TPS CitraRaya Tangerang segera Transformasi Jadi Controlled Landfill

Despian Nurhidayat
21/4/2026 20:35
TPS CitraRaya Tangerang segera Transformasi Jadi Controlled Landfill
ilustrasi(Antara)

Tempat Penampungan Sementara (TPS) di kawasan CitraRaya, Tangerang, tengah dipersiapkan untuk bertransformasi menjadi fasilitas pengelolaan sampah berbasis metode controlled landfill. Metode ini dinilai lebih ramah lingkungan karena dilakukan secara teratur dan terkontrol dalam menangani sampah yang sudah ada. Selama ini, pengelolaan sampah di CitraRaya dilakukan bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, khususnya dalam proses pengangkutan menuju TPA Jariwaringin di Mauk.

General Manager Estate Management PT Ciputra Residence (CitraRaya), Meita Mediawati, menyampaikan bahwa rencana penerapan metode controlled landfill telah disusun sejak 2025 dan kini memasuki tahap persiapan lelang. Ia menargetkan implementasi sudah dapat berjalan pada Agustus 2026.

“Penanganan sampah menjadi konsen kami. Kami berharap, pengelolaan sampah menggunakan metode controlled landfill ini bisa menjadi solusi dalam menangani persoalan sampah, terutama di lingkungan CitraRaya,” ujar Meita, Selasa (21/4).

Selain mengelola sampah eksisting dengan metode controlled landfill, pengurangan sampah organik juga akan dilakukan melalui pemanfaatan maggot atau larva Black Soldier Fly (BSF) serta pengolahan menjadi kompos. Sementara itu, sampah baru yang diangkut dari sumber direncanakan akan diolah menggunakan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) yang akan dibangun secara bertahap.

Pengembangan ini diarahkan menuju konsep Tempat Pengolahan Sampah Terpadu berbasis reduce, reuse, recycle (TPST3R) dengan melibatkan partisipasi masyarakat.

Terkait penumpukan sampah yang saat ini terjadi di TPS CitraRaya, Meita menjelaskan bahwa kondisi tersebut merupakan akumulasi selama sekitar sembilan tahun akibat ketidakseimbangan antara volume sampah dan kapasitas pengangkutan oleh DLHK.

Sementara itu, konsultan yang ditunjuk dalam penyusunan konsep tersebut, Budiartho Saada, menilai metode controlled landfill sebagai solusi transisi dari sistem open dumping menuju pengelolaan sampah yang lebih modern dan terstandar.

Ia menjelaskan, metode ini memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya lebih higienis karena sampah ditimbun dan ditutup tanah secara berkala sehingga mengurangi bau serta menekan perkembangan hama seperti lalat, tikus, dan nyamuk. Selain itu, sistem ini juga dilengkapi dengan pengelolaan air lindi (leachate) dan saluran gas hasil pembusukan, sehingga mampu meminimalkan risiko pencemaran tanah, air, maupun udara.

Dari sisi efisiensi, metode ini memungkinkan pemanfaatan lahan secara optimal karena sampah diratakan dan dipadatkan menggunakan alat berat, sehingga kapasitas tampung dapat bertahan lebih lama.

“Metode ini relatif lebih ekonomis dan mudah diterapkan karena tidak membutuhkan teknologi yang terlalu kompleks,” ujar Budiartho.

Ia menambahkan, proses perencanaan telah dimulai sejak 2025 dan kini telah memasuki tahap penyusunan dokumen lelang yang dijadwalkan berlangsung pada Mei 2026. Dengan demikian, implementasi di lapangan diharapkan segera terealisasi dalam waktu dekat.

“Target kami Agustus 2026 sudah berjalan, dengan catatan kondisi cuaca mendukung, terutama dalam pembangunan sistem drainase, instalasi pipa air lindi, dan saluran gas,” pungkasnya. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya