Evakuasi Dramatis Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL, 3 Korban masih Terjepit

Andhika Prasetyo
28/4/2026 06:40
Evakuasi Dramatis Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL, 3 Korban masih Terjepit
Petugas melakukan evakuasi terhadap para korban kecelakaan kereta di Bekasi.(Antara)

Tim SAR gabungan masih terus berupaya melakukan evakuasi dramatis terhadap tiga penumpang yang terjepit di dalam rangkaian gerbong KRL di Stasiun Bekasi Timur (BKST), Bekasi, Jawa Barat. Hingga Selasa (28/4) pagi pukul 05.53 WIB, petugas menerapkan skema kerja bergantian untuk memotong besi rangkaian gerbong guna menyelamatkan korban.

Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, mengonfirmasi bahwa personel di lapangan menggunakan peralatan ekstrikasi berat. Alat tersebut digunakan untuk memotong bagian-bagian logam rangkaian KRL yang menghimpit tubuh para korban pascainsiden maut yang terjadi pada Senin (27/4) malam tersebut.

"Kami melibatkan personel yang memiliki kemampuan khusus ekstrikasi. Proses evakuasi berjalan simultan dengan penanganan medis di lokasi agar kondisi fisik korban yang masih terhimpit tetap stabil selama proses penyelamatan," ujar Syafii dalam keterangan resminya, Selasa (28/4).

Kendala Ruang Sempit dan Keamanan Gerbong

Syafii menjelaskan bahwa proses evakuasi menghadapi tantangan berat karena ruang di dalam gerbong sangat terbatas. Hal ini disebabkan oleh posisi kepala KA Argo Bromo Anggrek yang masuk ke dalam rangkaian gerbong KRL.

Kondisi tersebut membuat area kerja hanya mampu menampung maksimal 25 petugas SAR dan tenaga medis secara bersamaan. Oleh karena itu, sistem sif atau pergantian personel dilakukan secara ketat agar proses penyelamatan tetap berjalan efektif tanpa jeda.

"Yang pasti kita bekerja non-stop tidak ada jeda. Personel yang akan kita ganti dari luar masuk ke dalam gerbong, kemudian di dalam kita bergantian. Dan tentunya yang kita libatkan adalah personel-personel yang memang memiliki kemampuan untuk ekstrikasi. Itu yang utama," tegasnya.

Kronologi Insiden Maut

Kecelakaan kereta di Bekasi Timur ini terjadi pada Senin (27/4) malam sekitar pukul 20.55 WIB. Insiden melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dengan nomor perjalanan 4 rute Gambir - Surabaya Pasar Turi yang bertabrakan dengan rangkaian KRL di Stasiun Bekasi Timur.

Berdasarkan laporan terbaru dari lokasi kejadian hingga Selasa pukul 05.11 WIB, masih terdapat tiga dari total tujuh penumpang yang terjepit. Ketiga korban tersebut berada di dalam rangkaian gerbong nomor 8, yang merupakan gerbong khusus wanita.

Tim medis terus memantau kondisi vital para korban tabrakan kereta Bekasi yang masih terjepit di sela-sela logam gerbong, sementara tim ekstrikasi bekerja dengan penuh kehati-hatian untuk menghindari pergeseran struktur gerbong yang dapat membahayakan keselamatan korban maupun petugas.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya