Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Satyawan Pudyatmoko mengatakan pada hari ketiga kebakaran hutan Gunung Merbabu, api terus meluas ke sejumlah wilayah hingga ke kabupaten Boyolali.
“Hingga kini api terus meluas meskipun upaya pemadaman terus dilakukan. Hingga Minggu pagi wilayah kawasan hutan Merbabu yang telah terbakar mencapai sekitar 489 hektare,” ujarnya saat dihubungi Media Indonesia pada Minggu (29/10).
Satyawan mengungkapkan bahwa pemadaman api terkendala sejumlah hal, salah satunya sulitnya medan hutan yang penuh dengan rumput belukar, sehingga membutuhkan usaha lebih ekstra untuk mengalirkan air.
“Ada beberapa medan hutan yang sulit dicapai manusia dan kendaraan darat. Selain itu, di atas juga banyak semak, rumput kering sehingga membuat asap semakin tebal. Rumput-rumput itu bahan yang mudah terbakar, selain itu cuaca dan angin yang tidak menentu juga mempengaruhi tingkat kesulitan pemadaman,” jelasnya ujarnya.
Baca juga: Terdampak Kebakaran Gunung Merbabu, Puluhan Warga Dievakuasi dan Dirawat
Saat ini pihak KLHK dan petugas gabungan serta relawan masyarakat terus berupaya memadamkan api melalui jalur darat dengan membuat sekat bakar agar kebakaran tidak semakin meluas. Tak hanya itu, saat ini pemadaman juga telah diupayakan melalui udara menggunakan water bombing bersama BNPB
“Sudah dilakukan secara maksimal penyekatan bakar di beberapa titik lokasi api, sekarang kita upayakan lewat pemadaman dengan water bombing, kami sudah koordinasi dengan pihak terkait tapi ini masih dalam proses,” ucapnya.
Hingga saat ini kebakaran yang melanda hutan Gunung Merbabu, Jawa Tengah terjadi di sejumlah titik kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Merbabu mulai dari wilayah Desa Tajuk, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang dan kini merambat ke Boyolali.
Kendati demikian, Satyawayn menyatakan hingga saat ini belum ada evakuasi warga di wilayah Boyolali akibat Karhutla di Gunung Merbabu. Sementara untuk wilayah lainnya yang telah terdampak, sekitar 391 orang warga sudah dievakuasi.
Baca juga: Puluhan Petugas Gabungan Padamkan Kebakaran Hutan Papandayan di Garut
Sementara ini, belum diketahui penyebab kebakaran namun diduga karena efek kemarau berkepanjangan. “Hal itu bisa terjadi karena ada gesekan antara satu barang dengan barang lainnya antar batang pohon, sehingga timbul percikan api, dan dikarenakan di sana terjadi yang sangat kekeringan itu terjadi kebakaran,” jelasnya.
Sementara itu, kebakaran hutan yang terjadi membuat jalur pendakian Gunung Merbabu harus ditutup sampai batas waktu yang belum ditentukan. Penutupan jalur pendakian ini dikonfirmasi oleh Balai Taman Nasional Gunung Merbabu melalui akun resmi instagramnya @btn_gn_merbabu.
“Sehubungan dengan adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan di wilayah Taman Nasional Gunung Merbabu, seluruh jalur pendakian ditutup mulai 28 Oktober 2023 sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan,” kata Plt Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb), Nurpana Sulaksono pada Sabtu (28/10).
Terpisah, Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG Fachri Radjab memprakirakan hujan mulai turun di seluruh wilayah Jawa Tengah pada dasarian ketiga Oktober. Terutama di pegunungan tengah Jateng dan sebagian wilayah selatan meskipun masih termasuk kriteria rendah (0-50 milimeter).
“Saat ini beberapa provinsi rawan karhutla di beberapa provinsi Pulau Jawa, lalu Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan sedang dalam periode peralihan musim dari musim kemarau ke musim hujan. Sedangkan provinsi Riau dan Kalbar sudah mulai memasuki musim hujan,” jelasnya.
(Z-9)
Musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dari biasanya, membentang dari April hingga Oktober.
Kebakaran hutan di Jepang, tepatnya di Otsuchi, Prefektur Iwate, menghanguskan 1.373 hektare lahan. 3.000 warga dievakuasi dan personel militer dikerahkan.
Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) mendorong penguatan langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul adanya potensi fenomena El Nino pada pertengahan tahun 2026.
BMKG mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Riau untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebelum puncak musim kemarau tiba.
Fenomena El Nino membuat musim kemarau 2026 datang lebih awal, lebih panjang, dan lebih kering.
Sinergi antara dunia usaha dan perguruan tinggi dinilai kian penting dalam menjawab tantangan pengelolaan hutan berkelanjutan di Indonesia.
Kamu lagi dalam periode menjadi pecinta alam atau atlet?
Terkena dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Gunung Merbabu, puluhan warga Dusun Ngaduman, Desa Tajuk, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang dievakuasi.
"Ini kemeriahan yang selalu dilakukan petani Merbabu di setiap perayaan HUT RI. Sang Saka Merah Putih Raksasa, kita bentangkan di tegalan dan memberi hormat,"
GUBERNUR Ganjar Pranowo mengunjungi kaki Gunung Merapi dan Merbabu di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jateng. Ganjar kagum dengan pesona pariwisata yang ada di wilayah tersebut.
Kemunculan awan tersebut tidak terkait dengan pertanda akan terjadinya bencana. Namun, awan ini berbahaya bagi aktivitas penerbangan karena bisa mengakibatkan turbulensi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved