Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SAAT menstruasi, wanita menggunakan pembalut agar tetap dapat beraktivitas seperti biasa tanpa khawatir bocor. Namun, jika memilih pembalut yang tidak terjamin keamanannya dan cara penggunaannya juga tidak tepat, maka berisiko menimbulkan berbagai masalah kulit seperti iritasi dan ruam.
Di sisi lain, seiring dengan semakin maraknya permasalahan lingkungan yang terjadi di seluruh Dunia, mulai dari pemanasan global, perubahan iklim dan risiko habisnya sumber daya alam, dibutuhkan produk yang tidak hanya sesuai dengan kebutuhan konsumen, tetapi juga mampu mengurangi beban lingkungan.
Berikut tips memilih pembalut.
Baca juga : Ini Manfaat dan Cara Jaga Kebersihan Organ Kewanitaan saat Mentruasi
1. Tidak hanya murah.
Saat ini, kesadaran akan pentingnya memilih pembalut wanita yang aman dan tepercaya semakin meningkat. Memilih pembalut hanya berdasarkan harga murah tanpa memperhatikan keamanannya dapat menyebabkan masalah kulit, seperti ruam dan iritasi.
Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk memilih pembalut wanita yang telah memiliki izin edar dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Selain memperhatikan keamanan, menjaga kualitas produk juga menjadi aspek krusial,'' kata dr. Kardiana Purnama Dewi, Sp.D.V.E.
2. Tidak mendekati tanggal kedaluwarsa.
Dokter menganjurkan untuk menghindari membeli pembalut wanita yang mendekati tanggal kedaluwarsa. Karena hal ini dapat mengakibatkan penurunan kualitas produk. ''Namun, perlu diingat bahwa tanggal yang tertera pada kemasan bukan selalu menunjukkan tanggal kedaluwarsa, melainkan tanggal produksi. Untuk menghindari kesalahpahaman, silakan menanyakan ke customer service produk terkait,'' imbuh dr Kardiana.
Untuk memastikan kebersihan produk, penting untuk memeriksa kemasan produk agar tidak rusak, tidak terbuka, dan tidak basah. Hal ini bertujuan untuk mencegah adanya kontaminasi oleh benda asing yang dapat memengaruhi kualitas dan keamanan penggunaan pembalut wanita.
3. Tangan harus bersih.
Sebelum menggunakan atau mengganti pembalut, pastikan kedua tangan dalam kondisi bersih. ''Meskipun sibuk dengan kegiatan di sekolah atau pekerjaan, disarankan untuk mengganti pembalut setiap 3 jam sekali, bahkan saat aliran menstruasi tidak terlalu banyak,'' ujar dr. Kardiana.
Baca juga : Pentingnya Ganti Pembalut 4 Jam Sekali Saat Menstruasi
4. Saat 'banyak', sering-seringlah ganti pembalut.
Pada hari dengan aliran menstruasi yang lebih banyak, tingkatkan frekuensi penggantian sesuai kebutuhan. Jika pembalut terus menerus digunakan dalam jangka waktu yang lama dapat mengakibatkan gatal, ruam dan iritasi, sehingga mengganti pembalut secara berkala sangatlah penting.
5. Jika gatal, konsultasilah ke dokter.
Apabila mengalami masalah kulit seperti gatal pada area kewanitaan, sebagian besar akan hilang dengan sendirinya. Namun, jika gejala berlanjut, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. Selama masa menstruasi, jagalah kebersihan area kewanitaan dengan mencuci menggunakan air hangat setiap kali mengganti pembalut untuk mencegah bakteri dan iritasi.
6. Jangan pakai celana dalam terlalu ketat
''Lalu yang tidak kalah penting, hindari mengenakan celana dalam yang terlalu ketat, karena hal ini bisa mengganggu sirkulasi udara di area kewanitaan,'' saran dr Kardiana.
Dr. Kardiana kembali menyarankan agar kebersihan area kewanitaan, harus tetap dijaga. ''Dengan membiasakan melakukan hal-hal di atas secara rutin, diharapkan kesehatan dan kebersihan area kewanitaan tetap terjaga optimal,'' pungkas dr. Kardiana. (S-1)
Psikiater dr. Elvine Gunawan memperingatkan bahaya PMDD saat menstruasi, terutama jika muncul keinginan menyakiti diri. Simak gejalanya di sini.
Spesialis UNICEF Muhammad Zainal menekankan pentingnya sanitasi layak dan edukasi untuk menghapus stigma menstruasi bagi perempuan dan remaja putri.
Maudy Ayunda menekankan pentingnya empati melalui pertanyaan sederhana untuk mendukung perempuan saat menstruasi ketimbang sekadar nasihat normatif.
Dokter spesialis kandungan dr. Dinda Derdameisya Sp.OG meluruskan mitos menstruasi, mulai dari larangan berenang, minum air es, hingga potong kuku.
Psikiater dr. Elvine Gunawan menjelaskan kaitan hormon estrogen dan neurotransmiter otak terhadap perubahan emosi perempuan saat fase menstruasi.
Remaja putri belum menstruasi hingga usia 14 atau 16 tahun? Dokter ungkap tanda bahaya yang sering diabaikan dan kapan harus segera periksa.
Satu dari 4 anak perempuan di Indonesia tidak pernah mendapatkan informasi tentang menstruasi sebelum mengalami menstruasi pertama mereka.
Para ilmuwan di ETH Zurich kembangan alat di dalam pembalut menstruasi untuk mendeteksi biomarker penyakit, termasuk kanker ovarium.
Dari data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Tahun 2024, Indonesia sendiri menyumbang hampir 34 juta ton sampah.
"Ruam dapat disebabkan oleh gesekan, kelembapan, panas, dan iritasi yang berkontribusi terhadap penumpukan bakteri,”
Selain menjaga lingkungan, penggunaan pembalut kain juga dinilai dapat membuka peluang ekonomi bagi perempuan yang membuatnya, sehingga turut mendukung perekonomian rumah tangga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved