Musrenbang Depok 2027: Solusi Sampah dan Macet Jadi Agenda Utama

Kisar Rajagukguk
16/4/2026 18:00
Musrenbang Depok 2027: Solusi Sampah dan Macet Jadi Agenda Utama
Wali Kota Depok Supian Suri memaparkan arah kebijakan pembangunan dalam Musrenbang-RKPD Depok 2027 .(MI/Kisar Rajagukguk-HO)

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Depok resmi menetapkan pembenahan infrastruktur dan pengelolaan lingkungan sebagai fokus utama dalam pembangunan tahun anggaran 2027. Langkah strategis ini diambil guna mewujudkan visi Depok sebagai kota yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI).

Wali Kota Depok Supian Suri, menegaskan bahwa mandat pembangunan tersebut telah disepakati dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang-RKPD) yang digelar Selasa (14/4).

Transformasi Infrastruktur dan Lingkungan
Penanganan sampah dan penguraian titik kemacetan menjadi pilar utama agenda pemerintah. Supian menyebutkan, penyelesaian masalah sampah akan dilakukan secara menyeluruh untuk menjamin kesehatan lingkungan dan daya tarik kota.

"Pemerintah berkomitmen menyelesaikan persoalan sampah secara komprehensif hingga ke hilir, sehingga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan lingkungan, daya tarik pariwisata, dan kenyamanan publik secara keseluruhan," ujar Supian, Kamis (16/4).

Di sektor transportasi, Pemkot Depok menyiapkan sejumlah proyek strategis untuk memecah kepadatan lalu lintas. Beberapa rencana besar yang masuk dalam skema pembangunan antara lain:

  •     Pembangunan Jalan Engran
  •     Pelebaran Jalan Raya Sawangan
  •     Rencana Pembangunan Flyover Margonda
  •     Pembangunan Underpass Citayam

Pemerataan Pendidikan dan SDM
Selain infrastruktur fisik, penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan optimalisasi ekonomi lokal tetap menjadi prioritas menuju visi Depok Maju. Supian menekankan pentingnya akses pendidikan yang merata, mulai dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi melalui program beasiswa.

"Tidak boleh ada lagi warga Kota Depok yang drop out dan putus sekolah. Kami juga berkolaborasi dengan perguruan tinggi swasta agar anak-anak warga Kota Depok tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan," jelasnya.

Pemkot Depok juga dipastikan melanjutkan program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) yang saat ini melibatkan 49 SMP dan MTs swasta. Ke depan, jangkauan program ini akan diperluas hingga jenjang PAUD-TK di seluruh kelurahan dan kecamatan di Kota Depok.

Transparansi Anggaran RW
Sebagai bentuk tata kelola pemerintahan yang responsif, Pemkot Depok berkomitmen merealisasikan program dana bantuan RW sebesar Rp300 juta per wilayah. Hal ini diharapkan mampu mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan skala lokal.

"Musrenbang ini menjadi ikhtiar bersama untuk memastikan setiap program yang direncanakan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," pungkas Supian. (KG/P-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya