Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
CO-Founder & CEO Natha Satwa Nusantara, Davina Veronica menanggapi kasus penembakan kucing yang dilakukan TNI. Davina mengecam tindakan itu dan meminta agar pelaku dapat dihukum untuk memberikan efek jera.
Selama ini, kata Davina belum ada tindakan tegas dari pemerintah untuk menghukum mereka yang melakukan penyiksaan terhadap hewan. “Karena memang UU atau hukum pada saat ini memang tidak menyediakan perlindungan yang mencukupi dan rinci untuk hewan. Kami menemukan banyak sekali kelemahan di dalam UU dan penegakan hukum,” kata Davina kepada Media Indonesia, Jumat (19/8).
“Banyak sekali kasus yang ujungnya kalau urusannya menyakiti hewan, menganiaya hewan, ujung-ujungnya cuma minta maaf, terus udah. Jadi sebenarnya Indonesia itu harus diubah cara pikir atau cara bertindak dalam menyikapi kasus hewan. Saya akui, bukan hanya di Indonesia saja, di seluruh dunia mungkin, masih banyak yang menganggap bahwa hewan itu tidak punya perasaan. Jadi karena dianggap hewan tidak punya perasaan, mereka bisa seenaknya menyiksa hewan tanpa berpikir hewan itu bisa merasakan sakit, takut dan bahkan kesepian,” imbuh Davina.
Aktivis penyayang hewan itu juga menilai kasus penembakan kucing beberapa waktu lalu didasari rasa kebencian terhadap hewan. “Kalau dia nggak benci, nggak mungkin cara dia membersihkan atau memberi keamanan di area sekitar situ dengan menyakiti kucing. Kalau dia nggak benci, harusnya dia terpikir untuk menggandeng atau merangkul Yayasan atau organisasi penyayang hewan untuk bisa disteril,” ujar dia.
Davina menuturkan, manusia yang sanggup menyiksa bahwa membunuh hewan perlu diwaspadai kelak tindakannya itu dilakukan ke sesama manusia. Kalau masalah kecil ke sesama makhluk hidup saja sampai begitu kejamnya, kata Davina bagaimana menyikapi hal-hal besar? Kini harus bisa mengukur karakter orang dari bagaimana seseorang itu memperlakukan orang-orang kecil bahkan kepada hewan.
Baca juga: Kedatangan Prajurit Raider Khusus TNI
“Dari situ kita bisa melihat, apakah dia karakter yang besar hati, mengayomi, ingin menolong, welas asih yang tinggi terhadap sesama makhluk hidup lain, atau sesama manusia. Kalau urusan kucing aja dia begitu sadisnya, kejamnya ingin cepat kelar, itu bisa terukur bagaimana dia bisa menyikapi urusan lainnya,” tutur Davina.
Berdasarkan catatan dari Davina, penyiksaan terhadap hewan itu tidak semata-mata menunjukkan kepribadian yang rusak, melainkan kata dia ada hal yang lebih laten dari itu. Tindakan penyiksaan terhadap hewan juga dapat mengindikasikan seseorang memiliki kesehatan mental yang terganggu.
“Riset dalam bidang Psikologi dan Kriminologi, bahwa seseorang yang melakukan penyiksaan atau kekerasan terhadap hewan, tidak akan berhenti sampai di situ saja. mereka juga akan sanggup melakukan penyiksaan terhadap sesama manusia.”
“Ada juga penelitian lain yang mengatakan, ada indikasi penting untuk memeriksa latar belakang pembunuh berantai dan pemerkosa menurut anggota FBI, namanya Robert Ressler, para pelaku tersebut adalah anak-anak yang tumbuh tanpa pernah belajar bahwa menyiksa hewan itu adalah tindakan salah. Kalau dari kecil sudah dibiasakan tidak apa-apa melakukan kekerasan kepada hewan, menyakiti hewan atau menyiksa hewan, itu mempunyai bibit di dalam dirinya di mana dia itu bisa menjadi kriminal di masa mendatang,” jelas Davina.
Dengan berlanjutnya kasus penembakan kucing ini untuk diinvestigasi dan dibawa ke ranah hukum, Davina menyambut baik tindakan itu.
“Bagus sekali. Saya rasa sudah saatnya Indonesia memberikan efek jera kepada penyiksa atau yang menganiaya hewan. Sehingga mereka tidak melakukannya lagi. Masyarakat Indonesia bisa mengubah pola pikirnya, sikapnya, perilakunya bahwa tidak boleh menyakiti hewan. It’s not ok to hurt animals. Because mereka itu makhluk hidup juga, mereka punya rasa. Dan ketika menyakiti makhluk hidup lain, hewan, itu ada hukumnya, ada sanksinya. Harus dibuat seperti itu, diberikan peraturan yang tegas. Jadi manusia-manusia Indonesia akan menjadi manusia yang berakhlak. Bukan manusia yang bar-bar,” tandasnya. (OL-4)
Presiden AS Donald Trump merespons insiden penyerangan di Washington Hilton. Ia membantah isi manifesto pelaku dan meminta acara segera dijadwalkan ulang.
Mantan anggota Polri Robig Zaenudin dipindahkan ke Nusakambangan karena diduga mengendalikan peredaran narkoba dari dalam Lapas Semarang.
Tragedi penembakan terjadi di Shreveport yang menewaskan delapan anak dalam insiden yang diduga dipicu konflik rumah tangga, pada Minggu (19/4).
Aktor Ethan Jamieson ditangkap atas tuduhan penyerangan bersenjata di Carolina Utara. Ia diduga menembak tiga pria dengan pistol 9mm.
Baku tembak pecah di dekat Konsulat Israel di Istanbul. Dua penyerang tewas dan dua polisi terluka. Pelaku gunakan senjata laras panjang di pusat bisnis Turki.
Rekaman video terbaru dari Minneapolis membuktikan agen ICE memberikan pernyataan palsu di bawah sumpah terkait penembakan dua imigran. Skandal ini mengguncang "Operation Metro Surge".
Kedutaan Besar Qatar sampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya Praka Rico Pramudia, prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian UNIFIL di Libanon.
Mengenal Praka Rico, prajurit TNI yang gugur dalam misi UNIFIL di Libanon. Kisah pengabdian dan risiko pasukan perdamaian Indonesia.
Prajurit TNI Praka Rico gugur di Libanon akibat serangan Israel. Indonesia desak PBB lakukan investigasi dugaan kejahatan perang.
Sjafrie menegaskan bahwa tugas prajurit TNI tidak terbatas pada wilayah penugasan tertentu, melainkan mencakup perlindungan seluruh kepentingan nasional.
Pemerintah melalui Mensesneg Prasetyo Hadi menyatakan belum ada keputusan penarikan TNI dari UNIFIL Lebanon pasca-insiden yang menewaskan 3 prajurit. Simak evaluasi lengkapnya.
PEMERINTAH belum mengambil sikap resmi terkait hasil investigasi PBBĀ atas tewasnya prajurit TNI dalam misi perdamaian yang tergabung dalam UNIFIL di Libanon, termasuk penarikan pasukan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved