Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Rae Suryana, seorang pria berusia 66 tahun, warga Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, membuka sayembara dengan total hadiah Rp250 juta. Tantangannya adalah mendamaikan keluarganya yang sudah berkonflik selama bertahun-tahun.
Rae tampaknya sudah tidak sanggup menangani masalah keluarga yang dihadapinya. Namun, itu tidak membuat semangatnya untuk mewujudkan perdamaian surut. Oleh karena itulah sayembara digelar.
"Saya akan memberikan uang tunai sebesar Rp250 juta bagi siapa saja yang bisa mendamaikan konflik yang terjadi antara anak perempuan, anak laki-laki, istri dan menantu saya. Hanya satu syarat, keluarga harus menurut, tidak bertentangan dengan hukum agama, negara dan adat," ujar Suryana, saat mengumumkan sayembara di Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (11/1).
Baca juga : Seorang Ayah Gelar Sayembara Rp250 Juta untuk Bisa Damaikan Keluarganya
Sayembara tersebut dibuka tanpa batas waktu. Tenggat waktu ditiadakan karena ia menyadari upaya itu tidak akan mudah. Ia sendiri sudah berkali-kali gagal.
"Saya sudah melakukan 11 langkah mediasi bersama keluarga namun selalu gagal," tuturnya.
Putus komunikasi selama 2 tahun
Baca juga : Anak Kembar Terpisah 20 Tahun akibat Mitos
Ia mengaku dirinya sudah lebih dari dua tahun tidak berkomunikasi dengan istri dan ketiga anaknya. Ia pun merasa semakin terusir karena kini istrinya melayangkan gugatan cerai. Tidak hanya itu, ia juga menghadapi gugatan perdata atas rumah yang ditinggalinya sekarang.
"Untuk sengketa rumah sedang dalam tahap mediasi dan saya sedang digugat cerai oleh istri. Selama ini, saya sudah berusaha melakukan upaya musyawarah namun selalu gagal dan mediasi di Pengadilan Negeri (PN) Kelas I A belum membuahkan hasil karena keluarga saya selalu mewakilkan pengacara," jelas Rae.
Dengan kondisi yang sangat memprihatinkan itu, ia tetap ingin keluarganya baik kembali. Ia tidak peduli berapa besar biaya yang harus dikeluarkan untuk mewujudkan itu.
"Berapa pun biayanya, kalau perlu sepanjang hidup saya, saya akan habiskan untuk menyelesaikan masalah," tandasnya (Z-11)
Mengulas kembali Tragedi Trowek 1995, kecelakaan kereta api maut di Tasikmalaya akibat rem blong yang menjadi pelajaran berharga bagi keselamatan transportasi Indonesia.
Gempa magnitudo 4,0 mengguncang Kabupaten Tasikmalaya dini hari, Selasa (28/4). BMKG memastikan gempa tak berpotensi tsunami, getaran dirasakan di sejumlah wilayah.
Lima pekerja bangunan di Salopa, Tasikmalaya, tersambar petir saat istirahat. Empat orang luka ringan, satu pekerja jalani perawatan intensif akibat luka bakar.
Seorang bocah di Tasikmalaya meninggal dunia setelah 25 hari dirawat akibat gigitan ular weling saat tidur. Simak kronologi lengkapnya di sini.
Sebanyak 445 jemaah haji Kloter 04 KJT asal Kota Tasikmalaya diberangkatkan Kamis (23/4) pagi setelah mengalami perubahan jadwal keberangkatan.
Iyan Yuliantini, pensiunan guru SLB di Tasikmalaya, merintis UMKM telur asin dengan melibatkan alumni SLB untuk mewujudkan kemandirian ekonomi disabilitas.
Survei Sun Life 2026 mengungkap 57% perempuan Indonesia abaikan kesehatan demi keluarga. Simak tantangan finansial dan beban sandwich generation di sini.
Guru Besar IPB Prof Euis Sunarti menekankan pentingnya pembangunan ramah keluarga sebagai basis kebijakan nasional untuk mengatasi depresi remaja dan kemiskinan.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Minggu (22/3), ayah Vidi, Harry Kiss, membagikan potret dirinya bersama sang istri di depan rumah.
Sejalan dengan imbauan Pemerintah, masyarakat diajak untuk menikmati waktu berkualitas bersama keluarga dengan mengurangi paparan gawai.
Orangtua didorong untuk menciptakan proyek sederhana di rumah, seperti membuat karya tulis atau pengamatan alam di sekitar rumah untuk memicu rasa ingin tahu.
Saat berbuka adalah puncak kebahagiaan setelah seharian menahan lapar dan haus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved