Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Lingkungan Hidup DKI Jakarta membatah data Airvisual yang menyatakan tingkat polusi udara Jakarta terburuk di dunia pada Selasa (25/6) pagi. Adapun, dari data yang disajikan AirVisual pada hari Selasa (25/6), pukul 10.00 WIB, nilai air quality index (AQI) Jakarta adalah 168 dan kualitas udara Ibu Kota dinyatakan tidak sehat atau 'unhealthy'.
"Kita menilai tidak sepenuhnya tepat. Angka itu mengada-ada. Mereka dapat data darimana." ujar Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih, Jumat (28/6).
Baca juga: Polusi Udara Ternyata Pengaruhi Kesuburan Perempuan
Andono mengatakan, data tersebut hanya berdasarkan pengukuran di titik tertentu dan pada waktu tertentu. Selain itu, parameter yang dominan digunakan adalah PM 2,5 atau partikel debu yang berukuran lebih kecil dari 2,5 mikron.
“Sedangkan standar yang digunakan di Indonesia dalam Kepmen LH Nomor KEP-45/MENLH/10/1997 Tentang Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mengatur hanya standar partikel debu PM 10,” kata Andono.
Menurutnya, regulasi yang berlaku di Indonesia itu menggunakan lima jenis parameter pengukuran indeks kualitas udara yaitu PM 10, SO2, CO, O3, dan NO2 yang dipantau selama 24 jam.
“Indeks kualitas udara di Indonesia belum mengunakan parameter PM 2,5, namun nilai konsentrasi PM 2,5 sudah diatur sebesar 65 ug/m3 per 24 jam. Standar ini sedikit lebih tinggi dari standar US EPA sebesar 40 ug/m3,” jelas Andono.
Dia menambahkan, Dinas Lingkungan Hidup DKI juga memiliki data pembanding berdasarkan pemantauan dari Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) milik pemerintah yang tersebar di wilayah DKI Jakarta yaitu di Bundaran HI, Kelapa Gading, dan Jagakarsa. Pada Selasa (25/6), ISPU DKI Jakarta dalam kategori sedang di seluruh Ibu kota.
“Di lokasi pemantauan SPKU milik DKI hasil pengukurannya tidak setinggi data Airvisual, sehingga tidak dapat dikatakan seluruh wilayah Jakarta kualitas udaranya buruk sepanjang waktu,” jelas Andono.
Dia memaparkan, jika melihat data pengukuran dalam waktu yang lebih panjang yaitu periode Januari-Juni 2019, didapati data di DKI Jakarta sebagian besar hari kualitas udaranya memenuhi baku mutu yaitu mencapai 87% dan hari yang melampaui baku mutu hanya 13% saja.
Namun Andono mengakui, sumber pencemaran udara dengan parameter PM 2.5 di DKI Jakarta didominasi sektor transportasi darat, industri, dan debu akibat giatnya proyek pembangunan fisik.
“Debu akibat berbagai proyek pembangunan tersebut turut menurunkan kualitas udara di Jakarta. Hal ini cukup wajar sebagai kota metropolitan yang sedang giat membangun,” ungkap Andono.
Namun, lanjutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta saat ini juga concern dalam perbaikan kualitas udara dengan membuat Kegiatan Strategis Daerah (KSD) yakni pengendalian pencemaran udara dan menyusun roadmap Jakarta Cleaner Air 2030 tentang Pengendalian Pencemaran Udara dengan 14 Rencana Aksi. “Saat ini sudah berjalan pembangunan transportasi massal yaitu MRT dan LRT,” ujar Andono.
Baca juga: Polusi Udara Terus Ancam Kesehatan
Aksi yang akan dieksekusi adalah pengadaan bus Transjakarta berbahan bakar listrik, penerapan uji emisi sebagai syarat perpanjangan pajak kendaraan bermotor dan parkir kendaraan bermotor, serta operasi Lintas Jaya terhadap kendaraan umum yang emisinya melampaui ambang batas.
“Masyarakat juga dapat turut berperan serta dalam memperbaiki kualitas udara Jakarta melalui langkah mudah yaitu menggunakan transportasi umum, menggiatkan berjalan kaki, dan bersepeda,” ungkap Andono. (OL-6)
Ilmuwan Penn State berhasil membuktikan teori seabad lalu, puncak pohon mengeluarkan cahaya redup saat badai yang mampu membersihkan polusi udara.
Petugas Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan menggelar uji emisi kendaraan di kawasan Terminal Blok M, Jakarta.
MEMASUKI periode musim kemarau 2026, ancaman kebakaran hutan dan lahan atau karhutla serta penurunan kualitas udara kembali meningkat di berbagai wilayah Indonesia. BMKG inagatkan polusi
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menekankan pentingnya pengendalian polusi udara yang dilakukan secara terukur, berbasis data, serta didukung kolaborasi antar daerah.
Dalam jangka panjang, paparan terus-menerus dapat memicu penyakit kronis hingga mematikan.
Aktivitas membakar sampah merupakan salah satu pemicu utama memburuknya polusi di Ibu Kota.
Ketua Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI, Judistira Hermawan, menegaskan percepatan dilakukan agar solusi konkret segera diterapkan di lapangan.
Sistem yang masih bersifat padat karya (labor intensive) turut mendorong membengkaknya beban biaya.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menegaskan, langkah mitigasi telah disiapkan untuk merespons dinamika iklim ekstrem tersebut.
Sebanyak 130 titik masih belum dijaga. Sementara 293 titik lainnya telah dilengkapi penjagaan.
Peran pengusaha muda sangat krusial di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Muhamad Mardiono mendorong seluruh kader di DKI Jakarta untuk memperkuat kekompakan dan mengarahkan energi pada kerja-kerja elektoral
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved