Tabrakan di Bekasi Timur, Kecelakaan Pertama KAI Jarak Jauh dengan KRL

M Iqbal Al Machmudi
28/4/2026 00:13
Tabrakan di Bekasi Timur, Kecelakaan Pertama KAI Jarak Jauh dengan KRL
Kecelakaan antara KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026).(Istimewa)

KECELAKAAN KRL PLB 5568A oleh PLB 4B (KA Argo Bromo Anggrek) di Bekasi Timur, Senin (27/5) merupakan kecelakaan terbesar sesama moda kereta. Terakhir kasus kecelakaan hingga menyebabkan korban jiwa terjadi pada 2 Oktober 2010 di Stasiun Patarukan, Pemalang, yang menyebabkan 35 orang meninggal dunia, 29 luka berat, dan 5 orang luka ringan. 

"Kecelakaan antara kereta jarak jauh versus KRL malam ini merupakan kecelakaan pertama dalam sejarah. Selama ini tidak pernah terjadi senggolan antara kereta jarak jauh dengan kereta perkotaan, sehingga ini tentu ada masalah yang serius di tingkat manajerial yang perlu diaudit," kata Pakar pendidikan sekaligus pengguna setia KAI Ki Darmaningtyas dalam keterangannya, Senin (27/4).

Bagi PT KAI, kecelakaan malam ini merupakan kecelakaan kedua kereta jarak jauh dalam satu bulan terakhir. Pada tanggal 6 April 2026 KA Bangun Karta anjlok di Bumiayu, Brebes Jawa Tengah. Kecelakaan tersebut sempat menggangu perjalanan KA lintas Tengah. 

Memang tidak menimbulkan korban jiwa tapi perjalanan KA menuju Yogyakarta hingga Surabaya dialihkan lewat Semarang dan akhirnya mengalami keterlambatan beberapa jam untuk dapat sampai tujuan. 

"Melihat adanya kecelakaan yang beruntun dalam satu bulan terakhir, selain mendesak perlu adanya audit manajemen di PT KAI," ungkapnya.

Darmaningtyas minta Danantara perlu lebih cermat lagi memilih direksi PT KAI, agar direksi yang baru tidak membawa kemunduran PT KAI, tapi dapat membawa kemajuan KAI. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya