Terungkap! Video CCTV Bongkar Kebohongan Agen ICE dalam Penembakan Imigran Venezuela

Thalatie K Yani
07/4/2026 06:52
Terungkap! Video CCTV Bongkar Kebohongan Agen ICE dalam Penembakan Imigran Venezuela
Rekaman video terbaru dari Minneapolis membuktikan agen ICE memberikan pernyataan palsu di bawah sumpah terkait penembakan dua imigran. Skandal ini mengguncang "Operation Metro Surge".(CNN)

SEBUAH rekaman kamera pengawas kota (CCTV) yang baru dirilis dari Minneapolis mengungkap fakta mengejutkan di balik penembakan dua imigran asal Venezuela oleh agen Immigration and Customs Enforcement (ICE) pada Januari lalu. Video berdurasi sembilan menit tersebut menjadi bukti kunci mengapa laporan awal badan federal tersebut akhirnya runtuh.

Awalnya, Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) menuduh Julio Cesar Sosa-Celis dan sepupunya, Alfredo A. Aljorna, melakukan serangan brutal terhadap petugas sehingga memicu tembakan pertahanan diri. Namun, Departemen Kehakiman (DOJ) justru membatalkan dakwaan pada Februari setelah menemukan bukti baru yang bertolak belakang.

Video Mengakhiri Narasi "Pergulatan 3 Menit"

Rekaman tersebut menunjukkan pergulatan hanya berlangsung sekitar 12 detik, membantah klaim agen yang menyatakan mereka terlibat kontak fisik selama tiga menit sebelum penembakan terjadi. Selain itu, video tersebut mematahkan klaim berulang DHS bahwa agen dipukul secara brutal menggunakan sekop salju atau gagang sapu.

Dalam video, salah satu pria memang terlihat memegang sekop, namun ia menjatuhkannya sebelum pergulatan dimulai. Sekop tersebut tampak tergeletak di atas salju selama seluruh kejadian berlangsung tanpa pernah digunakan sebagai senjata.

"Video ini memperjelas bahwa, sama seperti situasi lain selama Operation Metro Surge, laporan pemerintah federal tentang apa yang terjadi tidak sesuai dengan fakta," tegas Wali Kota Minneapolis, Jacob Frey, dalam pernyataannya.

Agen Terancam Sanksi Pidana

Seorang juru bicara ICE menyatakan, Senin (6/4), dua agen yang memberikan "pernyataan tidak jujur" di bawah sumpah telah dibebastugaskan sementara. Kantor Kejaksaan AS kini sedang melakukan penyelidikan, dan para agen tersebut berpotensi menghadapi pemecatan hingga tuntutan pidana.

Pengacara Aljorna, Frederick J. Goetz, menyatakan klaim pemerintahan Trump mengenai kliennya yang menyerang agen dengan sapu atau sekop adalah hal yang "tidak pernah terjadi." Menurut Goetz, peristiwa bermula saat Aljorna kehilangan kendali mobilnya karena jalanan licin dan menabrak gundukan salju, yang kemudian memicu pengejaran oleh agen federal.

Dampak Kelam Operation Metro Surge

Insiden ini terjadi selama operasi berbulan-bulan yang dikenal sebagai Operation Metro Surge. Operasi ini menargetkan imigran tanpa dokumen di wilayah Twin Cities, namun dalam perjalanannya justru mengakibatkan kematian dua warga negara AS di tangan agen federal dan penangkapan lebih dari 4.000 imigran.

Meskipun mantan Sekretaris DHS Kristi Noem awalnya menyebut tindakan para pria tersebut sebagai "upaya pembunuhan terhadap penegak hukum federal," bukti visual kini berkata lain. Kasus ini menambah panjang daftar kritik terhadap akuntabilitas agen federal di lapangan dan integritas laporan resmi mereka dalam operasi penegakan hukum imigrasi. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya