Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERNYATAAN Anggota DPR RI Deddy Yevri Hanteru Sitorus dikecam. Aliansi Rakyat Kalimantan Utara menyesalkan ucapan Deddy yang disampaikan melalui akun media sosialnya tersebut.
Dalam statusnya, Deddy menyebut bahwa, "Di Kaltara banyak elit dan rakyat punya gelar PHD Pemimpin Haus Duit dan Penggemar Hiburan Dangdut."
"Kalimat saudara Deddy Yevri Hanteru Sitorus adalah tuduhan keji tidak berdasarkan fakta serta data, karena menuduh seluruh pemimpin dan rakyat se-Kalimantan Utara (Kaltara) haus duit," kata Koordinator Aliansi Rakyat Kalimantan Utara Hasbullah, dalam keterangannya yang kutip, Kamis (4/11).
Menurut dia, sebagai anggota dewan yang terhormat, Deddy seharusnya bisa menjadi teladan bagi masyarakat Kalimantan Utara. "Bukan menurut kami sering membuat pernyataan yang mengganggu stabilitas dan menimbulkan kegaduhan di kalangan masyarakat Kalimantan Utara," ujarnya.
Hasbullah menilai, sebagai anggota dewan yang memiliki banyak instrumen untuk memperbaiki tatanan di Kalimantan Utara, Deddy seharusnya menggunakan hal tersebut pada ruang dan aturan yang benar. Sehingga bisa membuktikan ucapannya, serta mengambil tindakan.
"Atau bahkan mengetahui siapa pemimpin haus duit dan bergentayangan di Kalimantan Utara, untuk memberikan peringatan secara formal atau bahkan melaporkan kepada pihak yang berwajib atau institusi hukum terkait lainnya," ungkap Hasbullah.
"Tidak sebaliknya mengumbar pernyataan yang mengandung unsur fitnah," sambung dia.
Aliansi berpandangan, pernyataan Deddy telah melukai hati rakyat Kalimantan Utara. Apalagi, kata Hasbullah, hal seperti ini kerap dilakukan Deddy.
"Sering dilakukan berkali-berkali, sehingga apabila tidak diambil tindakan hukum dan upaya lainnya, maka apa yang dituduhkan oleh saudara Deddy Yevri Hanteru Sitorus adalah benar," tandasnya.
"Sehingga kami dari Aliansi Rakyat Kaltara Menggugat memberikan pernyataan sikap secara terbuka dan menjadi perhatian serius agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi di masa yang akan datang," lanjut Hasbullah. (OL-13)
Baca Juga: Pemerintah Akan Tambah Stok Vaksin Covid-19 Untuk Sumut
Studi terbaru Pew Research Center mengungkap alasan di balik penggunaan media sosial oleh remaja. Dari hiburan di TikTok hingga koneksi di Snapchat, simak dampaknya.
Pemerintah Norwegia akan ajukan RUU larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun demi lindungi kesehatan mental dan membatasi pengaruh algoritma pada anak.
Informasi tidak lagi hanya diproduksi oleh jurnalis, tetapi juga oleh influencer yang mengemas isu publik menjadi konten singkat, cepat, dan menarik perhatian.
Penulis Nadhifa Allya Tsana (Rintik Sedu) menilai media sosial kini menjadi platform efektif untuk mendekatkan budaya literasi kepada generasi muda.
KPAI mengapresiasi langkah Meta yang telah menunjukkan kepatuhan terhadap Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggara Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas).
Presiden Prabowo Subianto menceritakan pengalamannya menjadi korban deepfake AI yang membuatnya mahir pidato bahasa arab hingga bernyanyi merdu. Simak peringatannya soal bahaya hoaks!
Hingga tahun 2025, capaian rehabilitasi mangrove M4CR di Provinsi Kalimantan Utara seluas 6.543 hektare.
Hingga 1 Desember 2025, Kementerian Kesehatan RI mencatat 139.298 kasus dengue secara nasional dengan 583 kematian.
Pertemuan ini diharapkan menjadi fondasi kuat untuk segera ditindaklanjuti dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU).
Genjot Perolehan Kursi, Surya Paloh Bakar Semangat Kader Nasdem Kaltara
Polda Kalimantan Utara telah menyampaikan rekaman CCTV kepada keluarga Brigadir SH disaksikan pengacara dan Kompolnas.
KAPOLDA Kalimantan Utara (Kaltara) Irjen Daniel Aditya Jaya berpotensi diperiksa terkait kematian ajudannya, Brigadir Setyo Herlambang (SH).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved