Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEDIKITNYA 148 keluarga di tiga desa yakni Nilanapoq, Balauring, dan Tobotani yang tersebar di Kecamatan Omesuri dan Buyasuri, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih berperilaku buang air besar sembarangan.
Kebiasaan buruk itu menyebabkan persentase Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar (BAB) Sembarangan di Kabupaten Lembata baru mencapai 99,6%. Padahal, pemerintah pusat menetapkan target pada 2024 Indonesia 100% ODF.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata Rosadalima Tuto di Lewoleba. Ia menjelaskan Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan adalah kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan. Pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan.
Baca juga : Seorang Ibu di Dusun Hepang-Sikka Ditandu Menuju Puskesmas
"Dari persentasi ODF yang ada, kami berharap ada kerja sama para pihak untuk mencapai target 100% ODF yang ditetapkan secara nasional. Hari ini atas prakarsa NGO Plan, kami menghadirkan 12 kepala puskesmas, bagian sanitarian, dan promosi kesehatan untuk membicarakan strategi percepatan 100% ODF pada 2024," ungkap Rosadalima Tuto, Sekretaris Dinkes Kabupaten Lembata.
PIA Manager Plan Indonesia Lembata, Erlina Dangu, menjelaskan pihaknya mengadvokasi agar Kabupaten Lembata bisa mengejar target 100% ODF pada 2024. "Di 2008, Lembata mendapat apresiasi di level nasional karena ada program inovasi pilar keenam sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) dengan pengasingan ternak," ujar Erlina.
Berbicara di hadapan peserta, Erlina menegaskan penghargaan di level nasional pada saat itu berkat kerja sama Plan dan dinkes yang terus mendorong deklarasi STBM di desa dampingan Plan. "Kalau lihat kembali apresiasi di level nasional itu berarti kerja-kerja Bapak Ibu di Puskesmas untuk penyehatan lingkungan dan sanitasi. Tahun ini kita semua ditantang mewujudkan 100% ODF, terutama pilar satu, dilarang buang air besar sembarang tempat. Ada yang perlu dikejar yakni 2% masih buang air besar sembarangan, 148 keluarga tersebar di 12 wilayah puskesmas di 9 kecamatan. Kita butuh komitmen bersama untuk mencapai 100% ODF pada 2024," tandas Erlina.
Plan Indonesia menggagas pertemuan bersama itu guna membangun komitmen bersama untuk percepatan pencapaian Lembata 100% ODF pada 2024. (PT/Z-2)
Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan anggota aktif Polri, institusi yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga hukum dan keadilan.
WARGA Desa Kiritana, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), terpaksa menggotong peti jenazah menyeberangi sungai yang dalam dan berarus deras.
Sekitar 400 wisatawan kapal pesiar mampir di Waingapu selama 36 jam sejak bersandar di Pelabuhan Waingapu, Sumba Timur, Kamis pagi, (16/4/2026).
Pemerintah Kabupaten Flores Timur, NTT, menetapkan status tanggap darurat bencana mulai 9 April hingga 8 Juli 2026 pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 4,7.
PERNYATAAN Bupati Nagekeo Simplisius Donatus terkait polemik proyek jalan Inpres Mauponggo-Puuwada kembali menuai kritik.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) gempa Sumba tersebut terjadi pada pukul 18.41 WIB.
BNPP mendorong para mahasiswa untuk memanfaatkan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) sebagai laboratorium belajar lapangan di perbatasan
Myscha, siswi SD di Manggarai Timur, NTT, kirim surat ke Presiden Prabowo. Ia curhat soal Makan Bergizi Gratis, takut keracunan, hingga kondisi sekolah rusak.
Dua wisatawan asal Spanyol di evakuasi medis dari perairan Pulau Padar, karena mengalami lemas, pusing, dan muntah.
Johni Asadoma menegaskan program rumah layak huni harus menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
BNI memberdayakan ratusan perempuan penganyam di Pulau Solor melalui program berkelanjutan. Fokus pada peningkatan ekonomi, kualitas produk, hingga penanganan stunting di NTT.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved