Warganya Tewas di Libanon, Kanada Desak Pelucutan Senjata Hizbullah

Ferdian Ananda Majni
14/4/2026 12:10
Warganya Tewas di Libanon, Kanada Desak Pelucutan Senjata Hizbullah
Foto yang diambil pada 9 April 2026 menunjukkan bangunan-bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel di Zrariyeh, Libanon selatan.(Xinhua/Ali Hashisho)

MENTERI Luar Negeri Kanada, Anita Anand mengonfirmasi seorang warga negaranya meninggal dunia di wilayah selatan Libanon di tengah meningkatnya konflik. Dalam pernyataannya pada Senin waktu setempat, Anand juga mendesak Israel untuk menghentikan serangan militer di kawasan tersebut.

"Hari ini, saya diberitahu tentang kematian seorang warga negara Kanada di Libanon selatan," kata Anand dalam keterangannya dilansir Selasa (14/4).

Dia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia menambahkan bahwa pemerintah Kanada telah berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk memberikan dukungan konsuler yang diperlukan.

Anand menegaskan posisi Kanada yang mendukung upaya pemerintah Libanon dalam memulihkan kedaulatan negara, termasuk melalui pelucutan senjata kelompok Hizbullah.

"Kanada dengan tegas mendukung upaya pemerintah Libanon untuk memulihkan dan menjalankan otoritas negara sepenuhnya, termasuk melalui pelucutan senjata Hizbullah," ujarnya.

Ia juga menyerukan penghentian kekerasan serta solusi damai melalui jalur diplomasi.

"Kami menyerukan kepada Israel untuk menghentikan serangannya dan mendorong Israel dan Libanon untuk mencapai solusi diplomatik yang langgeng untuk mengakhiri konflik," tambahnya.

Meski tidak mengungkap identitas korban secara resmi, laporan media Kanada menyebut korban bernama Mohamad Hassan Haidar, warga Ontario berusia 38 tahun yang memiliki lima anak. Ia dilaporkan tewas saat berusaha menolong seseorang di tengah serangan pesawat tanpa awak.

Sementara itu, Dewan Nasional Muslim Kanada menyatakan bahwa Haidar meninggal akibat serangan yang dilakukan Israel.

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan Libanon melaporkan peningkatan jumlah korban akibat eskalasi konflik. Dalam 24 jam terakhir, tercatat 34 orang tewas dan 174 lainnya mengalami luka-luka.

Secara keseluruhan, sejak 2 Maret, jumlah korban jiwa di Libanon telah mencapai 2.089 orang dengan 6.762 korban luka. 

Situasi ini terjadi seiring dengan intensifikasi operasi militer Israel, baik melalui serangan udara maupun darat, setelah insiden lintas batas yang melibatkan Hizbullah di tengah memanasnya konflik regional pascaperang antara Amerika Serikat dan Iran sejak akhir Februari. (Fer/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya