Amdatara Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Hijau dan Praktik Berkelanjutan

Abdillah M Marzuqi
17/4/2026 18:30
Amdatara Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Hijau dan Praktik Berkelanjutan
Ketua Umum Amdatara, Karyanto Wibowo (kiri) dan Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kemenperin, Merijanti Punguan Pintaria (tengah).(Dok.HO)

ASOSIASI Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (Amdatara) memperkuat hubungan strategis dengan pemerintah guna menjawab tantangan industri di tengah kondisi global yang semakin kompleks. 

Ketua Umum Amdatara, Karyanto Wibowo mengatakan industri makanan dan minuman, khususnya AMDK merupakan sektor usaha yang mengedepankan berkelanjutan. Amdatara menegaskan komitmen industri untuk menjadi bagian dari solusi lingkungan melalui pendekatan ekonomi sirkular dan penguatan industri hijau.

"Kami ingin memberikan jawaban yang konkrit bahwa industri ini merupakan leading untuk ekonomi sirkular dan keberlanjutan," tegas Karyanto Wibowo dalam keterangan yang diterima (16/4).

Dia mengatakan, pelaku industri AMDK juga terus mengintegrasikan praktik berkelanjutan yang berdampak pada lingkungan. Hal ini dilakukan bersamaan dengan dorongan pertumbuhan ekonomi, termasuk bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Amdatara menilai kolaborasi erat dengan pemerintah dan pemangku kepentingan menjadi kunci agar industri tetap tumbuh adaptif, sekaligus memperkuat kontribusi dalam transisi menuju ekonomi sirkular. Asosiasi juga memperkuat komunikasi dengan legislatif guna memperbaiki persepsi negatif publik terhadap industri AMDK.

"Sehingga kami bisa dipersepsikan sebaliknya, enggak selalu dibilang kurang memberikan kontribusi ke masyarakat atau ekonomi nasional. Artinya persepsi ini bisa terjawab," kata Karyanto.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengapresiasi Amdatara dan industri AMDK atas kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Kemenperin mencatat industri itu menyerap lebih dari 46 ribu tenaga kerja langsung dengan nilai investasi mencapai Rp27,8 triliun.

"Keberadaan industri ini pasti memiliki efek ganda yang luas dan berdampak positif terhadap tumbuhnya sektor perekonomian Indonesia," kata Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kemenperin, Merijanti Punguan Pintaria.

Merri menyinggung kunjungan kerja Panja AMDK Komisi VII DPR ke beberapa pabrik air mineral. Dia menilai hal itu bisa untuk menepis anggapan keberadaan industri di suatu daerah hanya untuk mencari keuntungan.

"Karena ada di luar sana beredar bahwa industri hanya cari profit. Katanya jual air kaya, cuma ngambil air lalu dikemas dan dijual dapat untung. Padahal ada banyak hal yang harus dilakukan dalam upaya melakukan proses bisnis AMDK," katanya. (M-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya