Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Pertamina (Persero) Wilayah Kalimantan Barat mengimbau masyarakat agar menaati aturan saat melakukan pengisian BBM di SPBU, agar tidak terulang lagi kejadian kebakaran SPBU yang dipicu oleh aki sebuah truk sampah, pada Senin (4/3) malam.
"Agar kasus itu tidak terjadi kembali di SPBU lainnya, kami mengimbau para pemilik kendaraan menaati peraturan saat mengisi bahan bakar, seperti mesin dalam keadaan mati, tidak menggunakan ponsel, dan merokok," kata Sales Executive Retail VI, Pertamina Wilayah Kalbar, Benny Hutagaol di Pontianak, Kamis (7/3).
Ia menjelaskan, masih banyak masyarakat yang belum paham sehingga tidak menaati aturan tersebut, sehingga sangat membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain.
"Seperti menyimpan telepon genggam di dalam jok sepeda motor, sehingga sangat berbahaya sekali ketika hal itu terjadi saat mengisi BBM di SPBU," ungkapnya.
Baca juga: SPBU Pertamina Didigitalisasi
Benny menambahkan, kalaupun hal itu terjadi, pertama operator jangan panik, tapi bisa mengambil tindakan, karena api biasanya tidak langsung besar sehingga bisa dipadamkan dengan Apar (alat pemadam api ringan) yang tersedia.
Selain itu, Benny juga mengimbau kepada masyarakat, agar selalu memeriksa kabel kendaraannya, baik roda dua dan empat, seperti jaringan kabel yang terbuka, karena hal itu bisa memicu api ketika sedang mengisi BBM di SPBU.
Sebelumnya, Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Muhammad Husni Ramli mengatakan, dari hasil olah TKP (tempat kejadian perkara) kebakaran di SPBU 64.788.11 di Jalan Imam Bonjol, Senin malam (4/3), dipicu oleh percikan api dari aki mobil pengangkut sampah yang akan mengisi BBM di SPBU tersebut.
"Dugaan tersebut, setelah kami melakukan pemeriksaan terhadap dua orang saksi, mulai dari sopir truk itu, dan petugas dari SPBU tersebut," ujarnya.
Ia menjelaskan, sopir truk pengangkut sampah itu, mengambil posisi sebelah kanan dari dispenser SPBU, sehingga selang pengisian BBM melewati bagi dari bodi mobil, dan diduga kuat api muncul dari aki mobil tersebut dan menyambar BBM dari nozzle dispenser untuk pengisian BBM itu.
"Dari hasil olah TKP, api diduga kuat dari korsleting aki mobil tersebut sehingga menyebabkan kebakaran mobil dan dispenser dari SPBU tersebut," katanya. (OL-7)
Direktur CELIOS menilai rencana kenaikan harga Pertamax 92 tepat untuk kurangi beban APBN, namun ingatkan risiko migrasi konsumsi ke Pertalite.
Temuan BPK soal lemahnya cadangan BBM dan LPG memicu respons DPR. Legislator PDIP mendesak pemerintah segera bertindak demi ketahanan energi nasional.
Penggunaan AC mobil yang tidak sehat ternyata memicu pemborosan BBM. Simak penjelasan ahli mengenai komponen AC dan tips perawatannya agar tetap efisien.
Pakar ITB ingatkan risiko mesin rusak dan biaya perbaikan belasan juta rupiah akibat mencampur atau menurunkan oktan BBM saat harga naik.
anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Ahmad Najib Qodratullah, mengingatkan pemerintah untuk terus berinovasi dalam melakukan transisi energiĀ
Pakar otomotif ITB ingatkan risiko penurunan performa hingga kerusakan mesin jika nekat pakai BBM oktan rendah demi hemat biaya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved