Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
OPERASI teknologi modifikasi cuaca (TMC) di wilayah Riau dijadwalkan mulai Kamis (21/7). Langkah itu bertujuan mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut.
Namun, operasi TMC untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Riau masih menunggu kesiapan pesawat dari TNI/AU. Padahal, awalnya operasi tersebut direncanakan pada hari ini.
"Tadi sudah jadi opening di Posko Lanud Roesmin Nurjadin. Tapi, pesawatnya masih belum bisa bergabung. Masih dalam pemeliharaan di Skadron 4 Malang. Eksekusi penyemaian mundur beberapa hari, menyesuaikan kedatangan pesawat," ujar Koordinator Laboratorium Pengelolaan TMC Budi Harsoyo, Kamis (21/7).
Baca juga: Titik Panas di Babel Terus Bertambah
Pihaknya belum bisa memastikan kapan pesawat untuk operasi TMC akan siap. Namun, Budi berharap pada akhir pekan ini, operasi TMC sudah bisa berjalan.
Adapun pada Jumat (15/7) lalu, pihaknya telah mengirim sejumlah alat dan bahan semai 16 ton NaCl. "Karena ini adalah permintaan dari BRGM, fokus kami ke lahan gambut. Tapi, tidak berarti kalau ada potensi di tanah mineral, lalu kami abaikan. Rencana TMC dilakukan 11 hari," jelasnya.
Berdasarkan data yang diakses di laman sipongi.menlhk.go.id, pemantauan satelit NASA-SNPP menemukan titik panas dengan kategori high confidence muncul di sejumlah wilayah. Seperti, Kalimantan Barat, Sumatra Utara, Riau dan Jawa Timur.
Baca juga: BMKG: Kenaikan Suhu 1 Derajat Saja Dapat Timbulkan Bencana Hidrometeorologi
Sebelumnya, operasi TMC telah dilakukan di Riau pada April 2022 lalu. Adapun, operasi itu berhasil meningkatkan curah hujan di wilayah tersebut sebesar 15%. Operasi serupa juga dilakukan Sumatera Selatan dan Jambi pada Mei 2022.
Diketahui, itu berhasil meningkatkan curah hujan sebesar 29,6-30,5% untuk wilayah Sumatra Selatan, lalu 6,7-13,1% untuk wilayah Jambi. Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK Basar Manullang menyebut pihaknya terus melakukan pemantauan potensi karhutla di berbagai wilayah.
“Sejak awal tahun, sudah dilakukan upaya pencegahan karhutla. Seperti, patroli pencegahan karhutla, baik secara mandiri oleh Manggala Agni, atau secara terpadu bersama anggota TNI-Polri, berikut Masyarakat Peduli Api (MPA) dan tokoh masyarakat," terangnya.(OL-11)
Edukasi kepada masyarakat menjadi fokus utama dalam strategi pencegahan. Karena, kesadaran warga adalah faktor krusial dalam mengurangi risiko karhutla.
Wilayah rawan karhutla di Bangka antara lain Belinyu, Bakem, Puding dan Lintas Timur Bangka.
Musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dari biasanya, membentang dari April hingga Oktober.
TIM gabungan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, Minggu (26/4) siang berhasil memadamkan terjadinya karhutla.
Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau saat ini telah melejit 20 kali lipat menjadi 8.555,37 hektare dibanding 2025.
Salah satu dampak bencana adalah kekeringan akibat musim kemarau panjang. Warga Pekanbaru juga diingatkan untuk tidak membakar lahan.
Rencana operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sebagai upaya pencegahan akan dilaksanakan di enam provinsi rawan karhutla.
Indonesia telah berhasil menurunkan angka deforestasi sampai titik terendah pada tahun 2021-2022 sebesar 104 ribu ha.
Kolombia berencana mengurangi sebagian dari 166 kuda nil yang diimpor Pablo Escobar tahun 1980an guna mengendalikan populasinya di Sungai Magdalena.
Penerapan nilai ekonomi karbon diharapkan dapat menjadi mekanisme untuk menjadikan aksi-aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim lebih efektif, efisien, inklusif, dan transparan.
Tim BBPPTP Ambon melakukan kegiatan pengendalian hama dan penyakit busuk buah basah dan kering pada tanaman pala dengan peninjauan CPCL di tiga lokasi.
Kondisi air dan udara, terutama di Ibu Kota Jakarta, yang akhir-akhir ini semakin memprihatinkan. Polusi udaranya memburuk dan masuk dalam kategori tidak sehat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved