Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Militer Amerika Serikat (AS) mengalami penurunan signifikan dalam stok rudal strategis setelah konflik selama tujuh minggu dengan Iran. Kondisi ini memicu kekhawatiran serius terkait kesiapan menghadapi konflik besar di masa depan.
Laporan CNN (21/4) yang mengutip analisis Center for Strategic and International Studies (CSIS) mengungkap penggunaan amunisi dalam skala besar telah menggerus cadangan senjata utama AS.
Dalam periode tersebut, sekitar 45% Rudal Serangan Presisi (PrSM) telah digunakan. Selain itu, setidaknya setengah stok pencegat THAAD dan hampir 50% rudal Patriot juga terkuras.
Tak hanya itu, penggunaan juga mencakup sekitar, 30% rudal Tomahawk, lebih dari 20% JASSM, sekitar 20% rudal SM-3 dan SM-6. Angka ini disebut sejalan dengan estimasi internal Pentagon yang bersifat rahasia.
Meski Pentagon telah menandatangani kontrak peningkatan produksi rudal, proses pemulihan stok diperkirakan memakan waktu 3 hingga 5 tahun, bahkan dengan kapasitas produksi yang ditingkatkan.
Dalam jangka pendek, AS masih dinilai memiliki cukup amunisi untuk melanjutkan operasi terhadap Iran jika konflik kembali pecah. Namun, stok tersebut belum memadai untuk menghadapi kekuatan besar seperti Tiongkok.
“Penggunaan amunisi yang tinggi menciptakan celah kerentanan, terutama di kawasan Pasifik Barat,” ujar Mark Cancian, analis CSIS dan pensiunan Kolonel Marinir AS.
Ia menambahkan, pengisian kembali stok membutuhkan waktu hingga empat tahun, dan beberapa tahun tambahan untuk mencapai level ideal.
Sementara itu, Pentagon menegaskan kesiapan militer tetap terjaga. Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, menyatakan bahwa militer AS masih memiliki kemampuan penuh untuk menjalankan operasi sesuai arahan pemerintah.
Laporan ini menyoroti tantangan besar AS dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan tempur dan keberlanjutan stok persenjataan di tengah dinamika geopolitik global. (Z-10)
Kepala Operasi Ruang Angkasa AS, Jenderal Chance Saltzman, mengeklaim Space Force bukan lagi sekadar teori, melainkan kekuatan tempur yang kredibel di medan perang Iran.
IRGC klaim usir dua kapal perusak AS di Selat Hormuz melalui video peringatan, sekaligus membantah pernyataan yang menyebut operasi pembersihan ranjau tetap berjalan sukses.
Donald Trump beri waktu tambahan bagi Iran hingga 6 April. Sementara itu, Teheran ancam bom hotel yang tampung tentara AS di Timur Tengah.
TIM perencana militer dari Inggris dilaporkan tengah bekerja sama dengan militer Amerika Serikat (AS) untuk menyusun langkah membuka kembali Selat Hormuz.
Militer AS kerahkan drone MQ-9 Reaper untuk serang situs militer Iran. Simak strategi drone war AS dan penggunaan bom SDB yang mematikan di langit Teheran.
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Pemerintahan Trump mengusulkan Visa Kartu Emas US$5 juta dan tarif untuk tekan utang AS senilai US$39 triliun. Simak analisis kelayakan dan dampaknya.
PERANG AS-Israel melawan Iran telah membuka aib rezim Donald Trump yang sesungguhnya.
Gedung Putih telah menyetujui setiap pertemuan antara Raja Charles III dan Trump akan berlangsung tanpa kamera, demikian dilaporkan surat kabar tersebut pada Senin (27/4).
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
Presiden AS Donald Trump merespons insiden penyerangan di Washington Hilton. Ia membantah isi manifesto pelaku dan meminta acara segera dijadwalkan ulang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved