Kolaborasi Perempuan Astra Majukan Pendidikan di Sumba Timur

Naufal Zuhdi
12/4/2026 23:30
Kolaborasi Perempuan Astra Majukan Pendidikan di Sumba Timur
Yayasan Astra–Yayasan Pendidikan Astra Michael D Ruslim (YPA MDR) menjalankan program pemberdayaan pendidikan di Sumba Timur pada 10–11 April 2026.(Dok. Yayasan Astra)

UPAYA memperkuat kualitas sumber daya manusia di wilayah Indonesia Timur terus mendapat dorongan dari sektor swasta. Salah satunya melalui inisiatif berbasis kolaborasi komunitas yang berfokus pada peningkatan akses dan kualitas pendidikan di daerah dengan keterbatasan sarana.

PT Astra International Tbk melalui Yayasan Astra–Yayasan Pendidikan Astra Michael D Ruslim (YPA MDR) menjalankan program pemberdayaan pendidikan di Sumba Timur pada 10–11 April 2026. Kegiatan ini menggandeng komunitas Perempuan Astra dalam skema volunteering program yang menyasar penguatan ekosistem pendidikan di tingkat SD, SMP, hingga SMK.

Program tersebut menjangkau 14 sekolah binaan serta wilayah Desa Sejahtera Astra di Sumba Timur. Sebanyak 12 relawan Perempuan Astra yang terdiri dari karyawan hingga jajaran eksekutif Grup Astra terlibat langsung dalam kegiatan berbagi pengalaman, diskusi, serta pendampingan bagi siswa, guru, dan orang tua.

Selain kegiatan edukatif, program ini juga diikuti dengan penyaluran bantuan sarana pembelajaran. Sejumlah entitas di bawah Grup Astra seperti PT Astra Agro Lestari Tbk, PT Suprabari Mapanindo Mineral, FIFGROUP, PT United Tractors Tbk, dan PT Gaya Motor turut berkontribusi dalam distribusi 17 unit laptop, 18 tablet, 20 paket alat permainan edukatif, serta 308 buku dan paket alat tulis kepada perwakilan sekolah binaan.

Ketua Pengurus Yayasan Astra–YPA MDR Gunawan Salim menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, program ini menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem pendidikan di daerah binaan.

"Ke depan, kami berharap program serupa dapat terus dilanjutkan di daerah binaan lainnya, sebagai upaya bersama dalam menghadirkan dampak yang berkelanjutan bagi pendidikan di Indonesia," ujarnya dikutip dari siaran pers yang diterima, Minggu (12/4).

Sementara itu, Ketua Bidang Kesejahteraan Sosial Komunitas Perempuan Astra yang juga Division Head of Corporate Information System & Technology Astra, Elmira Pirianti, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kontribusi Perempuan Astra dalam menciptakan dampak sosial berkelanjutan.

Melalui tema Vision & Purpose: Empowering the Next Generation, program ini tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan dan pengalaman, tetapi juga menumbuhkan semangat, kepercayaan diri anak-anak, serta memperkuat peran keluarga dan guru dalam mendukung pendidikan.

"Kami percaya ketika seluruh pihak bersatu untuk mendukung mimpi dan cita-cita anak-anak, maka generasi berikutnya akan tumbuh lebih kuat," jelasnya.

Lebih dari sekadar kegiatan sosial, kolaborasi ini mencerminkan sinergi antara komunitas Astra dan yayasan dalam menghadirkan dampak jangka panjang. Setiap inisiatif yang dijalankan melalui Yayasan Astra–YPA MDR dirancang sebagai bagian dari perjalanan berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di wilayah Indonesia Timur.

Kehadiran Perempuan Astra dalam program ini juga menjadi representasi semangat berbagi dan kepedulian, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas lintas unit bisnis dan yayasan di dalam Grup Astra. Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong partisipasi lebih banyak pihak dalam pembangunan pendidikan nasional.

Saat ini, Yayasan Astra–YPA MDR membina 184 sekolah negeri yang tersebar di 9 provinsi dan 18 kabupaten, meliputi 131 sekolah dasar, 37 sekolah menengah pertama, serta 16 sekolah menengah atas dan kejuruan. Program tersebut menjangkau lebih dari 2.953 guru dan 40.372 siswa di berbagai wilayah, termasuk Bogor, Gunungkidul, Bantul, Lampung Selatan, Pacitan, Serang, Kupang, Rote Ndao, Kapuas, Barito Utara, Tangerang, Majalengka, Manggarai Timur, Penajam Paser Utara, Lebak, Sumba Timur, Kutai Barat, dan Seram Bagian Barat.

Dalam implementasinya, yayasan menerapkan pola pembinaan selama lima tahun dengan empat pilar utama, yaitu karakter, akademik, kecakapan hidup, serta seni dan budaya. Keempat pilar tersebut diintegrasikan dalam kurikulum melalui pembelajaran intrakurikuler, pelatihan, serta pendampingan intensif bagi sekolah binaan.

Sejalan dengan butir pertama filosofi Astra, Catur Dharma, yaitu 'Menjadi Milik yang bermanfaat bagi Bangsa dan Negara,' yayasan ini memiliki visi menjadi lembaga sosial yang terkemuka dan kredibel di bidang pendidikan, khususnya di daerah. Fokusnya tidak hanya pada peningkatan akademik, tetapi juga penguatan karakter, kompetensi hidup, serta pemahaman seni dan budaya sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional.

Dalam perannya sebagai agent of change dan agent of development, Yayasan Astra–YPA MDR turut mendorong peningkatan mutu pendidikan melalui pengembangan sumber daya manusia, kurikulum, manajemen sekolah, serta penyediaan sarana dan prasarana sesuai standar mutu pendidikan nasional.

Melalui langkah yang dilakukan secara konsisten, Astra menempatkan sektor pendidikan sebagai salah satu pilar utama kontribusi sosial perusahaan, dengan harapan dapat menciptakan dampak berkelanjutan bagi generasi masa depan Indonesia. (Fal/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Mirza
Berita Lainnya