Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PETUGAS pendataan dan perekaman KTP-e dari 11 kabupaten/kota se-Provinsi Jambi, mulai besok (3/4) hingga beberapa hari ke depan akan bergotong-royong memberikan pelayanan data kependudukan kepada ribuan warga Suku Anak Dalam (SAD) dan masyarakat desa sekitar hutan di Kabupaten Sarolangun.
"Kegiatan gotong royong dimulai besok, di Kabupaten Sarolangun. Petugas pendataannya melibatkan seluruh kantor Kependudukan dan Catatan Sipil di Provinsi Jambi. Dipusatkan di Sarolangun lantaran pendataan kependudukan KTP-e terbilang rendah dibanding 10 kabupaten/kota lain di Jambi," kata Sekda Provinsi Jambi HM Dianto
menjawab Media Indonesia, Selasa (2/4).
Usai meluncurkan Dukcapil Go Digital di Kota Jambi, Selasa (2/4) siang, Dianto menjelaskan kegiatan gotong royong menargetkan sebanyak 17 ribu warga di sejumlah kecamatan di Kabupaten Sarolangun, yang sejatinya sudah mengantongi KTP-e. Sekitar 4 ribu dari 17 ribu orang merupakan warga SAD yang hidup nomaden di kawasan hutan Kabupaten Sarolangun dan sekitarnya.
"Selain melakukan perekaman, para petugas Dukcapil yang turun sekaligus akan melakukan pencetakan KTP-e," imbuhnya.
Baca juga: 28.744 Warga Kota Bekasi belum Rekam KTP-E
Sementara itu, Sesditjen Dukcapil Kemendagri I Gede Suratha mengatakan upaya gotong royong yang dilakukan Dukcapil provinsi Jambi merupakan langkah maju dari pemerintah untuk memaksimalkan pelayanan dasar kepada masyarakat di Jambi.
"Administrasi kependudukan adalah dasar dari pelayanan dasar yang mesti dinikmati masyarakat di berbagai pelosok Indonesia. Ini tugas negara, masih banyak saudara-saudara kita yang berada di hutan-hutan dan wilayah yang sulit dijangkau. Dengan menyertakan sistem digitalisasi, semoga tugas pendataan ini terlaksana lebih baik dan tersistem," kata I Gede Suratha.
Sedangkan Kepala Dinas Dukcapil Jambi Arief Munandar menyebut sebanyak 8 ribu dari 12 ribu warga SAD di Jambi sudah menikmati pelayanan administrasi kependudukan (KTP-e).
"Bagi yang sudah mau menetap lebih mudah. Seperti di Kabupaten Batanghari, sebagian besar warga Suku Anak Dalam di sana sudah punya KTP. Agak sulit bagi mereka yang masih hidup nomaden, seperti di Sarolangun. Makanya melalui kegiatan gotong royong besok dan beberapa hari ke depan, petugas Dukcapil akan turun jemput bola," ungkap Arief
Munandar.
Kegiatan gotong royong akan melibatakan petugas teknis terkait dan dukungan peralatan mumpuni, dilakukan di desa-desa sekitar hutan di lima wilayah kecamatan di Kabupaten Sarolangun, yakni Kecamatan Air Itam, Pauh, Mandiangin, Sepintun dan Kecamatan Sarolangun.
Airef menambahkan, dari 3,5 juta jiwa yang terdata di awal 2019, penduduk yang wajib memiliki KTP-e sekitar 2,4 juta jiwa dan 96,4% dari jumlah tersebut sudah terlayani.(OL-5)
Polda Jambi menggerebek lokasi penyuntikan gas subsidi ke tabung nonsubsidi di kebun sawit Muarojambi. Ratusan tabung gas disita sebagai barang bukti.
Pengiriman semen tercatat meningkat seiring berjalannya proyek-proyek infrastruktur di wilayah Jambi.
Pemerintah daerah dan pelaku usaha kehutanan memperkuat kolaborasi untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan.
Industri hulu minyak dan gas bumi (migas) dinilai masih menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah, terutama melalui penerimaan Dana Bagi Hasil.
KEKERASAN terhadap Orang Rimba atau warga Suku Anak Dalam (SAD) dengan petugas security kembali terjadi di areal perusahaan perkebunan kelapa sawit di Jambi.
Baznas terus memperluas dan mengembangkan program pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk ZChicken, agar semakin banyak mustahik yang dapat naik kelas.
Lonjakan pendatang baru mulai terlihat di Jakarta Selatan. Dukcapil DKI mencatat 800 warga nonpermanen masuk pasca Lebaran 2026.
Dukcapil Jakarta mencatat 34,97% pendatang ke Jakarta bertujuan mencari kerja. Mayoritas usia produktif, berpendidikan SMA ke bawah, dan menghuni kawasan padat penduduk.
Dirjen Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi menegaskan bahwa DKB merupakan hasil proses pembersihan dan sinkronisasi ketat untuk menghapus data ganda atau anomali.
DIREKTORAT Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mencatat sebanyak 5,5 juta penduduk Indonesia bercerai pada 2025.
Berdasarkan Data Kependudukan Bersih (DKB) Semester II 2025 yang dihimpun, diketahui jumlah penduduk Indonesia mencapai 288.315.089 jiwa. Penduduk laki-laki memiliki jumlah lebih tinggi.
Dukcapil rilis daftar nama paling pasaran di Indonesia tahun 2026. Dari Nurhayati hingga Sutrisno, cek apakah nama Anda masuk daftar populer di sini!
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved