Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KELIMA pasar tradisional di Kota Depok, teridentifikasi tercemar limbah berbahaya. Akibatnya, kualitas air dan udara pada pasar milik Pemerintah Kota (Pemkot) Depok tersebut menjadi sangat buruk. Terparah adalah Pasar Kemiri Muka.
Lima Pasar Tradisional yang dikelola Pemerintah Kota Depok adalah Pasar Cisalak, Pasar Tugu, Pasar Agung, Pasar Sukatani dan Pasar Kemiri Muka.
Pencemaran di Pasar Kemiri Muka diketahui dari penelusuran Komisi A DPRD Kota Depok, setelah menerima laporan warga di dekat pasar yang tercemar tersebut.
"Kondisi Pasar Kemiri Muka membahayakan," kata Anggota Komisi A DPRD Kota Depok, Nurhasim kepada Media Indonesia usai menelusuri limbah berbahaya di Pasar Kemiri Muka, Jumat (7/2).
Nurhasim menyebutkan, sumur warga yang tercemar air di sekitar Pasar Kemiri Muka mencapai ratusan kepala keluarga (KK). Dari hasil penelusuran Komisi A, ada timbunan sampah yang dibuang di tempat pembuangan sementara (TPS), yang sudah berpekan-pekan tidak diangkut ke tempat pembuangan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, Kota Depok.
Sampah pasar itu memadati TPS yang berada di samping Kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Kemiri Muka. Tinggi sampah pada pasar yang berada dekat dengan Apartemen Margonda Recident 3 Kota Depok itu mencapai tinggi 7 meter.
Sampah-sampah itu menebarkan aroma busuk. Lalat hijau beterbangan dan belatung merayapi sudut-sudut pasar. Lantaran sudah lama dibiarkan, sampah pasar tersebut telah mengeluarkan air limbah (licit) yang menghitam serta bau busuk yang menyengat.
Nurhasim mengatakan, persoalan sampah di TPS Pasar Kemiri Muka itu sering diprotes warga. Namun tak ditanggapi Pemerintah Kota Depok. Ia mempertanyakan TPS yang biaya pembangunannya diambil dari dana APBD Kota Depok tahun 2008 sebesar Rp500 juta tidak difungsikan sebagai tempat pengolahan sampah.
DPRD juga mempertanyakan pengadaan 35 unit pengolahan sampah (UPS) di 11 wilayah kecamatan yang anggarannya dari APBD sebesar Rp35 miliar.
“Tujuan didirikannya TPS dan UPS-UPS di pasar-pasar adalah dalam rangka mengurangi, memanfaatkan kembali sampai mendaur ulang sampah-sampah, agar tak meluber ke badan jalan, dan lingkungan drainase pada pasar-pasar, “ ujarnya.
Salah seorang warga, Yahya, 47, mengatakan, sejak TPS di Pasar Kemiri Muka dibangun tahun 2008, belum dioperasikan sampai sekarang sebagai tempat pendaur ulang sampah.
"Saya tak melihat adanya mesin pengolahan sampah di TPS tersebut. Saya meluhat justru yang terjadi, TPS pasar tersebut hanya dijadikan sebagai lokasi pembuangan sampah oleh para pedagang yang berjualan di pasar tersebut," ujar Yahya.
Kepala bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok Iyai Gumilar mengatakan, timbunan sampah di Pasar Kemiri diangkut tapi sampah-sampah tetap banyak menumpuk. " Pengangkutan sampah dilakukan bergiliran," kata Iyai.(OL-13)
Menurut Jumhur, tantangan lingkungan hidup di Indonesia cukup kompleks dan membutuhkan penanganan bertahap.
Banjir besar ini terjadi karena overflow air yang melampaui kapasitas kali setelah aliran air terhambat tumpukan sampah.
Pemerintah melangkah lebih jauh dalam mewujudkan program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik.
Tempat Penampungan Sementara (TPS) di kawasan CitraRaya, Tangerang, tengah dipersiapkan untuk bertransformasi menjadi fasilitas pengelolaan sampah berbasis metode controlled landfill.
Volume sampah yang diangkut setiap harinya dari seluruh wilayah kecamatan mencapai puluhan ton
Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang mencatat produksi sampah di kota itu mencapai 700 ton per hari.
Inkoppas menegaskan kelangkaan plastik tidak menjadi isu utama yang mengganggu pasar rakyat saat ini, tetapi kenaikan biaya transportasi akibat isu kenaikan harga solar.
Berdasarkan pantauan, pada Minggu (29/3), ketinggian sampah do Pasar Induk Kramat Jati bahkan telah melampaui lampu penerangan jalan, namun tidak terlihat adanya aktivitas pengangkutan.
Inisiatif ini hadir sebagai solusi nyata bagi para pekerja kebun dan masyarakat sekitar dalam menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok yang biasanya terjadi selama bulan suci.
Kopi luwak dikenal dengan proses produksi unik melalui fermentasi alami oleh Asian Palm Civet (Paradoxurus hermaphroditus).
Selain kendala fisik, pasar tersebut juga kerap dijadikan tempat berkumpulnya gelandangan dan pengemis
Melubernya sampah ke jalan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved