Stok Rudal AS Terkuras 50 Persen, Butuh 5 Tahun untuk Pulih

 Gana Buana
22/4/2026 14:42
Stok Rudal AS Terkuras 50 Persen, Butuh 5 Tahun untuk Pulih
Stok rudal Amerika Serikat terkuras hingga 50% setelah konflik dengan Iran. Pentagon butuh 3-5 tahun untuk memulihkannya.(Dok. Antara)

Militer Amerika Serikat (AS) mengalami penurunan signifikan dalam stok rudal strategis setelah konflik selama tujuh minggu dengan Iran. Kondisi ini memicu kekhawatiran serius terkait kesiapan menghadapi konflik besar di masa depan.

Laporan CNN (21/4) yang mengutip analisis Center for Strategic and International Studies (CSIS) mengungkap penggunaan amunisi dalam skala besar telah menggerus cadangan senjata utama AS.

Dalam periode tersebut, sekitar 45% Rudal Serangan Presisi (PrSM) telah digunakan. Selain itu, setidaknya setengah stok pencegat THAAD dan hampir 50% rudal Patriot juga terkuras.

Tak hanya itu, penggunaan juga mencakup sekitar, 30% rudal Tomahawk, lebih dari 20% JASSM, sekitar 20% rudal SM-3 dan SM-6. Angka ini disebut sejalan dengan estimasi internal Pentagon yang bersifat rahasia.

Meski Pentagon telah menandatangani kontrak peningkatan produksi rudal, proses pemulihan stok diperkirakan memakan waktu 3 hingga 5 tahun, bahkan dengan kapasitas produksi yang ditingkatkan.

Dalam jangka pendek, AS masih dinilai memiliki cukup amunisi untuk melanjutkan operasi terhadap Iran jika konflik kembali pecah. Namun, stok tersebut belum memadai untuk menghadapi kekuatan besar seperti Tiongkok.

“Penggunaan amunisi yang tinggi menciptakan celah kerentanan, terutama di kawasan Pasifik Barat,” ujar Mark Cancian, analis CSIS dan pensiunan Kolonel Marinir AS.

Ia menambahkan, pengisian kembali stok membutuhkan waktu hingga empat tahun, dan beberapa tahun tambahan untuk mencapai level ideal.

Sementara itu, Pentagon menegaskan kesiapan militer tetap terjaga. Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, menyatakan bahwa militer AS masih memiliki kemampuan penuh untuk menjalankan operasi sesuai arahan pemerintah.

Laporan ini menyoroti tantangan besar AS dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan tempur dan keberlanjutan stok persenjataan di tengah dinamika geopolitik global. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya