Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WALHI DKI Jakarta berpandangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bingung untuk mengatasi pencemaran udara di ibu kota. Hal itu terlihat dari kebijakan pembagian tanaman lidah mertua untuk mengatasi pencemaran.
Direktur Eksekutif Walhi DKI, Tubagus Ahmad, menilai tanaman hias hanya bisa mengatasi pencemaran lokal di dalam ruangan.
Baca juga: Trio Srimulat Jenguk Nunung di Rutan
"Bagi tanaman bisa saja sih, tapi memang setinggi apa tanaman itu bisa mencapai polutan di udara Jakarta? Sebenarnya bukan itu, karena yang kita hadapi kan pencemaran udara di luar ruangan yang lebih tinggi dan lebih luas," kata Tubagus saat dihubungi, Selasa (23/7).
Menurutnya, Pemprov DKI harusnya berpikir membuat solusi yang lebih mengarah pada sumber masalah pencemaran seperti menambah ruang terbuka hijau (RTH).
Tubagus, yang karib disapa Bagus, itu menilai RTH menjadi kebutuhan lingkungan yang sangat penting bagi Jakarta sebagai ibu kota. Terlebih, Jakarta dengan kepadatan penduduknya dinilai sangat memerlukan ruang terbuka.
"Tidak hanya bicara soal pencemaran udara, tapi RTH dalam fungsi sosial juga penting. Bagaimana menambah RTH bukan hanya untuk penghijauan tetapi juga untuk ruang sosial. Saat ini target 30% saja belum bisa tercapai," ungkapnya.
Bagus pun menegaskan, Pemprov DKI harus membuat kebijakan nyata terkait pencemaran udara seperti membuat kajian lingkungan untuk membuat langkah strategis yang nyata.
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta berencana membagikan tanaman hias lidah mertua secara gratis untuk mengatasi pencemaran udara di tingkat rumah tangga. (OL-6)
Ilmuwan Penn State berhasil membuktikan teori seabad lalu, puncak pohon mengeluarkan cahaya redup saat badai yang mampu membersihkan polusi udara.
Petugas Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan menggelar uji emisi kendaraan di kawasan Terminal Blok M, Jakarta.
MEMASUKI periode musim kemarau 2026, ancaman kebakaran hutan dan lahan atau karhutla serta penurunan kualitas udara kembali meningkat di berbagai wilayah Indonesia. BMKG inagatkan polusi
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menekankan pentingnya pengendalian polusi udara yang dilakukan secara terukur, berbasis data, serta didukung kolaborasi antar daerah.
Dalam jangka panjang, paparan terus-menerus dapat memicu penyakit kronis hingga mematikan.
Aktivitas membakar sampah merupakan salah satu pemicu utama memburuknya polusi di Ibu Kota.
Ketua Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI, Judistira Hermawan, menegaskan percepatan dilakukan agar solusi konkret segera diterapkan di lapangan.
Sistem yang masih bersifat padat karya (labor intensive) turut mendorong membengkaknya beban biaya.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menegaskan, langkah mitigasi telah disiapkan untuk merespons dinamika iklim ekstrem tersebut.
Sebanyak 130 titik masih belum dijaga. Sementara 293 titik lainnya telah dilengkapi penjagaan.
Peran pengusaha muda sangat krusial di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Muhamad Mardiono mendorong seluruh kader di DKI Jakarta untuk memperkuat kekompakan dan mengarahkan energi pada kerja-kerja elektoral
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved