Pemahaman Konteks Label Tambahan pada Kemasan Bundling Produk Konsumsi

Putri Anisa Yuliani
17/4/2026 21:46
Pemahaman Konteks Label Tambahan pada Kemasan Bundling Produk Konsumsi
Ilustrasi(Dok Freepik)

PEMBAHASAN mengenai visual pada kemasan air minum dalam kemasan (AMDK) Aqua belakangan ramai diperbincangkan. Namun, penjelasan resmi menunjukkan bahwa visual tersebut merupakan bagian dari label sekunder pada kemasan bundling, yang perlu dipahami secara utuh dan kontekstual.

Label sekunder atau secondary label adalah elemen tambahan yang ditempatkan pada kemasan luar (outer pack), khususnya untuk kebutuhan distribusi serta identifikasi produk dalam penjualan paket bundling. Hal ini berbeda dari label utama pada botol yang memuat informasi wajib sesuai regulasi.

Corporate Communications Director Danone Indonesia, Arif Mujahidin, menjelaskan bahwa visual yang beredar tidak dapat dilepaskan dari keseluruhan desain kemasan.

“Visual tersebut merupakan bagian dari secondary label pada kemasan bundling 6 botol Aqua 1500 ml. Fungsinya sebagai informasi tambahan pada kemasan luar, bukan label utama seperti yang terdapat pada tiap botol,” jelasnya.

Ia menegaskan, jika dilihat secara menyeluruh, desain tersebut menampilkan ilustrasi keluarga secara lengkap. Artinya, visual tersebut tidak dimaksudkan untuk menonjolkan satu individu saja, melainkan menggambarkan kebersamaan keluarga.

Aqua juga memastikan bahwa tidak ada klaim yang menyebutkan produk ini ditujukan khusus untuk bayi atau balita. Produk AMDK merupakan kategori pangan umum yang diatur sesuai ketentuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Seluruh informasi pada kemasan utama telah sesuai dengan regulasi BPOM. Sementara label sekunder hanya digunakan dalam konteks distribusi dan penjualan bundling,” tambah Arif.

Sejumlah pengamat komunikasi menilai bahwa isu ini menjadi pengingat pentingnya memahami konteks visual secara menyeluruh, terutama di era digital di mana potongan informasi dapat dengan mudah memunculkan persepsi yang kurang lengkap.

Di sisi lain, perhatian dari berbagai pihak, termasuk lembaga perlindungan konsumen dan anak, tetap menjadi bagian penting dalam memastikan praktik komunikasi yang bertanggung jawab. Diskusi publik dinilai perlu dilakukan secara proporsional dengan mempertimbangkan konteks dan regulasi yang berlaku.

Aqua menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas komunikasi dan kepatuhan terhadap aturan. Perusahaan juga terus melakukan evaluasi internal terhadap materi kemasan dan komunikasi, serta terbuka terhadap masukan dari berbagai pihak.

“Aqua menghargai setiap perhatian dan masukan, serta berkomitmen untuk terus menjaga komunikasi yang bertanggung jawab demi mempertahankan kepercayaan masyarakat,” tutup Arif. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya