Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ALAT tempur TNI yang masih menggunakan sistem analog akan diganti dengan digital. Hal itu merupakan bagian dari modernisasi TNI dan diperlukan dalam perang modern. Pernyataan tersebut disampaikan Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto seusai menerima gelar doktor kehormatan di Universitas Sebelas Maret (UNS), Kota Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (20/9).
"Kalau dulu hanya ngontel, sekarang tidak lagi. Dengan komputer semua data sangat presisi," katanya.
Panglima TNI mengatakan, saat ini jajarannya sedang giat meningkatkan kemampuan prajurit untuk bisa menggunakan teknologi 4.0. Salah satunya melalui latihan gabungan 2019 Darmayuda di Situbondo belum lama ini. Pada latihan tersebut, semua peralatan tempur yang digunakan backbone-nya menggunakan satelit. Dengan demikian sistem terintegrasi
antara darat, laut, dan udara berjalan baik.
"Penembakan yang dilakukan presisi karena menggunakan datalink. Ini yang sudah kita kembangkan dan semua sukses," imbuhnya.
baca juga: Anak-Anak Sekolah di Sijunjung Diliburkan
Belum lama ini, TNI juga melakukan uji coba penembakan menggunakan pesawat tanpa awak dari ketinggian 15.000 meter. Hasilnya, tembakan tepat mengenai target.
"Satu lagi yang akan kita bangun adalah inter compability antarangkatan. Semua didukung satu alat yang namanya network centering warfare dengan berbasis satelit dan menggunakan data link," pungkas Hadi Tjahjanto. (OL-3)
Serangan terhadap personel yang menjalankan mandat tersebut dinilai bertentangan dengan ketentuan internasional yang berlaku.
zat kimia yang digunakan empat oknum prajurit TNI untuk menyerang Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus yakni campuran air aki bekas dan pembersih karat
Awalnya, hakim bertanya soal Edi yang disebut juga terkena cairan saat menyiram Andrie Yunus. Kemudian, saat hakim menanyakan mana Terdakwa I, Edi tampak melamun.
Empat personel TNI didakwa melakukan penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. Motifnya demi memberi efek jera karena dinilai melecehkan institusi.
Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terungkap di sidang. Oditur menyebut motif dendam terkait isu revisi UU TNI dan narasi antimiliterisme.
Pihaknya telah melakukan serangkaian langkah sejak pertengahan Maret untuk mendalami kasus tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved