlah provinsi di Indonesia.
Namun cukup ironi dan memprihatikan di tengah ancaman bencana cukup tinggi, dua dari 28 unit Early Warning System (EWS) atau alat peringatan dini bencana yang dipasang di titik-titik rawan banjir dan longsor di Kota Semarang hilang diduga dicuri orang, sehingga dikhawatirkan mengancam keselamatan warga.
"Betul ada dya EWS yang hilang, salah satunya di aliran Sungai Pudak Payung dan kita sudah laporkan hilangnya Ajat deteksi dini ini ke aparat kepolisian untuk dapat diselidiki," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Semarang Endro Pudyo Martanto.
Kepala BPBD Kabupaten Semarang Alexander Gunawan secara terpisah mengatakan intensitas hujan tinggi diperkirakan akan berlangsung hingga Oktober mendatang, sehingga menghadapi bencana sebagai dampak cuaca ekstrem tersebut telah dilakukan kesiagaan dan nitigadi bencana guna mengantisipasi jatuhnya korban.
BPBD Kabupaten Semarang, lanjut Alexander Gunawan, telah menyusun Kajian Risiko Bencana (KRB) di daerah ini. FGD ketiga terkait rencana kontinjensi (renkon) kebencanaan dengan fokus untuk banjir dan kekeringan. "Kita siagakan dan aktifkan relawan dan desa tanggap bencana," ok. Buahnya.
Sementara itu Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Winda Ratri Sabtu (13/9) malam mengatakan hingga dini hari di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah berpotensi kembali dilanda cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir.
Sejumlah daerah berpotensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah pada malam hingga dini hari, ungkap Winda Ratri, yakni Purbalingga, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Kajen dan Pemalang, sehingga baik pemerintah daerah maupun warga di daerah itu untuk waspada bencana hidrometeorologi.
"Daerah lain di Jawa Tengah masih berpeluang diguyur hujan ringan-sedang pada akhir pekan ini, suhu berkisar 24-29 derajat celcius dan kelembaban udara 65-95 persen," ujar Winda Ratri. (H-2)
Menjelang malam intensitas hujan semakin meningkat hingga mengakibatkan sejumlah daerah mulai tergenang termasuk di antaranya jalur Pantura Semarang-Demak.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menegaskan, langkah mitigasi telah disiapkan untuk merespons dinamika iklim ekstrem tersebut.
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sultra hingga 4 Mei 2026. Waspada banjir dan longsor.
Ibu kota India, New Delhi, mencatatkan suhu tertinggi 42,8 derajat Celsius pada Sabtu (25/4).
Cuaca panas ekstrem di Mekah jadi ancaman serius bagi jemaah haji. Petugas imbau tidak memforsir ibadah, jaga istirahat dan cairan demi hindari heat stroke.
Dalam hitungan menit, suasana yang semula tenang berubah menjadi kepanikan, ketika atap rumah dan genting beterbangan kemudian jatuh ke tanah.
Pemprov Jateng mengintensifkan vaksinasi hewan ternak melalui program Healing untuk mengantisipasi wabah PMK jelang Idul Adha dan menjaga stok hewan kurban.
Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri mengungkap kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Bio Solar di Kabupaten Kendal.
Ia mengatakan kondisi tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah perbukitan dan daerah dengan sistem drainase kurang baik.
Pemprov Jawa Tengah masih mengkaji penerapan PKB dan BBNKB kendaraan listrik menyusul terbitnya Permendagri No 11 Tahun 2026. Simak penjelasannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved