Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 12 dari 21 kabupaten dan kota di Jawa Tengah dinyatakan sebagai daerah darurat bencana kekeringan. Pemerintah provinsi dan kabupaten menyatakan telah siap untuk menanggulangi bencana yang terjadi tersebut.
Akhir pekan lalu kekeringan baru terjadi di 19 kabupaten dan kota. Namun data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) awal pekan ini telah meningkat menjadi 21 daerah dari 31 daerah di Jawa Tengah. Sebanyak 267 desa di 97 kecamatan terdampak kekeringan. Beberapa kabupaten dinyatakan darurat bencana kekeringan yaitu Kabupaten Jepara, Blora, Temanggung, Pemalang, Cilacap, Brebes, Purworejo, Boyolali, Grobogan, Kebumen dan Banjarnegara.
Dari 12 daerah darurat bencana, Kabupaten Grobogan menjadi daerah dengan wilayah terbanyak dilanda kekeringan mencapai 83 desa di 12 kecamatan, Kabupaten Purbalingga 30 desa di 11 kecamatan, Banyumas di 20 desa di 12 kecamatan dan Cilacap terjadi di 20 desa di 8 kecamatan.
Menghadapi kekeringan terjadi, Pemerintah Kabupaten Blora telah meresmikan Posko Mitigasi Kekeringan. Berdasarkan identifikasi dan monitoring tahun ini potensi kekeringan di lahan pertanian mencapai 2.148 hektare dan 321 hektare di antaranya dengan tingkat gagal panen tinggi. Bupati Blora Djoko Nugroho, usai peresmian posko mengatakan kekeringan di Blora tidak separah tahun lalu karena telah terjadi penambahan infrastruktur seperti waduk, bendungan dan embung baik yang sudah atau sedang dibangun.
"Tahun depan kita harapkan tidak ada lagi kekeringan," harap Djoko Nugroho, Rabu (24/7).
Selain posko mitigasi kekeringan ini, Blora juga sudah siap posko air bersih yang telah didirikan oleh BPBD Blora. Sehingga selain penyiapan kebutuhan air untuk lahan pertanian juga telah siap bantuan air bersih untuk warga di desa-desa dilanda kekeringan.
baca juga: Pemkab Flotim Keberatan Penurunan Status RSUD Hendrikus Fernandez
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kepada Media Indonesia mengatakan menghadapi bencana kekeringan yang terjadi tersebut, pemerintah provinsi dan kabupaten telah siap mengantisipasi dan menanggulangi kekeringan dengan berbagai macam langkah ditempuh. Selain melakukan peningkatan bantuan air bersih di desa-desa terlanda, lanjut Ganjar Pranowo, Pemrov Jateng dan pemkab menyiapkan sumur-sumur baru, peminjaman pompa air hingga membangun waduk, bendungan dan embung serta normalisasi sungai.
"Kita sudah siap mengatasi bencana kekeringan itu," tambahnya
BPBD Provinsi Jawa Tengah telah menyediakan seribu truk tangki air bersih yag siap dikirim ke desa-desa dilanda kekeringan. Hingga saat ini sudah ada daerah yang meminta bantuan air bersih ke BPBD Jawa Tengah. (OL-3)
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menegaskan, langkah mitigasi telah disiapkan untuk merespons dinamika iklim ekstrem tersebut.
PEMERINTAH Kabupaten Sumedang mulai melakukan mitigasi menghadapi musim kemarau, khususnya terkait dampaknya pada sektor pertanian.
BERBAGAI langkah antisipatif dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi menghadapi ancaman potensi kekeringan dampak kemarau.
KEJADIAN bencana hidrometeorologi di Kabupaten Majalengka mulai berkurang.
Iwan menyebut sebagai langkah mitigasi, BPBD Kendal telah menyiapkan 100 tangki air bersih untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak.
Pemprov Jateng siapkan mitigasi kekeringan dengan 123 juta liter air bersih dan optimalisasi 1.137 embung untuk amankan kebutuhan warga serta lahan pertanian.
BPBD menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, mulai dari pemetaan wilayah rawan kekeringan hingga kesiapan distribusi bantuan air bersih bagi masyarakat terdampak.
BUPATI Siak Afni Zulkifli menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Siak dalam mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menghadapi ancaman Super El Nino tahun 2026.
KABUPATEN Indramayu diprakiran memasuki musim kemarau mulai akhir April 2026 ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved