Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
VIDEO berdurasi 22 detik berisi orasi seorang demonstran yang mengajak massa pada 22 April mendatang untuk meledakkan Jakarta.
Orasi demo tersebut diketahui dilakukan di Kawasan Titik Nol Kota Yogyakarta, dengan orator seseorang berambut gondrong gimbal.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY, Kombes Pol Hadi Utomo, didampingi Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto, di ruang media Polresta Yogyakarta, Kamis (18/4) petang, menjelaskan, setelah video tersebut menjadi viral, jajaran Polresta Yogyakarta terus bergerak melakukan penyelidikan.
"Ini bukan delik aduan, jadi meski tidak ada laporan polisi bisa terus bergerak melakukan penyelidikan," kata Hadi Utomo.
Dikatakan dari hasil penyelidikan, polisi mengetahui orang yang melakukan orasi tersebut adalah Sabar Gimbal.
"Aksi yang direkam itu adalah aksi memperjuangkan para driver online baik ojek motor maupun mobil," tambah Yuliyanto.
Hasil penyelidikan, lanjutnya, aksi tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan Pemilihan Umum maupun hasil-hasil Pemilu.
"Polresta Yogyakarta sudah meminta keterangan kepada Sabar Gimbal," katanya.
Baca juga: Ketua PP Muhammadiyah: Mobilisasi Massa Cederai Jalur Konstitusi
Video aksi tersebut, lanjutnya, sengaja dipotong dan kemudian diunggah ke media sosial seolah-olah menyikapi hasil Pemilu dan ajakan untuk menggelar aksi di Jakarta dan bahkan meledakkan Ibu Kota Negara.
Sabar Gimbal di Polresta Yogyakarta menjelaskan, aksi itu dilakukan sebelum Pemilu dan tidak terkait dengan Pemilu.
"Saya itu membakar semangat dan mengajak teman-teman untuk berjuang tanpa lelah dengan semangat yang meledak-ledak," ujar Sabar.
Ia mengaku tidak tahu siapa yang merekam dan kemudian mengedit serta mengunggah video tersebut. Ia pun heran aksinya itu kemudian dikait-kaitkan dengan hasil Pemilu.
Sabar kemudian menjamin kalangan driver online dari Yogyakarta tidak akan menggelar aksi di Jakarta pada 22 April mendatang. Kalaupun ada aksi di Jakarta pada tanggal tersebut, ujar dia, dipastikan bukan dari para 'pejuang' driver online ini.
Kombes Hadi menambahkan, polisi memastikan akan melacak dan menyelidiki peredaran hoaks yang berisi ajakan meledakkan Jakarta ini.
"Pasti kami bergerak melakukan penyelidikan," katanya.
Namun, Hadi masih enggan menyebutkan lebih dalam penyelidikan yang sedang dilakukan itu. (OL-1)
KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka suap terkait buronan Harun Masiku. Hasto disebut aktif mengupayakan Harun memenangkan kursi anggota DPR pada Pemilu 2019.
Bagi Mahfud, batalnya memakai kemeja putih tersebut lima tahun lalu menyimpan pesan tersendiri.
KPID Sulawesi Selatan mengaku belum bisa menindak caleg dan parpol yang mulai mencuri start pada Pemilu 2024.
PENDUKUNG Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kini berbalik mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.
Beberapa upaya dari KPU untuk mencegah terjadinya kembali korban jiwa dari petugas KPPS.
"Mas Ganjar kan enggak nyapres, enggak nyapres beliau," kata Immanuel di Jakarta, Minggu.
Kegiatan yang bakalan digelar adalah Seminar Nasional Kebangsaan dengan menghadirkan berbagai narasumber dan pemecahan rekor MURI.
Pelatih Timnas U-20, Nova Arianto, menjelaskan bahwa rangkaian persiapan ini sengaja dimulai lebih awal untuk menyelaraskan dengan jadwal pengundian grup.
Pihak korban menyampaikan tiga kebutuhan utama, yakni penegakan hukum yang transparan, pendampingan menyeluruh, serta jaminan pembiayaan bagi anak-anak korban.
KASUS dugaan kekerasan terhadap anak di daycare Little Aresha di Kota Yogyakarta Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini menyampaikan, ini adalah pengaduan yang kelima daycare bermasalah
Anggota Komisi III DPR RI Gilang Dhielafararez mendesak polisi mengusut tuntas dugaan kekerasan terhadap 103 anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta.
GUBERNUR DI Yogyakarta (DIY), Sri Sultan HB X, menyesalkan terjadinya tindak kekerasan anak yang terjadi di daycare Little Aresha.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved