Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TUMPUKAN sampah meluber hingga ke badan jalan di samping Pasar Agung, Jalan Proklamasi, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat. Kondisi ini dikeluhkan warga karena mengganggu arus lalu lintas serta menurunkan kualitas kenyamanan lingkungan akibat bau menyengat.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Agung, Raden Hermawan, mengungkapkan bahwa melubernya sampah ke jalan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir. Ia menyebut fenomena ini kerap muncul pada malam hingga dini hari, terutama saat aktivitas pasar telah usai.
“Kalau masalah meluber, sudah menjadi pemandangan biasa karena memang ada pengangkutan ilegal dari luar pasar. Belakangan ini selalu meluber akibat adanya preman-preman yang kirim sampah,” ucap Raden saat dihubungi, Senin (2/2).
Kendala Pengangkutan
Raden menjelaskan bahwa ketika volume sampah mulai menguasai separuh jalan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok seharusnya segera melakukan pengangkutan agar tumpukan di lahan Pasar Agung tidak kian menggunung. Namun, kendala armada menjadi hambatan utama.
"Kami sudah meminta kepada DKLH sampah-sampah di samping Pasar Agung di angkut segera. Katanya, alat berat atau armada pengangkut masih digunakan di wilayah lain. Hal ini berdampak pada penumpukan sampah di samping pasar di wilayah tersebut," tuturnya.
Menurut Raden, area tersebut menampung sampah dari beberapa Rukun Warga (RW) di kawasan Kelurahan Abadijaya. Keterlambatan pengangkutan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menyebabkan volume sampah meningkat drastis.
“Atau juga mungkin di sananya, di pembuangan akhir lagi ada pembangunan atau apa,” ujar Raden.
Ia mengaku khawatir posisi sampah yang berada di tepi jalan utama akan memicu aksi pembuangan sampah liar oleh warga yang melintas (freerider).
Respons DLHK Kota Depok
Pihak Pemerintah Kota Depok melalui Kepala Bidang Kebersihan dan Kemitraan DLHK Kota Depok, Ardan Kodratulloh, mengakui adanya keresahan masyarakat terkait tumpukan sampah di berbagai titik. Selain mengganggu estetika, kondisi ini menimbulkan polusi udara.
"Penumpukan sampah di berbagai wilayah Kota Depok telah membuat keresahan di kalangan masyarakat terutama awal tahun 2026," katanya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, tumpukan sampah menutup sekitar separuh bahu jalan dengan lebar tersisa hanya sekitar 2 meter. Gunungan sampah setinggi satu meter tersebut membentang sepanjang 15–20 meter, didominasi oleh sampah rumah tangga seperti plastik, sisa makanan, hingga barang berukuran besar seperti seprei dan bedcover.
Kapasitas lahan yang tidak lagi memadai membuat sampah meluber keluar dan menyatu dengan badan jalan, yang berisiko membahayakan pengguna jalan di kawasan padat penduduk tersebut. (KG/P-2)
Banjir besar ini terjadi karena overflow air yang melampaui kapasitas kali setelah aliran air terhambat tumpukan sampah.
Volume sampah yang diangkut setiap harinya dari seluruh wilayah kecamatan mencapai puluhan ton
Pemerintah berkomitmen menyelesaikan persoalan sampah secara komprehensif hingga ke hilir
Sampah dan lumpur yang diangkut dari aliran Kali Baru sekitar 7 ton dan 8 ton dari Kali Laya, dengan diangkut oleh 6 armada truk besar menuju ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung.
Ledakan tabung gas diduga picu kebakaran Kafe di Depok. Sebanyak 35 orang terdampak, 5 karyawan alami luka bakar serius dan dilarikan ke RS.
Masyarakat diharapkan langsung mendatangi kantor kelurahan atau gerai layanan resmi Dukcapil Depok untuk melakukan aktivasi IKD secara aman dan legal.
Inkoppas menegaskan kelangkaan plastik tidak menjadi isu utama yang mengganggu pasar rakyat saat ini, tetapi kenaikan biaya transportasi akibat isu kenaikan harga solar.
Berdasarkan pantauan, pada Minggu (29/3), ketinggian sampah do Pasar Induk Kramat Jati bahkan telah melampaui lampu penerangan jalan, namun tidak terlihat adanya aktivitas pengangkutan.
Inisiatif ini hadir sebagai solusi nyata bagi para pekerja kebun dan masyarakat sekitar dalam menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok yang biasanya terjadi selama bulan suci.
Kopi luwak dikenal dengan proses produksi unik melalui fermentasi alami oleh Asian Palm Civet (Paradoxurus hermaphroditus).
Selain kendala fisik, pasar tersebut juga kerap dijadikan tempat berkumpulnya gelandangan dan pengemis
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved