Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI masa kampanye terbuka, calon anggota legislatif dari Partai NasDem Karna Brata Lesmana menyampaikan kontrak politiknya kepada masyarakat yang ada di Dapil DKI Jakarta III.
Karna mengatakan, jika ia terpilih sebagai anggota DPR RI, semua gaji, fasilitas negara, uang reses, dan apapun yang dirinya terima sebagai anggota DPR RI akan dibuka ke publik.
Ia bahkan akan menyumbangkan 100% penghasilannya tersebut untuk masyarakat.
“Itu janji tertulis saya. Saya tidak mencari uang satu sen pun di sana, saya ingin berbuat kebaikan karena di sana tempat membuat Undang-Undang yang bisa membantu Presiden kita Pak Jokowi untuk bisa mempercepat kemajuan negeri ini, jangan dihambat. Kalau misalnya dihambat oleh orang-orang yang hanya ingin mencari duit, nanti mereka menghambat program-program hanya untuk minta komisi, itu yang merusak negeri ini,” katanya saat bertemu dengan warga di Koja, Jakarta Utara.
Janji politik selanjutnya, lanjut Karna, ialah mendirikan rumah aspirasi untuk warga.
Karna mengakui bahwa dirinya tidak mungkin bisa bertemu dengan warga setiap hari, karena sebagai anggota Dewan ia akan sibuk.
Selain itu, di Dapil III DKI ada sekitar 20 ribu Rukun Tetangga, sehingga tidak mungkin bisa dikunjungi dalam waktu satu tahun.
“Saya ngga mau bohongi masyarakat, saya jawab dengan jujur bahwa kemungkinan saya tidak lagi datang ke sini kalau saya sudah terpilih menjadi anggota DPR RI, karena tidak mungkin dari segi waktu tidak cukup. Tiap hari saya turun 4 tempat maksimum, kalau hari minggu bisa 7 karena tidak macet, kalau hari biasa tidak mungkin. Jadi tiap hari saya turun ke empat tempat, satu tahun ada 365 hari kali empat tempat hanya 1500 titik yang bisa saya kunjungin. Di dapil III ini ada 20 ribu RT, kalau kita anggap 1 RT 1 titik, tidak bisa 20 ribu itu saya datangi. Saya tidak mau berbohong, saya ingin buat kebaikan karena itu janji tertulis saya akan membuat rumah aspirasi rakyat,” katanya.
Baca juga : Caleg NasDem DPR Ini Ngamen Kampanyekan Jokowi
Ia menegaskan keinginannya maju sebagai anggota DPR RI karena ingin berbuat baik untuk negeri ini dan masyarakat Indonesia.
“Sekarang usia saya sudah 60 tahun, waktunya saya berbuat kebaikan di negeri ini. Karena itu, saya maju menjadi anggota DPR RI dengan niat yang baik. Saya tidak mau mencari pundi-pundi kekayaan di sana (DPR), menambah kekayaan saya, malah nanti saya bisa repot, bisa-bisa saya dipakaikan baju orange oleh polisi. Jadi mudah-mudahan niat baik saya diridhoi oleh Tuhan Yang Maha Kuasa dan ibu-ibu serta bapak-bapak yakin pada niat baik saya,” ujar Karna.
Dalam kesempata itu, Karna juga mengingatkan masyarakat mengenai pesta demokrasi yang akan segera dilaksanakan. Dikatakan bahwa sebagai warga Indonesia seharusnya bersyukur karena punya kesempatan untuk mencari pemimpin yang baik, di Presiden maupun DPR RI.
Ia pun meminta masyarakat untuk yakin jika Joko Widodo merupakan pemimpin terbaik yang saat ini dimiliki bangsa Indonesia dan dapat kembali memimpin untuk periode selanjutnya.
Menurutnya, pemimpin sebelumnya hanya mementingkan keluarga dan golongannya untuk mencari kekuasaan.
“Sekarang lihat, Pak Jokowi baru 4 tahun berkuasa ada KJP, ada KJS, itu semua dari Pak Jokowi, awal yang baik untuk negeri ini. Hari ini beliau restukan MRT, itu sudah 30-40 tahun lalu dijanjikan tapi tidak pernah jadi karena selalu kepentingannya siapa yang mengelola harus keluarga orang-orang besar di negeri ini. Hari ini Pak Jokowi anaknya hanya menjual martabak, tidak memanfaatkan posisi beliau sebagai anak seorang presiden. Pilih Pak Jokowi yang sudah bekerja yang baik,” tandas Karna. (RO/OL-8)
KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka suap terkait buronan Harun Masiku. Hasto disebut aktif mengupayakan Harun memenangkan kursi anggota DPR pada Pemilu 2019.
Bagi Mahfud, batalnya memakai kemeja putih tersebut lima tahun lalu menyimpan pesan tersendiri.
KPID Sulawesi Selatan mengaku belum bisa menindak caleg dan parpol yang mulai mencuri start pada Pemilu 2024.
PENDUKUNG Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kini berbalik mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.
Beberapa upaya dari KPU untuk mencegah terjadinya kembali korban jiwa dari petugas KPPS.
"Mas Ganjar kan enggak nyapres, enggak nyapres beliau," kata Immanuel di Jakarta, Minggu.
KETUA Umum Partai NasDem Surya Paloh, meminta seluruh kadernya untuk memperkuat dan merapatkan barisan untuk menghadapi dinamika politik yang terus berubah.
WAKIL Ketua Umum Partai NasDem sekaligus Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, merespons usulan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pembatasan masa jabatan ketua umum partai politik.
FRAKSI Partai NasDem DPR RI mengusulkan kenaikan angka ambang batas parlemen (parliamentary threshold) dalam sistem pemilu mendatang.
Meski demikian, Kholid menegaskan bahwa setiap partai memiliki kedaulatan dalam mengatur mekanisme internalnya.
Menurut dia, figur-figur yang ingin menjadi calon presiden atau wakil presiden juga harus masuk terlebih dahulu sebagai kader partai politik.
KETUA Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad membantah isu soal NasDem dan Gerindra akan melakukan penyatuan atau merger.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved