Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SALON Laxmi pagi itu terlihat sepi. Tak terlihat aktivitas di salon berukuran 3 x 3 meter yang berlokasi di permumikan transmigrasi Jl Bereng Bengkel, Desa Kalampangan, Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Salon tersebut berdampingan dengan toko yang khusus menjual baju wanita dan anak-anak. Sejumlah peralatan layaknya sebuah salon juga terlihat lengkap dan berjejer rapi. Dindingnya yang berwana putih bergantung piagam tanda kelulusan dari sejumlah kursus. Lasmiati si pemilik Salon Laxmi terlihat sibuk di beranda samping rumahnya yang lokasinya tepat di belakang salonnya. Perempuan asal Madiun, Jawa Timur ini sudah bertransmigrasi ke Kalimantan Tengah sejak 1980. Bila tidak sibuk di salon, ia mengisi waktu bertanam di pekarangan.
"Kalau masih pagi salon sepi, nanti baru ramai menjelang siang. Jadi saya mengalihkan kegiatan dengan menanam tanaman hias bersama suami, hasilnya lumayan. Tadi baru saja ada yang yang beli tanaman janda bolong saya Rp5 juta. Saya kaget juga senang," ujar Lasmiati kepada mediaindonesia.com, Sabtu (17/10).
Dia kemudian bercerita tentang perjalanan hidupnya. Awalnya pada tahun 1980, Lasmi ikut orangtuanya bertransmigrasi ke Palangka Raya. Lasmi bersekolah di Banjarmasin dan belajar di Sekolah Menengah Ketrampilan Keluarga jurusan tata rias dan membuat baju. Saat pulang ke Palangka Raya, sekitar 1992 ia kemudian membuka salon kecantikan tidak jauh dari rumah orangtuanya. Para pelanggannya adalah warga transmigrasi.
Tarif yang dipasang untuk pangkas rambut pria Rp10 ribu dan wanita Rp15 ribu. Sedangkan untuk merias pengantin dipatok Rp250 ribu lengkap dengan busana.
Ibu dua anak yang seluruhnya menjadi guru ini, mulai kebanjiran pelanggan salon. Pelanggan kini berdatangan dari desa-desa di luar daerahya seperti Desa Kameloh Atas, Desa Kameloh Bawah, Desa Bereng Bengkel hingga Desa Tumbang Nusa Atas dan Desa Tumbang Nusa Bawah yang semuanya masih berada di Kota Palangka Raya. Semakin banyak pelanggan, Lasmi mulai merekrut karyawan.
"Saat ini saya sudah memiliki satu karyawan. Jadi saya bisa berbagi waktu. Saya bisa melakukan aktivitas di luar," ujar perempuan enerjik itu.
Usaha salonnya makin berkembang karena mendapat bantuan pinjaman dari Pertamina pada 2018. Saat itu ia mendapat suntikan modal pinjaman Rp70 juta untuk pengembangan usaha.
Dari bantuan Pertamina dan ditambah dengan hasil tabunganya selama ini akhirnya lambat laun ia bisa menambah peralatan salon. Tak hanya itu, Lasmi juga membangun toko baju dan pelan-pelan mulai bisnis sarang walet.
"Kami sangat bersyukur bisa seperti ini karena pinjaman dari Pertamina sangat ringan bunganya jadi tidak membebani kami. Dan Alhamdulilah dari hasil semua usaha ini kita tak pernah menunggak membayar kewajiban ke Pertamina sebesar Rp2,3 juta per bulan. Dan saat ini cicilan sudah lunas. Bahkan saya dengar justru cicilan ini kelebihan," ungkapnya.
Lasmi pun sudah lunas membayar cicilan ke Pertamina. Dan tahun ini ia mengajukan pinjaman baru ke Pertamina sebesar Rp200 juta untuk pengembangan usaha lainnya seperti usaha sarang walet yang berada di belakang rumahnya.
Terpisah, Region Manager Comm, Rel & CSR Kalimantan, Roberth MV Dumatubun saat dihubungi dari Palangka Raya, Sabtu (17/10) menjelaskan pada tahun ini Pertamina telah menyalurkan dana Rp12 miliar pinjaman modal usaha kepada pelaku UMKM yang tersebar di seluruh provinsi di Kalimantan.
baca juga: Mahasiswa Terbanyak Melanggar Protokol Kesehatan di Batam
Rinciannya, sektor perdagangan sebesar Rp5,2 Miliar, sektor industri Rp2,9 miliar. Kemudian sektor jasa Rp3,8 miliar, peternakan Rp310 juta dan perkebunan Rp347 juta. Selain pinjaman modal usaha, Pertamina juga memberikan pembinaan demi keberlanjutan dan perkembangan usaha UMKM yang sudah menjadi mitra binaan Pertamina, mulai dari pelatihan, pameran, hingga workshop kegiatan.
Pinjaman modal usaha ini kata dia merupakan Program Kemitraan sebagai salah satu bentuk Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Pertamina kepada masyarakat sekitar.
"Di tengah pandemic Covid 19 ini, banyak UMKM yang terdampak dan memerlukan suntikan modal untuk mulai bangkit dan menata usahanya," ujarnya. (OL-3)
Pada Trade Expo Indonesia 2025, UMKM Bontang berhasil mencatatkan 20 kontrak dagang dan 1 nota kesepahaman (MoU) dengan buyer internasional.
Banyak di antara peserta merupakan generasi kedua pelaku usaha yang kini menghadapi berbagai tantangan baru.
Program ini juga memberikan pelatihan menyeluruh, mulai dari administrasi bank sampah, sistem pencatatan tabungan, hingga keterampilan daur ulang sampah.
TRANSFORMASI digital UMKM kian bergerak ke arah model “website-first”.
Kesenjangan pendanaan UMKM di Indonesia diproyeksikan mencapai Rp2.400 triliun. Amartha hadirkan solusi pembiayaan inklusif untuk tingkatkan pendapatan pelaku usaha.
Adhitya mengatakan sebagai wujud konkret semangat gotong-royong, MitMe Fest 2026 mendapat dukungan penuh dari mitra strategis lintas sektor.
Proyek hilirisasi tahap kedua ini diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi baru dengan nilai investasi mencapai Rp116 triliun.
DI tengah meningkatnya dampak perubahan iklim yang semakin terasa dalam kehidupan sehari-hari, momentum Hari Bumi menjadi pengingat bahwa aksi nyata tidak lagi dapat ditunda.
Di salah satu stasiun pengumpul migas, Nadia Silvia menjalankan tugasnya sebagai operator di Stasiun Pengumpul Bambu Besar Pertamina EP Field Subang.
PT Pertamina mengapresiasi dan mendukung upaya penegakan hukum terhadap penyalahgunaan BBM dan Elpiji. Hal itu dilakukan melalui sinergi bersama aparat penegak hukum.
Jaksa Penuntut Umum menuntut lima terdakwa dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dengan hukuman penjara antara 6 hingga 12 tahun
Pentingnya transparansi pemerintah dalam menjelaskan alasan di balik kebijakan penyesuaian harga tersebut kepada publik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved