Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ISAK tangis menyelimuti sebuah rumah di Perumahan Bekasi Regensi 1, RT06/06, Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Duka itu datang tiba-tiba, merenggut Adelia Rifani, 26, korban kecelakaan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam.
Tidak ada firasat, malam itu seharusnya berjalan seperti biasa. Sang ayah, Haerusli, sudah bersiap menjemput putrinya di Stasiun Cibitung, rutinitas yang hampir tak pernah terlewat. Namun hingga pukul 21.30 WIB, tidak ada kabar.
"Biasanya saya jemput. Malam itu sudah siap-siap, tapi sampai sekitar jam setengah sepuluh tidak ada kabar," ujar Rusli lirih.
Kecemasan berubah menjadi kepanikan ketika kabar kecelakaan KRL menyebar lewat televisi dan grup percakapan. Rusli bersama keluarga bergegas menyisir lokasi kejadian hingga ke sejumlah rumah sakit.
Nama Adelia tak ditemukan di lokasi. Harapan sempat menggantung hingga akhirnya kabar itu datang menjelang tengah malam.
"Di lokasi tidak ketemu. Setelah cari ke rumah sakit, akhirnya dapat kabar sekitar pukul 11 malam," tuturnya.
Adelia ditemukan di RS Mitra Keluarga Bekasi Timur. Ia tak lagi pulang.
Adelia ialah anak bungsu dari tiga bersaudara, putri pasangan Arni Ramlah dan Haerusli. Ia baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-26. Lulusan Geofisika Universitas Brawijaya Malang itu baru empat bulan bekerja di PT Ivonesia Solusi Data, memulai langkah awal sebagai pekerja di Jakarta.
Rutinitas pulang pergi dengan kereta menjadi bagian dari perjalanan barunya menuju kemandirian. Perjalanan yang pada akhirnya menjadi yang terakhir.
Di mata keluarga dan lingkungan, Adelia dikenal sebagai sosok yang aktif dan hangat. Ia mudah bergaul, tak pernah jauh dari lingkar pertemanan, dan tetap menjaga kedekatan dengan keluarga di tengah kesibukan barunya.
"Dia aktif banget, di mana-mana aktif. Sama teman lingkungan juga main. Baru mulai mandiri kerja di Jakarta," kenang Rusli.
Kedekatan itu tergambar dari kebiasaan sederhana: berpamitan kepada ibu sebelum berangkat, serta ayah yang setia mengantar atau menjemput.
"Kalau berangkat kerja tetap izin sama ibunya, saya yang ngantar atau jemput," tambahnya.
Kini, rutinitas itu berhenti.
Duka tak hanya milik keluarga. Warga sekitar turut kehilangan sosok yang mereka kenal baik. Tokoh masyarakat setempat yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Budi Muhammad Mustofa, menyebut kepergian Adelia sebagai kehilangan bagi lingkungan.
"Semoga Allah menerima iman Islamnya, mengampuni segala khilafnya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ucapnya.
Ucapan doa terus mengalir. Sejumlah pejabat daerah, termasuk Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja, turut hadir di rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa.
Adelia dimakamkan di TPU Wanajaya.
Di balik nisan yang masih basah, tersimpan kisah tentang seorang anak muda yang baru memulai hidup mandiri, tentang mimpi yang sedang dirintis, namun terhenti di tengah jalan. Perjalanan pulang yang sederhana itu kini menjadi kenangan terakhir. Sebuah perjalanan yang tak pernah benar-benar sampai. (AK/E-4)
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menegaskan proses pemulihan layanan kereta api jarak jauh terus berjalan.
INSIDEN kecelakaan kereta api di kawasan Stasiun Bekasi Timur memunculkan perhatian serius terhadap faktor penyebab awal yang diduga berasal dari gangguan di perlintasan sebidang.
Menurut anggota Komisi VIII DPR RI, Derta Rohidin, usulan tersebut lahir dari semangat perlindungan terhadap perempuan.
GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan pentingnya pengamanan seluruh perlintasan kereta api, termasuk yang tidak resmi, guna mencegah kecelakaan berulang.
USAI kecelakaan kereta api Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, PT KAI Daops 8 Surabaya terus berbenah dalam menata perlintasan.
PEMBATALAN dan keterlambatan kereta api di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya, hingga Rabu (29/4) masih terjadi akibat kecelakaan KRL pada Senin (27/4).
KETUA Umum PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Said Aldi Al Idrus, menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi kecelakaan kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
PERISTIWA tabrakan yang melibatkan Kereta Api (KA) Argo Bromo dan KRL Lintas Cikarang di Stasiun Bekasi Timur menyisakan luka yang tidak kasat mata.
PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat akan menanggung seluruh biaya perawatan rumah sakit korban kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line yang terjadi pada Senin (27/4) malam.
HINGGA saat ini, proses evakuasi sarana KRL masih terus dilakukan di lokasi.
PT Kereta Api Indonesia Daops 8 Surabaya mengembalikan semua tiket penumpang kereta yang membatalkan perjalanan atau refund.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved