Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GUNA menjawab tantangan zaman yang semakin maju, para guru dan siswa harus berpikir dan bermental wirausahawan. Hal itu ditegaskan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia Nadiem Anwar Makarim saat melakukan kunjungan kerja ke Papua Barat dengan mengunjungi SMK Negeri 3 Kota Sorong, Papua Barat, Rabu (10/2).
Dalam kunjungannya, Mendikbud yang didampingi para Dirjen menyempatkan waktu untuk berkeliling di dalam lingkungan SMKN 3. Rombondan Mendikbud juga bertatap muka dengan kepala sekolah, guru dan para siswa SMK Negeri 3 Kota Sorong. Tetapi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
"Yang menjadi impian saya adalah SMK yang unggul itu anak-anaknya dalam teknik vokasinya, direbutin sama semua politeknik bahkan PTMDH, UI, UGM. Jadi mereka berkompetisi untuk anak-anak hebat dari SMK tersebut," ungkapnya dalam tatap muka di SMK Negeri 3 Kota Sorong.
Baca Juga: Mendikbud Kunjungi 5 Sekolah di Bogor, Tampung Aspirasi Para Guru
Dijelaskan Nadiem, SMK yang unggul adalah SMK yang bukan berpikir hanya dari sisi sistem pendidikan, tapi SMK yang berpikir seperti wirausahawan dan enterpreneur. Yaitu yang terus memikirkan bagaimana caranya bisa membuat produk atau layanan yang lebih hebat dan dapat dijual lebih banyak.
"Hanya dengan cara itulah kita bisa mengembangkan sumber daya manusia yang inovatif dan hebat. Kalau produk kita gitu-gitu doang, dari mana anak itu akan belajar menjadi hebat. Jadi mindset dari pada kepala sekolah, guru-guru, dan murid SMK harus diubah menjadi enterpreneur,'' harapnya. ''Bayangkan saya ini sebagai seorang wirausahawan, SMK ini milik saya, harus saya apakan ya. Di situlah kita akan mendapatkan return dari investment yang luar biasa besarnya untuk SMK, dibandingkan SMA dan lain-lain," bebernya.
Nadiem ingin melihat para kepala sekolah dan guru-guru SMK yang ada di Papua Barat, khususnya Kota Sorong, dapat berpikir 2, 3, 4 langkah ke depan. Karena menurutnya, untuk membuat Kota Sorong maupun Papua menjadi salah satu tempat vokasi kelas dunia, maka harus dilakukan lompatan dan tidak bisa hanya jalan-jalan saja.
"Walaupun kadang-kadang kita gagal dalam perubahan tersebut. Keberanian untuk siap gagal, tapi asal kita maju terus itu adalah kunci bagi kepala sekolah dan guru-guru SMK. Karena itulah yang ingin kita turunkan kepada anak-anak kita," Pungkas Menteri Nadiem. (MS/OL-10)
JPU menolak pledoi Sri Wahyuningsih dan Mulyatsyah dalam kasus korupsi Chromebook Kemendikbud. Sidang duplik dijadwalkan 27 April 2026.
Gogot menyebut harga satuan perangkat yang dibeli pemerintah sebesar Rp5,2 juta tanpa paket Chrome Device Management (CDM ).
Saksi Sutanto ungkap peran dominan Jurist Tan dalam sidang korupsi pengadaan laptop Kemendikbudristek yang menyeret nama Nadiem Makarim.
Dalam persidangan, terlihat juga istri Nadiem, Franka Franklin, serta ibunda Nadiem, Atika Algadrie, yang sudah hadir dan menyambut Nadiem sejak masuk ke ruang sidang.
KEMAMPUAN membaca bukan bawaan lahir. Otak manusia tidak dirancang untuk itu. Itu ialah penemuan budaya yang baru
Penulisan sejarah pun perlu melakukan analisis dan ditulis dengan kritis dan pemikiran yang terbuka.
Majelis Hakim Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat membatasi waktu pembuktian bagi terdakwa Nadiem Makarim dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi Chromebook.
Sidang korupsi Chromebook dengan terdakwa Nadiem Makarim ditunda karena pengacara absen dan terdakwa sakit. Ini penjelasan lengkap dari hakim dan jaksa.
Sejak perkara ini mulai disidangkan pada Desember 2025, kesehatannya dilaporkan tidak menentu. Ia juga diketahui sempat menjalani operasi sebelumnya, yang menyebabkan agenda pembacaan
Dalam keterangannya, Nadiem menilai terdapat kejanggalan dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menganggap CDM sebagai sumber kerugian negara.
Ibam yang dikenal sebagai salah satu engineer terbaik Indonesia, itu terancam hukuman total 22 tahun penjara jika tidak mampu membayar uang pengganti tersebut.
Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, mengungkapkan bahwa kondisi kesehatannya masih belum stabil di tengah proses persidangan yang tengah ia jalani.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved