Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GERAK tari khas Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) di pelabuhan, senyum ramah para pelajar, hingga deretan tenun yang memikat mata menjadi pengalaman pertama yang menyambut ratusan wisatawan kapal pesiar saat menjejakkan kaki di Sumba Timur. Bagi mereka, kunjungan ini bukan sekadar singgah, tetapi perjumpaan dengan budaya dan keramahan yang berkesan.
Sekitar 400 wisatawan kapal pesiar mampir di Waingapu selama 36 jam sejak bersandar di Pelabuhan Waingapu, Kamis pagi, (16/4/2026). Kunjungan ini menjadi momentum penting setelah sebelumnya beberapa kapal pesiar dikabarkan batal singgah di kota tersebut.
Kedatangan para wisatawan tidak sekadar menjadi agenda singgah, tetapi juga menghadirkan ruang interaksi yang hidup antara tamu dan tuan rumah. Turun dari kapal, mereka disambut tarian khas Sumba oleh pelajar sekolah dasar, sebelum kemudian dipandu oleh pelajar sekolah kejuruan pariwisata yang bertugas memberikan informasi terkait akses transportasi dan destinasi wisata di Sumba Timur.
Di area pelabuhan, deretan tenda UMKM turut menyambut dengan ragam kerajinan, terutama kain tenun khas Sumba, menjadi pintu awal bagi wisatawan mengenal kekayaan lokal. Bagi para pelajar, keterlibatan ini menjadi pengalaman berharga.
"Saya mereka sangat senang sekali ini pengalaman pertama saya bisa berinteraksi langsung dengan wisatawan asing. Awalnya memang sedikit gugup, tetapi kemudian bisa luwes berkomunikasi," ujar Onike salah satu pelajar yang dipercayakan memandu atau memberikan informasi kepada wisatawan.
Menurutnya, berkomunikasi dengan wisatawan asing perlu dilakukan dengan santai namun tetap informatif. Ia pun membagikan berbagai destinasi unggulan seperti air terjun Tanggedu, kampung adat Prainatang, gereja Maria Bunda Selalu Menolong Kambajawa, Pantai Walakiri, hingga Bukit Sabana.
"Jadi tidak hanya jelaskan soal tempatnya saja tetapi juga bagaimana akses, transportasinya dan hal - hal apa yang menarik atau unik di tempat - tempat tersebut," ujarnya.
Pengalaman berkesan juga dirasakan para wisatawan. Katty, salah satu turis, mengaku terpukau dengan keindahan alam dan keramahan masyarakat Sumba Timur. "Saya kunjungi air terjun, ke pantai, ke kampung adat, setiap orang kami jumpai membantu kami,"katanya.
Ia mengaku kekayaan budaya Sumba menjadi daya tarik tersendiri, terlebih dengan cerita-cerita yang disampaikan pemandu lokal yang memperkaya pemahamannya selama perjalanan.
Sementara itu, Joe, wisatawan lainnya, mengungkapkan ketertarikannya pada budaya lokal, khususnya tenun tradisional. "Saya ke Kampung Adat Prailiu. Di sana saya melihat kain tenun dan bagaimana orang mengerjakannya. Sangat menarik," ujarnya.
Menurutnya, masyarakat Sumba yang tampil apa adanya justru memberikan pengalaman yang berbeda dan berkesan selama kunjungannya.
General Manager Pelindo, Imam Haromain, menjelaskan bahwa durasi kunjungan kali ini tergolong paling lama, yakni 36 jam, sehingga memberi ruang lebih luas bagi wisatawan untuk mengeksplorasi Sumba Timur.
"Tentu kita harapkan bisa berdampak bagi pariwisata Sumba Timur termasuk juga UMKM," ujarnya.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman wisatawan. Menurutnya, kesan yang baik tidak hanya ditentukan oleh fasilitas, tetapi juga interaksi, pertukaran pengalaman, dan cerita yang dibawa wisatawan ke luar daerah.
Keterlibatan pelajar dalam penyambutan dan pemanduan juga dinilai strategis. Selain memberi pengalaman langsung, hal itu sekaligus menumbuhkan rasa cinta generasi muda terhadap budaya lokal.
"Perpaduan antara keindahan alam, kekayaan budaya, dan interaksi yang hangat, kunjungan ini menjadi lebih dari sekadar persinggahan, melainkan bagian dari upaya membangun citra Sumba Timur di mata dunia," pungkasnya. (H-3)
Yayasan Astra–Yayasan Pendidikan Astra Michael D Ruslim (YPA MDR) menjalankan program pemberdayaan pendidikan di Sumba Timur pada 10–11 April 2026.
Desa Laipandak di Sumba Timur sukses dongkrak hasil panen jagung lewat Perdes Penertiban Ternak. Model ini jadi solusi konflik agraria dan ekonomi warga.
SEBAGAI kabupaten terluas di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan luas wilayah sekitar 7.000 kilometer persegi, potensi lahan di Kabupaten Sumba Timur belum tergarap maksimal.
Sofiani Temba Kanggu, 46, warga Desa Mondu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan hilang saat beraktivitas di Sungai Mondu pada Minggu (22/2).
Pelaku mendatangi rumah korban dan menawarkan program investasi bank bernama Get Reward.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved