Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MONSIYUR Maksimus Regus ditahbiskan menjadi Uskup Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (1/11) di Gereja Santo Petrus Labuan Bajo. Uskup Maksi mengajak semua orang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dalam membangun relasi sosial di masyarakat.
Pentahbisan Uskup Maksi dilakukan oleh Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo, Uskup Agung Jakarta, didampingi Uskup Agung Ende Mgr. Paulus Budi Kleden dan Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat. Hadir puluhan uskup dari seluruh Indonesia dan ribuan umat Keuskupan Labuan Bajo serta umat keuskupan lainnya di pulau Flores.
“Dunia sedang dihiasi dan disesati berbagai bentuk amarah, kebencian dan permusuhan. Pada hari ini Tuhan menawarkan sebuah pendekatan yang lain dalam relasi kita yaitu cinta yang tak terbatas kepada manusia, hiduplah dalam suasana saling menghargai di tengah dunia yang sedang terpecah” kata Uskup Maksi usai Penahbisan.
Uskup Maksimus mengatakan meskipun ada perbedaan agama, etnis atau latar belakang sosial selalu ada benang merah dasar yang mengikat individu satu sama lain sebagai manusia. Paus Fransiskus menyebutnya dengan kemanusiaan bersama.
Uskup Maksi memilih moto episkopal yaitu Ut Mundus Salvetur Per Ipsum (Supaya Dunia Diselamatkan oleh-Nya). Moto ini memuat empat semangat dasar gereja yang dipimpinnya yakni semangat berjalan bersama (sinodalitas), gereja yang terbuka (ekklesiologie-inklusivistik), semangat solidaritas bagi kaum rentan dan semangat ekologis bagi alam ciptaan.
Pesan Khusus Duta Vatikan
“Kamu pergi Keuskupan Labuan Bajo dan buatlah iman Katolik berakar di sana.” Ini adalah pesan Duta Besar Vatikan-Indonesia, Mgr. Piero Pioppo kepada Uskup Maksi ketika bertemu di rumah Duta Takhta Suci Vatikan di Jakarta, Juni lalu. “Pesan Nuncio Mgr. Piero Pioppo itu terus saya ingat” kata Uskup Maksi
Pesan Duta Vatikan itu menurut Uskup Maksi menjadi sangat penting bagaimana iman umat di Keuskupan Labuan Bajo semakin kuat, semakin mendalam dan menghasilkan buah-buah yang besar dan baik terutama dalam kemanusiaan dan ekologis.
“Tentu ini menjadi tantangan dan yang perlu dilakukan tentu saja membangun, karena ini baru pertama. Yang penting adalah meletakkan pondasi yang kuat. Yang pertama pondasi organisasi keuskupan dan tata pastoral. Tentu dengan kultur baru yang ditawarkan Paus Fransiskus dengan Gereja sinodal” ungkap Uskup Maksi.
Uskup Maksi juga berupaya menjadikan Keuskupan Labuan Bajo menjadi Gereja sinodal. Kolaborasi antara imam, biarawan-biarawati, tarekat, antarumat, keluarga, orang muda dan sebagainya.
Selain itu, Keuskupan Labuan Bajo akan menguatkan evangelisasi menghadapi pertumbuhan pariwisata yang kian pesat di Labuan Bajo.
“Gereja menggunakan ruang ini untuk evangelisasi terutama untuk generasi muda supaya mereka tidak mengalami kebingungan di tengah perubahan. Dua elemen yang sangat krusial orang muda dan keluarga yang berhadapan dengan life style, berhadapan dengan budaya baru yang muncul dengan sangat cepat karena pariwisata yang luar biasa ini” ungkapnya. (H-3)
Uskup Agung Canterbury Dame Sarah Mullally bertemu Paus Leo di Vatikan, memuji sikap tegasnya terhadap ketidakadilan dan perang di tengah ketegangan global.
Paus Leo memperingatkan pemerintahan Trump agar tidak menggunakan nama Tuhan untuk membenarkan kekerasan dalam konflik Iran yang sedang berlangsung.
Paus Leo mengklarifikasi pidatonya tentang biaya perang yang dianggap menyindir Donald Trump. Simak penjelasannya saat melakukan kunjungan ke Afrika.
Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait Paus Leo XIV menuai kritik dari sejumlah pemimpin Eropa. Komentar tersebut dinilai tidak pantas.
JD Vance membela unggahan kontroversial Donald Trump yang menyerupai Yesus sebagai candaan, di tengah ketegangan hubungan antara Gedung Putih dengan Vatikan.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengecam keras pernyataan Donald Trump yang menghina Paus Leo XIV terkait seruan perdamaian dalam konflik AS-Iran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved