Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan pernyataan kontroversial terkait kebijakan luar negeri Amerika Serikat dengan menyinggung kemungkinan langkah terhadap Kuba setelah konflik dengan Iran.
Dalam pernyataannya kepada wartawan di Gedung Putih, Trump menyebut Kuba sebagai negara yang gagal dan mengisyaratkan bahwa Washington bisa mengalihkan fokus ke negara tersebut setelah operasi militernya di Iran selesai.
"Kuba adalah negara yang gagal dan kita akan melakukan ini. Kita mungkin akan singgah ke Kuba setelah kita selesai dengan ini," kata Trump dikutip Anadolu, Selasa (14/4).
Ia juga menilai negara itu telah dikelola dengan sangat buruk selama bertahun-tahun.
Trump turut menyinggung komunitas Kuba-Amerika di AS yang menurutnya banyak memberikan dukungan politik kepadanya. Ia mengeklaim kelompok tersebut mengalami perlakuan buruk, termasuk kekerasan terhadap anggota keluarga mereka di Kuba.
Pernyataan tersebut memicu respons keras dari Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel. Ia menegaskan tidak ada alasan bagi Amerika Serikat untuk melakukan agresi militer terhadap negaranya dan memperingatkan bahwa rakyat Kuba siap melawan jika diserang.
"Tidak ada pembenaran bagi Amerika Serikat untuk melancarkan agresi militer terhadap Kuba," sebut Diaz-Canel. Ia menambahkan bahwa warga Kuba siap mempertahankan negara mereka bahkan jika harus mengorbankan nyawa.
Ketegangan antara Havana dan Washington memang terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir, terutama setelah AS memperketat sanksi ekonomi terhadap Kuba.
Pemerintah Kuba menilai kebijakan tersebut sebagai tindakan genosida dan kejam karena memperparah krisis ekonomi dan energi di negara itu.
Kuba saat ini tengah menghadapi kesulitan berkepanjangan, termasuk kelangkaan bahan bakar, pemadaman listrik bergilir, serta keterbatasan akses terhadap pangan dan obat-obatan.
Pemerintah Kuba menyebut kondisi ini sebagai dampak langsung dari sanksi AS, sementara Washington menilai persoalan tersebut berasal dari masalah struktural ekonomi domestik.
Di tengah meningkatnya ketegangan, kedua negara disebut masih menjaga komunikasi terbatas. Namun, pernyataan terbaru Trump dinilai bertolak belakang dengan janjinya saat kampanye bahwa ia menyatakan tidak akan memulai perang baru, melainkan mengakhiri konflik yang ada. (I-2)
Seorang pejabat Gedung Putih menyatakan bahwa Washington meyakini kesepakatan dengan Kuba masih dapat dicapai, namun juga menyebut negara itu sebagai "negara yang gagal".
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Jumat (27/3), mengatakan bahwa Kuba bisa menjadi target aksi AS di masa depan setelah Iran.
Presiden AS Donald Trump beri sinyal kuat bahwa Kuba akan jadi target berikutnya setelah Venezuela dan Iran. Simak pernyataan kontroversial Trump di Miami dan kondisi terkini Kuba.
Krisis energi hebat melanda Kuba. 10 juta orang tanpa listrik, demonstrasi pecah di Havana hingga pembakaran markas partai di tengah tekanan blokade AS.
Ketegangan AS-Kuba memuncak. Presiden Díaz-Canel tuduh AS manfaatkan krisis listrik untuk invasi, sementara Trump beri sinyal tindakan segera.
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved