Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KONDISI sanitasi di Pasar Agung, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, kian memprihatinkan. Ratusan pedagang mengeluhkan tumpukan sampah setinggi tiga meter yang tak kunjung diangkut selama dua pekan terakhir, hingga menimbulkan bau busuk dan serangan hama belatung.
Kondisi ini tidak hanya merusak estetika pasar, tetapi juga mulai mengancam kesehatan pedagang dan pengunjung. Belatung yang muncul dari pembusukan sampah dilaporkan mulai merayap hingga ke badan jalan dan kios-kios pedagang.
"Tumpukan sampah pasar yang tak kunjung terangkut telah menimbulkan bau menyengat dan juga memunculkan belatung," ujar Sorta, seorang pedagang bumbu di Pasar Agung, Kamis (8/1).
Aktivitas Ekonomi Lumpuh
Dampak dari pembiaran ini mulai memukul sektor ekonomi mikro di pasar tersebut. Bau menyengat dan aliran air lindi (cairan sampah) membuat warga enggan bertransaksi. Bahkan, beberapa pelaku usaha terpaksa gulung tikar sementara.
Rizal, pedagang lainnya, mengungkapkan bahwa tumpukan sampah tersebut sudah hampir satu bulan tidak ditangani secara tuntas.
“Beginilah kondisinya. Sampah sudah hampir sebulan tidak diangkat, kurang lebih dua mingguan. Salah satu warung es kelapa bahkan terpaksa tutup karena tertutup tumpukan sampah dan mengalami kerugian,” kata Rizal.
Ia menambahkan, keresahan pedagang memuncak saat ribuan belatung mulai masuk ke area dagang. "Belatungnya banyak, sampai merayap ke jalan dan kios-kios. Banyak pedagang yang mengeluh, tembok pasar ketutup sampah, pedagang juga jadi kebauan," ucapnya.
Sampah Liar dan Kemacetan
Kepala UPT Pasar Agung, Raden Hermawan, yang didampingi Kasubag TU Toto Martono, mengakui pihaknya telah berulang kali berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok. Namun, permintaan pengangkutan tersebut hingga kini belum membuahkan hasil.
"Sudah kita minta. Tapi hingga saat ini tak kunjung juga diangkut," tegas Raden Hermawan.
Raden mengungkapkan, persoalan ini diperparah oleh oknum yang membuang sampah rumah tangga ke area pasar secara ilegal. Sampah kiriman yang didominasi limbah domestik tersebut kini meluber hingga menutupi sebagian badan jalan.
"Sampah yang dikirim preman-preman Jalan Banyuasin Kelurahan Abadijaya ini didominasi limbah rumah tangga seperti sisa sayuran, buah-buahan, serta plastik. Sampah-sampah tersebut terlihat menumpuk hingga menutupi sebagian sisi jalan. Akibatnya, kendaraan yang melintas harus bergantian melewati jalur yang tersisa," jelasnya.
Sebanyak 355 pedagang kini mendesak langkah nyata dari Pemkot Depok. Hingga berita ini diturunkan, Kepala DLHK Kota Depok, Abdul Rahman (Abra), belum memberikan komentar terkait keterlambatan pengangkutan sampah di titik tersebut. (KG/P-2)
Inkoppas menegaskan kelangkaan plastik tidak menjadi isu utama yang mengganggu pasar rakyat saat ini, tetapi kenaikan biaya transportasi akibat isu kenaikan harga solar.
Berdasarkan pantauan, pada Minggu (29/3), ketinggian sampah do Pasar Induk Kramat Jati bahkan telah melampaui lampu penerangan jalan, namun tidak terlihat adanya aktivitas pengangkutan.
Inisiatif ini hadir sebagai solusi nyata bagi para pekerja kebun dan masyarakat sekitar dalam menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok yang biasanya terjadi selama bulan suci.
Kopi luwak dikenal dengan proses produksi unik melalui fermentasi alami oleh Asian Palm Civet (Paradoxurus hermaphroditus).
Selain kendala fisik, pasar tersebut juga kerap dijadikan tempat berkumpulnya gelandangan dan pengemis
Melubernya sampah ke jalan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Banjir besar ini terjadi karena overflow air yang melampaui kapasitas kali setelah aliran air terhambat tumpukan sampah.
Volume sampah yang diangkut setiap harinya dari seluruh wilayah kecamatan mencapai puluhan ton
Pemerintah berkomitmen menyelesaikan persoalan sampah secara komprehensif hingga ke hilir
Sampah dan lumpur yang diangkut dari aliran Kali Baru sekitar 7 ton dan 8 ton dari Kali Laya, dengan diangkut oleh 6 armada truk besar menuju ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung.
Ledakan tabung gas diduga picu kebakaran Kafe di Depok. Sebanyak 35 orang terdampak, 5 karyawan alami luka bakar serius dan dilarikan ke RS.
Masyarakat diharapkan langsung mendatangi kantor kelurahan atau gerai layanan resmi Dukcapil Depok untuk melakukan aktivasi IKD secara aman dan legal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved