Basarnas Larang Geser Gerbong dalam Evakuasi Tabrakan Kereta Bekasi

Andhika Prasetyo
28/4/2026 06:50
Basarnas Larang Geser Gerbong dalam Evakuasi Tabrakan Kereta Bekasi
Petugas memeriksa kondisi gerbong KRL Commuterline yang bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek.(Antara)

Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, memberikan instruksi tegas kepada tim SAR gabungan untuk tidak menggeser gerbong kereta dalam proses evakuasi korban tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur (BKST). Langkah ini diambil guna menghindari risiko cedera yang lebih fatal bagi korban yang masih terjepit.

Dalam keterangan video yang diterima di Jakarta, Selasa (28/4), Syafii menjelaskan bahwa tim penyelamat saat ini memfokuskan evakuasi pada teknik cutting (pemotongan) dan lifting (pengangkatan) material. Teknik ini dipilih untuk memisahkan tubuh korban dari jepitan logam gerbong secara presisi.

"Kami tidak ingin ada pergerakan yang malah memperburuk kondisi mereka. Ekstrikasi dilakukan secara perlahan hingga badan korban terpisah dari material yang menghimpit," ujar Syafii saat memantau langsung proses evakuasi di lokasi kejadian.

Fokus pada Keselamatan Penumpang

Syafii menyampaikan rasa duka yang mendalam atas insiden maut ini. Ia memastikan tim SAR gabungan bekerja maksimal dan seefektif mungkin, mengingat keselamatan penumpang yang masih terjepit menjadi prioritas utama.

"Kejadian ini merupakan duka mendalam bagi kita semua. Kami mohon doa dari seluruh rakyat Indonesia agar proses evakuasi ini bisa segera tuntas dan seluruh korban dapat segera dikeluarkan dalam kondisi selamat," ungkapnya.

Data Korban dan Kronologi

Insiden maut ini terjadi pada Senin (27/4) malam pukul 20.55 WIB. Kecelakaan melibatkan KA Argo Bromo Anggrek nomor perjalanan 4 rute Gambir - Surabaya Pasar Turi yang bertabrakan dengan rangkaian KRL di area Stasiun Bekasi Timur.

Hingga Selasa pagi pukul 05.11 WIB, tim SAR melaporkan kondisi terkini di lapangan:

  • Korban Terjepit: Masih terdapat 3 penumpang yang terjepit di dalam gerbong KRL nomor 8 (gerbong khusus wanita).
  • Korban Meninggal Dunia: Total tercatat sebanyak 6 orang.

Selain fokus pada evakuasi korban terjepit, tim SAR juga melakukan penyisiran ke seluruh sudut gerbong untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal. Seluruh barang milik penumpang yang ditemukan akan dikumpulkan dan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk pendataan lebih lanjut.

Pembaruan Informasi Berkala

Direktur PT KAI, Bobby Rasydin, yang mendampingi Menteri Perhubungan Dudhy Purwaghandy dan Kepala Basarnas di lokasi, menyatakan bahwa perkembangan proses evakuasi akan diperbaharui setiap dua jam sekali kepada publik.

Saat ini, area Stasiun Bekasi Timur masih dijaga ketat oleh petugas keamanan guna kelancaran mobilitas alat berat dan personel SAR yang sedang bekerja melakukan pemotongan material gerbong.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya