Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMARAU panjang melanda Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur menyebabkan kekeringan pada sumber air baku PDAM. Lebih dari 6 ribu pelanggan di Kota Larantuka paling terdampak kesulitan air bersih saat ini. Berdasarkan data Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Flores Timur, debit air saat ini menurun dengan kisaran 70 hingga 80 liter per detik, sehingga tidak mampu melayani ribuan pelanggan secara normal.
Direktur PDAM Flotim, Fransiskus M. Carvalho saat dikonfirmasi Selasa (10/9), mengakui saat ini kemarau lebih ekstrim dibandingkan tahun-tahun sebelumnya sehingga berdampak pada debit air baku yang saat ini turun drastis hingga 80 liter per detik. Jika kondisi normalnya 100 liter per detik, tetapi saat ini tersisa 21 hingga 24 liter per detik. Kondisi kekeringan ini terjadi pada dua sumber air baku yang selama ini menjadi penyuplai air bersih bagi PDAM.
"Kemarau kali ini memang lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelunya. Dua sumber air baku kami terus menurun debit airnya. Seperti di sumber air Lepomatan yang biasanya 70 sampai 100 liter per detik, tetapi tahun ini turun jauh sekali hingga tersisa 24 liter per detik. Begitu juga sumber air di Waidoko yang biasa dioperasikan dengan pompa juga menurun drastis. Biasanya 42 liter per detik, tetapi saat ini yang tertinggal hanya 24 liter per detik. Sehingga saat ini sangat kesulitan melayani 6.300 pelanggan yang ada di Kota Larantuka," kata Fransiskus, Selasa (10/9).
Untuk mampu melayani semuanya, dibutuhkan minimal 65 liter per detik agar dapat didistrbusikan ke seluruh pelanggan.
"Tidak ada sumber air baku lainnya lagi. hanya dua air baku yang menjadi andalan kami saat ini," tambahnya.
Fransiskus mengakui kondisi turunnya debit air baku sudah berlangsung sekitar lima bulan, sejak April lalu ketika memasuki musim kemarau.
"Debit air baku sudah muali turun sejak April lalu. Jika saat air normal kisaran pada 70 hingga 100 liter per detik. Namun sejak April mulai turun dengan kisaran 40 hingga 50 liter per detik. Dan data terakhir pada Agustus kemarin semakin menurun tajam hingga tersisa hanya 21 liter per detik," ujar Fransiskus.
baca juga: Polda Jatim Telusuri Dugaan Teror Ular di Asrama Papua
Untuk menyiasati kondisi ini, PDAM pun lebih membatasi jadwal distrbusi air dari normalnya. Biasnya air dialirkan selama 2 atau 3 hari sekali, tetapi kali ini akibat kekeringan, PDAM hanya mampu mengalirkan air bagi pelanggam selama 5 hingga 6 hari sekali. Itu pun kadang tidak mampu mencukupi seluruh pelanggan. Sehingga saat ini PDAM masih berusaha untuk mencari altrernatif sumber air baku lainnya untuk membantu kesulitan air di wilayah ini. (OL-3)
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menegaskan, langkah mitigasi telah disiapkan untuk merespons dinamika iklim ekstrem tersebut.
PEMERINTAH Kabupaten Sumedang mulai melakukan mitigasi menghadapi musim kemarau, khususnya terkait dampaknya pada sektor pertanian.
BERBAGAI langkah antisipatif dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi menghadapi ancaman potensi kekeringan dampak kemarau.
KEJADIAN bencana hidrometeorologi di Kabupaten Majalengka mulai berkurang.
Iwan menyebut sebagai langkah mitigasi, BPBD Kendal telah menyiapkan 100 tangki air bersih untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak.
Pemprov Jateng siapkan mitigasi kekeringan dengan 123 juta liter air bersih dan optimalisasi 1.137 embung untuk amankan kebutuhan warga serta lahan pertanian.
BPBD menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, mulai dari pemetaan wilayah rawan kekeringan hingga kesiapan distribusi bantuan air bersih bagi masyarakat terdampak.
BUPATI Siak Afni Zulkifli menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Siak dalam mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menghadapi ancaman Super El Nino tahun 2026.
KABUPATEN Indramayu diprakiran memasuki musim kemarau mulai akhir April 2026 ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved