Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAIN memodifikasi cuaca untuk membuat hujan buatan, TNI juga menerbangkan drone pada malam hari untuk memantau titik api penyebab kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau.
"Menerbangkan drone pada malam hari akan membantu mempermudah melihat titik-titik api yang tidak terpantau pada siang hari," ujar Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto melalui keterangan dari Pusat Penerangan TNI, Senin (16/9).
Hadi yang berada di Riau sejak Minggu (15/9) mengatakan menerbangkan drone pada malam hari akan menunjukkan hasil yang berbeda dengan pengamatan siang hari. Ia pun meminta BNPB dan personel TNI segera melaksanakan pemantauan itu.
"Dengan menggunakan drone akan memudahkan proses mitigasi lokasi kebakaran hutan. Karena lokasi yang tidak terpantau pada siang dan sore dapat terlihat dengan jelas pada malam hari," katanya.
Baca juga: Kapolri: 99% Karhutla Disengaja
Mantan Kepala Staf TNI AU itu menambahkan, dengan menerbangkan drone ketika gelap, tentu titik api yang baru saja dibakar oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab akan mudah dilihat.
Jika titik api ditemukan, tim darat langsung bergerak menuju lokasi kebakaran untuk menindak para pelaku.
Menurut dia, sejauh ini, jumlah titik api di wilayah Riau mengalami penurunan yang signifikan. Hasil pantauan TNI menyebutkan masih ada 44 titik api di wilayah tersebut.
"Kalau kita mengukur hasilnya adalah untuk hotspot sudah mulai turun. Dan kalau kita lihat juga secara visual untuk asap yang ada di Pekanbaru sendiri saat ini sudah menurun dan terbukti jarak pandang penerbangan saat ini sudah mulai naik."
Panglima TNI menegaskan pihaknya bersama Polri dan seluruh stakeholder tidak tinggal diam dan berupaya membantu mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
"Termasuk modifikasi cuaca yang berjalan dengan efektif. Namun permasalahannya adalah untuk modifikasi cuaca itu tergantung awan yang mengandung air yang ada di awan tersebut," ujarnya.
Lebih jauh, terang dia, TNI telah memitigasi dan mengerahkan alutsista serta sejumlah personel untuk membantu proses pemadaman karhutla.
“Kita bisa lihat di sini banyak sumur-sumur minyak milik Pertamina yang kemungkinan kalau tidak kita mitigasi, titik apinya dapat membahayakan. Ada 109 sumur minyak yang masih aktif dan sekarang api sudah dapat dipadamkan," pungkasnya. (OL-2)
Serangan terhadap personel yang menjalankan mandat tersebut dinilai bertentangan dengan ketentuan internasional yang berlaku.
zat kimia yang digunakan empat oknum prajurit TNI untuk menyerang Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus yakni campuran air aki bekas dan pembersih karat
Awalnya, hakim bertanya soal Edi yang disebut juga terkena cairan saat menyiram Andrie Yunus. Kemudian, saat hakim menanyakan mana Terdakwa I, Edi tampak melamun.
Empat personel TNI didakwa melakukan penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. Motifnya demi memberi efek jera karena dinilai melecehkan institusi.
Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terungkap di sidang. Oditur menyebut motif dendam terkait isu revisi UU TNI dan narasi antimiliterisme.
Pihaknya telah melakukan serangkaian langkah sejak pertengahan Maret untuk mendalami kasus tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved