Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Sayuran memang identik dengan makanan yang menyehatkan. Meski demikian, ada beberapa sayuran yang tidak boleh dimakan penderita diabetes.
Alasannya, beberapa jenis sayuran memiliki pati atau kandungan karbohidrat, gula yang tinggi, dan indeks glikemik yang tinggi, yang berpotensi memicu naiknya gula darah. Bukannya membantu tubuh menjadi lebih sehat, konsumsi sayuran ini malah bisa menurunkan kondisi Anda.
Sayur apa saja yang tidak boleh dimakan jika Anda penderita diabetes? Ini dia daftar sayuran yang lebih baik tidak Anda konsumsi.
1. Kentang
Residu putih yang Anda lihat saat mencuci kentang adalah pati, jenis karbohidrat komplek, yang membuat hidangan berbahan kentang sebaiknya Anda hindari.
Selain itu, olahan-olahan dari kentang juga punya indek glikemik yang tinggi. Sebagai contoh, kentang rebus punya indeks glikemik sebesar 70, sementara kentang panggang sekitar 95. Artinya konsumsinya akan cepat memicu lonjakan gula darah.
2. Singkong
Singkong rebus identik sebagai makanan jadul yang menyehatkan. Oleh karenanya, beberapa orang mengganti konsumsi nasi putih dengan singkong rebus karena dianggap lebih sehat. Namun, ternyata, konsumsinya pada orang dengan diabetes justru bisa memperparah kondisi yang sudah ada.
Bagaimana tidak, dalam 100 gram singkong ada 38 gram karbohidrat. Padahal konsumsi karbohidrat yang direkomendasikan hanya sekitar 15 - 25 gram per makan.
3. Jagung
Jagung rebus atau corn ribs yang sedang viral memang lezat dan pas untuk mengisi perut di sela-sela waktu istirahat Sayangnya, dengan 17 gram karbohidrat di dalamnya, beragam camilan dari jagung ini kurang ideal untuk penderita diabetes.
Anda bisa mencoba alternatif yang lebih minim karbohidrat, seperti edamame atau jagung muda, yang hanya memiliki sekitar 11 gram karbohidrat di dalamnya.
4. Labu Madu
Labu madu adalah makanan yang tidak boleh dimakan penderita diabetes selanjutnya. Meski sajian dari labu madu terlihat menggugah selera, sayuran ini punya sekitar 20 gram karbohidrat.
Selain itu, meskipun dimasak dengan cara direbus, yang konon lebih sehat, labu madu tetap memiliki indeks glikemik yang cukup tinggi, yakni 75. Ini berarti labu dapat mempercepat lonjakan gula darah setelah Anda konsumsi.
5. Talas
Mengandung sekitar 26 gram karbohidrat, talas memang sumber energi yang baik. Namun, konsumsinya pada orang dengan diabetes perlu diwaspadai karena bisa meningkatkan kadar gula.
Terlebih lagi, proses memasak talas yang memakan waktu lama, yakni sekitar 20 hingga 30 menit. Perlu Anda ketahui, semakin lama proses masak, semakin mudah karbohidrat tercerna oleh tubuh dan berubah menjadi gula.
6. Ubi Jalar
Sempat viral beberapa waktu lalu, camilan dari sayuran, termasuk keripik ubi jalar. Camilan ini memang sehat karena hanya terbuat dari ubi kering. Namun, ubi sendiri mengandung sekitar 20 gram karbohidrat, sehingga konsumsi beragam olahannya kurang cocok bagi orang dengan diabetes.
7. Sayuran Kaleng
Diabetes tidak boleh makan sayur apa? Dari sekian banyak pilihan, Anda harus menghindari sayur kalengan. Dengan indeks glikemik yang mencapai angka 65, sayuran kalengan dapat memicu lonjakan gula dalam tubuh yang tidak Anda inginkan.
8. Bit
Dengan gula yang mencapai sekitar 7 gram, bit merupakan salah satu sayuran yang sebaiknya Anda kurangi konsumsinya.
Walaupun bit kaya akan manfaat kesehatan, kadar gula yang tinggi dapat mempengaruhi kadar gula darah Anda, terutama jika Anda makan bersama sayuran lain yang juga tinggi gula, seperti bawang dan wortel.
Selain itu, bit yang Anda oleh dengan cara merebusnya juga cenderung memiliki indeks glikemik yang tinggi, yakni 65.
9. Lobak
Siapa tidak tahu lobak? Sayuran renyah yang jadi andalan banyak masakan Korea, termasuk kimchi dan danmuji. Tapi, tahukah Anda kalau lobak punya indeks glikemik yang cukup tinggi, sekitar 85? Jadi, buat Anda yang lagi menjaga kadar gula darah, sebaiknya stop atau kurangi dulu konsumsinya.
Dengan mengetahui sayur yang dihindari, akan lebih mudah bagi Anda, penderita diabetes untuk memilih makanan. (SidoMunculstore/H-1)
Katarak bukan lagi penyakit lansia. Kenali katarak juvenil yang mengincar usia produktif akibat diabetes, trauma, hingga miopia tinggi. Cek gejalanya di sini!
Masyarakat disarankan melakukan deteksi dini, yaitu skrining untuk mengidentifikasi risiko diabetes sejak awal.
Konsumsi minuman berpemanis (SSB) di Indonesia meningkat tajam. Pakar Gizi IPB ingatkan risiko diabetes dan pentingnya membatasi asupan gula harian.
Gula aren sering dianggap lebih sehat, tapi benarkah aman untuk diabetes? Simak kandungan, indeks glikemik, batas konsumsi harian, serta risiko kesehatan jika berlebihan.
Simak 5 cara efektif menjaga kadar gula darah tetap stabil, mulai dari pola makan hingga kelola stres, guna mencegah komplikasi diabetes sejak dini.
Sering kesemutan atau mati rasa? Jangan anggap sepele. Bisa jadi itu tanda neuropati perifer, gangguan saraf yang berbahaya jika dibiarkan.
Buah dan sayuran merupakan sumber serat harian yang sangat dibutuhkan tubuh untuk memastikan saluran cerna tetap berfungsi optimal meskipun frekuensi makan berkurang.
Sayuran mengandung vitamin, mineral, serat, dan antioksidan yang penting untuk menjaga fungsi tubuh, pencernaan, dan daya tahan tubuh.
Makanan beku kerap dinilai buruk untuk kesehatan. Padahal, ahli gizi menyebut beberapa jenis makanan beku tetap kaya nutrisi dan justru baik untuk menjaga kesehatan jantung.
Pare atau paria sudah tidak asing di lidah masyarakat Indonesia. Sayuran ini kerap hadir dalam semangkuk siomay atau batagor sebagai lalapan tambahan.
Sayuran merupakan makanan penting dalam pola makan sehat karena memberikan nutrisi yang mendukung pertumbuhan, menjaga daya tahan tubuh, serta mencegah berbagai penyakit.
kelompok usia Gen Z sangat jarang mengonsumsi buah dan sayuran. Berdasarkan Survei Kesehatan Nasional (SKI) 2023 menemukan bahwa konsumsi buah dan sayur
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved