Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBANGUNAN waduk dan bendungan diyakini menjadi solusi mitigasi bencana banjir di Kalimantan Selatan dimasa datang. Hasil analisa Pemprov Kalsel, pemicu utama bencana banjir besar yang melanda 11 kabupaten/kota di wilayah tersebut adalah anomali curah hujan mencapai 8,9 kali lipat curah hujan normal.
"Hasil analisa Pemprov Kalsel bencana ini merupakan bencana Hedrometeorologi, akibat tingginya curah hujan yang turun pada 11-14 Januari mencapai 446 mm atau 8,89 kali lipat curah hujan normal. Cuaca ekstrim ini juga merupakan siklus 50 tahunan bencana," ungkap Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar, Selasa (19/1).
Hasil analisa ini akan menjadi bahan dalam perancangan pembangunan atau RTRW Provinsi Kalselnke depan. Salah satu upaya antisipasi bencana ke depan adalah pembangunan waduk atau bendungan. "Rencana pembangunan bendungan dan waduk yang sebelumnya sudah ada akan kita tindaklanjuti," tuturnya.
Bendungan yang direncanakan dibangun antara lain Bendungan Riam Kiwa, Bendungan Hanau, Bendungan Kusan yang kesemuanya berada Pegunungan Meratus serta kolam Regulasi di Hulu Sungai Tengah. Keberadaan bendungan Tapin yang baru selesai dibangun dinilai terbukti mampu mengurangi debit banjir di wilayah sekitar.
Lebih jauh dikatakan Roy hasil analisa dan kajian yang melibatkan banyak pakar tersebut juga menyebut bahwa eksploitasi tambang dan perkebunan sawit bukanlah pemicu terjadinya bencana banjir di Kalsel seperti ramai diberitakan.
Pada bagian lain Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor bersama Forkopimda melakukan pemantauan kondisi banjir lewat udara dan menyalurkan bantuan dari Pemprov Kalsel dan bantuan Presiden. "Hasil pantauan langsung kita ke lapangan kondisi banjir di Hulu Sungai Tengah sudah mulai surut dan aktivitas masyarakat sudah normal," ujarnya.
Danrem 101 Antasari Brigjend Firmansyah mengatakan bantuan kebutuhan pokok masyarakat untuk daerah-daerah bencana di Kalsel sudah didistribusikan dengan baik, termasuk upaya evakuasi yang melibatkan satgas bencana TNI. (OL-13)
Selain padi, Kalsel mencatat produksi cabai besar mencapai 11 ribu ton dan cabai rawit 14 ribu ton, yang efektif meredam gejolak harga komoditas.
BMKG melaporkan gempa dangkal beruntun guncang Balangan dan Tabalong, Kalsel. Simak analisis pemicu sesar lokal dan imbauan keselamatan terbaru di sini.
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) berupaya melakukan percepatan dan perluasan digitalisasi daerah, melalui penggunaan transaksi nontunai seperti QRIS.
POPULASI ikan sapu-sapu (hypostomus plecostomus), juga memenuhi sungai-sungai di sejumlah wilayah perkotaan Provinsi Kalimantan Selatan.
Penangkapan ini mempertegas bahwa Kalimantan Selatan masih menjadi jalur transit utama bagi jaringan internasional tersebut.
Tingginya intensitas bencana alam dan keterbatasan fiskal berpengaruh pada kinerja pembangunan di daerah Kalimantan Selatan (Kalsel).
Pengembangan PLTS dapat difokuskan pada optimalisasi potensi yang telah ada, termasuk PLTS terapung di waduk-waduk strategis serta peningkatan kapasitas pembangkit yang telah beroperasi.
Cara kerja ini menjadikan waduk bekerja seperti cadangan baterai.
Keduanya diduga terseret arus ke bagian tengah waduk yang lebih dalam.
Upaya mitigasi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari menyiagakan pompa, pengerukan badan air, hingga optimalisasi sistem drainase dan waduk.
Perlu pembuatan sistem pencegahan banjir yang cukup besar seperti waduk atau embung
Penambahan bukaan pintu pelimpah air dilakukan lantaran kian meningkatnya curah hujan di wilayah hulu waduk.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved