Biaya Transportasi Jadi Isu Utama Pedagang Pasar

Abdillah M Marzuqi
10/4/2026 22:48
Biaya Transportasi Jadi Isu Utama Pedagang Pasar
Minya Kita kemasan ukuran dua liter diantara produk minyak goreng lain di lapak pedagang sembako(Dok.MI)

SEKRETARIS Umum Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkoppas), Andrian Lame Muhar, menegaskan kelangkaan plastik tidak menjadi isu utama yang mengganggu pasar rakyat saat ini, tetapi kenaikan biaya transportasi akibat isu kenaikan harga solar.

“Plastik itu murah, pedagang bisa substitusi dengan daun pisang atau kertas. Tapi transportasi ini yang berat,” ujar Andrian pada awak media di Jakarta, Kamis (9/4).

Andrian menyebut, ongkos pengiriman minyak goreng dari Jakarta kini menembus Rp1,3 hingga Rp1,5 juta permobil, dari sebelumnya hanya sekitar Rp900 ribu hingga Rp1,1 juta. Kondisi ini semakin memberatkan jalur distribusi ke wilayah timur Indonesia.

Terkait nilai tukar dolar yang telah menyentuh Rp17.000, Andrian menilai bahan pangan lokal relatif aman selama swasembada pangan terjaga. Yang rentan adalah komoditas impor seperti bawang putih, daging substitusi, dan gula rafinasi.

"Saat INKOPPAS berdiskusi dengan Menko Pangan bahwa harga solar belum naik, cuman isu perang membuat para pengusaha logistik bersiap-siap menaikan harga. Jadi mereka sudah ada yang menaikan harga sekarang untuk transportasi. Dan untuk logistik itu yang agak berat," Jelasnya.

Kendati demikian, harga sembako di pasar rakyat saat ini disebut masih stabil usai Lebaran, seiring kembalinya pedagang ke pasar dan gencarnya program pangan murah dari pemerintah, seperti beras SPHP dan Minyak Kita. Andrian juga mengungkapkan, Inkoppas tengah mendorong percepatan revitalisasi 13 ribu pasar rakyat di seluruh Indonesia bersama Kemenko Pangan dan Kemenko Infrastruktur.

"Sudah ada  6 pasar tahun ini melalui bantuan (Kementerian) PU mulai bergerak, kemudian dari Inkoppas sedang menjalankan BOT (build-operate-transfer) revitalisasi  dengan menggunakan dana pedagang pasar terus bergerak kemudian dari BUMD dan perumda mulai merenovasi pasar-pasar seperti itu," tukasnya. (M-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya