Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PANDEMI covid-19 menjadi momen terbaik untuk mempromosikan produk lokal melalui media sosial. Tidak harus berjualan secara langsung, pelaku usaha bisa dengan mudah melakukan promosi secara daring. Seperti yang dilakukan UMKM Jarang Koting yang beralamat di Desa Koting B, Kecamatan Koting, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.
Pemilik UMKM Jarang Koting, Fransiskus Albino Lusiana, kepada mediaindonesia.com, Rabu (4/11), mengaku, di masa pandemi virus covid-19, ia lebih banyak menjual produk lokalnya berupa gelang gading hasil kerajinan tangan lewat media sosial (medsos) seperti Facebook atau Whatsapp.
"Saya lebih banyak posting produk gelang gading di medsos lewat ponsel. Kalau ada yang minat, pasti orangnya langsung inboks atau Whatsapp untuk pesan barangnya. Kalau mereka pesan, pasti saya sendiri yang langsung antar ke rumah pembeli sesuai dengan alamat yang diminta," papar Albino.
Baca juga: Sekolah Mulai Simulasi Pembelajaran Tatap Muka
Disampaikan dia, selain gelang gading, dirinya juga mempromosikan produknya di media sosial seperti anting, liontin, asbak, cincin, pipa rokok, konde, pros dan kalung. Produk itu terbuat dari serbuk gading.
"Kalau produknya terbuat dari gading asli, harganya mahal sekali. Apalagi dalam situasi pandemi begini. Paling banyak pembeli itu beli produk-produk yang terbuat dari serbuk gading," ungkap Albino.
Terkait harga, kata Albino, produk terbuat dari gading asli itu tidak bisa ditawar menawar. Mengingat mencari gading itu sulit sekali. Sementara, kalau dari produk serbuk gading itu bisa tawar menawar.
"Contohnya kita posting di medsos, harga gelang gading yang terbuat dari serbuk gading seharga Rp500.000 ribu. Saat dipesan oleh pembeli dan kita antar kepada pembelinya, yang bersangkutan minta turun harga, mau tidak mau kita kasih turun harga. Intinya produknya kita bisa dibeli oleh mereka," tandasnya.
Dia menceritakan lewat unggahan di media sosial ini, banyak sekali peminatnya yang bukan berasal dari Kabupaten Sikka tetapi juga berada di luar Sikka.
"Lebih banyak pembeli itu ibu-ibu. Mereka lebih banyak pesan gelang dan anting yang terbuat dari serbuk gading. Pokoknya setiap hari itu, ada pembeli sekitar satu atau dua orang, kalau kita posting produk kita di media sosial ini. Saya sendiri langsung antar apabila dipesan oleh mereka. Intinya media sosial ini sangat membantu bagi kami sebagai pelaku UMKM," papar Albino.
Albino menambahkan, untuk mengerjakan kerajinan ini, ada beberapa pekerjanya berasal dari anak sekolah. Setelah pulang sekolah, mereka langsung datang untuk mengerjakan gading. (OL-1)
Studi terbaru Pew Research Center mengungkap alasan di balik penggunaan media sosial oleh remaja. Dari hiburan di TikTok hingga koneksi di Snapchat, simak dampaknya.
Pemerintah Norwegia akan ajukan RUU larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun demi lindungi kesehatan mental dan membatasi pengaruh algoritma pada anak.
Informasi tidak lagi hanya diproduksi oleh jurnalis, tetapi juga oleh influencer yang mengemas isu publik menjadi konten singkat, cepat, dan menarik perhatian.
Penulis Nadhifa Allya Tsana (Rintik Sedu) menilai media sosial kini menjadi platform efektif untuk mendekatkan budaya literasi kepada generasi muda.
KPAI mengapresiasi langkah Meta yang telah menunjukkan kepatuhan terhadap Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggara Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas).
Presiden Prabowo Subianto menceritakan pengalamannya menjadi korban deepfake AI yang membuatnya mahir pidato bahasa arab hingga bernyanyi merdu. Simak peringatannya soal bahaya hoaks!
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved