Pelatihan UMKM dan Pengelolaan Sampah Dorong Ekonomi Sirkular di Desa Makarti Jaya, Morowali

Despian Nurhidayat
28/4/2026 15:41
Pelatihan UMKM dan Pengelolaan Sampah Dorong Ekonomi Sirkular di Desa Makarti Jaya, Morowali
Ilustrasi(Dok Istimewa)

UPAYA memperkuat ekonomi lokal sekaligus menjawab tantangan lingkungan terus dilakukan di tengah pesatnya pertumbuhan Kabupaten Morowali. Melalui pelatihan UMKM dan pengelolaan sampah, Desa Makarti Jaya bersama Hengjaya Mineralindo mendorong lahirnya model ekonomi sirkular berbasis masyarakat.

Program bertajuk Makarti Jaya Lestari Olah Sampah (MALEO) menjadi langkah konkret dengan mengintegrasikan pengelolaan sampah yang terstruktur dan penguatan kapasitas pelaku UMKM. Dalam implementasinya, telah dibentuk lima Bank Sampah Unit di tingkat dusun dan satu Bank Sampah Induk di tingkat desa.

Tak hanya membangun kelembagaan, program ini juga memberikan pelatihan menyeluruh, mulai dari administrasi bank sampah, sistem pencatatan tabungan, hingga keterampilan daur ulang sampah menjadi produk bernilai ekonomi. Pelatihan UMKM yang digelar pada 22 April 2026 turut melibatkan anggota PKK untuk memperkuat strategi pemasaran dan pemahaman perhitungan harga pokok produksi (HPP).

Industrial Process Sustainability Lead Hengjaya Mineralindo, Chrisma Virginia, menegaskan bahwa keberhasilan program pengelolaan sampah sangat ditentukan oleh sinergi lintas pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah desa, masyarakat, hingga sektor swasta.

“Pengelolaan sampah yang bertanggung jawab tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi lintas pemangku kepentingan yang didukung oleh kesadaran dari sumbernya, yaitu rumah tangga. Melalui edukasi yang berkelanjutan, penguatan kapasitas masyarakat, serta penyediaan sistem yang terstruktur seperti bank sampah, kami ingin mendorong perubahan perilaku sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi,” tuturnya.

Hingga April 2026, sebanyak 84 Kepala Keluarga telah bergabung sebagai nasabah bank sampah, dengan total 7,1 ton sampah terkelola. Mayoritas sampah yang dikumpulkan merupakan plastik (92%), diikuti logam (7%) dan kertas (1%). Dari aktivitas tersebut, tercatat nilai ekonomi mencapai Rp19,6 juta.

Program ini juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam peningkatan keterampilan dan nilai ekonomi dari pengelolaan sampah. Hal ini disampaikan oleh Nurya Ningsih, pengurus Bank Sampah Unit Kamboja, yang merasakan manfaat nyata dari pelatihan yang diberikan.

“Kami tidak hanya dibekali keterampilan untuk mengolah limbah menjadi produk bernilai jual, tetapi juga diajarkan bagaimana menghitung harga pokok produksi (HPP) dan menentukan harga jual secara tepat. Pengetahuan ini sangat membantu kami agar produk yang dihasilkan tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki daya saing di pasar,” ujarnya.

Melalui pendekatan ini, Desa Makarti Jaya menunjukkan bahwa pelatihan UMKM yang terintegrasi dengan pengelolaan sampah tidak hanya mampu mengurangi beban lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Sebagai penutup, Chrisma menegaskan komitmen keberlanjutan perusahaan, “Kami percaya bahwa masa depan pengelolaan lingkungan tidak hanya bertumpu pada infrastruktur, tetapi pada perubahan perilaku dan pemberdayaan masyarakat. Ketika masyarakat memiliki kapasitas dan kesadaran, maka pengelolaan sampah bukan lagi sekadar kewajiban, melainkan menjadi bagian dari solusi untuk menciptakan nilai bersama yang berkelanjutan.”(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya